Aktivis: Penangkapan Delpedro Siasat Rezim Kaburkan Isu Kekerasan Negara dan Kemiskinan

Erick Tanjung, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 11 September 2025 | 17:36 WIB
Aktivis: Penangkapan Delpedro Siasat Rezim Kaburkan Isu Kekerasan Negara dan Kemiskinan
Aktivis dari Perempuan Mahardhika, Jihan Faatihah, mengecam keras kriminalisasi terhadap sejumlah aktivis, termasuk Direktur Lokataru Delpedro Marhaen. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi di Kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (11/9/2025). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Aktivis dari Perempuan Mahardhika, Jihan Faatihah, mengecam kriminalisasi terhadap sejumlah aktivis, termasuk Direktur Lokataru Delpedro Marhaen. Menurutnya, penangkapan ini merupakan siasat rezim untuk mengaburkan persoalan sesungguhnya, seperti kekerasan negara dan kemiskinan, serta upaya sistematis untuk memukul mundur budaya protes.

Dalam konferensi pers Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi di Kantor YLBHI, Jakarta, Kamis (11/9/2025), Jihan menuduh tindakan rezim dan kepolisian ini sebagai upaya pengalihan isu.

"Tindakan... menjadikan kawan-kawan kami sebagai tersangka adalah upaya untuk mengaburkan persoalan sesungguhnya: persoalan kekerasan negara, persoalan kemiskinan yang menjerat rakyat, terutama angkatan muda," tegas Jihan.

Ia membantah adanya provokator dalam aksi unjuk rasa pada 25-31 Agustus lalu. Sebaliknya, ia melihat adanya upaya sistematis untuk menekan protes.

"Yang ada hanyalah upaya sistematis untuk memukul mundur budaya protes dari rezim militeristik Prabowo-Subianto," ujarnya.

Ancaman Terhadap Budaya Protes dan Demokrasi

Jihan menegaskan bahwa penangkapan Delpedro Marhaen, Muzaffar Salim, Syahdan Husein, dan aktivis lainnya bukan sekadar persoalan individu, melainkan serangan yang lebih luas terhadap demokrasi.

Menurutnya, tindakan ini mengancam perlindungan bagi para pembela HAM, menggerus hak sipil dan politik anak muda, serta meruntuhkan budaya protes yang menjadi bagian dari demokrasi.

Ia kemudian menyoroti kontras antara penangkapan aktivis dengan kasus kekerasan yang belum tuntas.

baca juga

"Ketika budaya protes dijadikan sebagai tindak kriminal, lihatlah kenyataannya: Affan tewas dilindas oleh aparat. Aktivis muda yang menolak geothermal saat ini mati terbunuh. Dan banyak ribuan pelajar yang luka-luka dan saat ini masih di dalam tahanan," pungkas Jihan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dijenguk Yusril di Penjara, Delpedro Marhaen Merasa Jadi Korban Kriminalisasi

Dijenguk Yusril di Penjara, Delpedro Marhaen Merasa Jadi Korban Kriminalisasi

Your Say | Kamis, 11 September 2025 | 15:10 WIB

Aktivis Vian Ruma dan Ironi Suara Rakyat yang Dihilangkan

Aktivis Vian Ruma dan Ironi Suara Rakyat yang Dihilangkan

Your Say | Kamis, 11 September 2025 | 14:45 WIB

Blak-blak saat Dibesuk Menko Yusril, Delpedro Marhaen: Saya Tidak Bersalah!

Blak-blak saat Dibesuk Menko Yusril, Delpedro Marhaen: Saya Tidak Bersalah!

News | Kamis, 11 September 2025 | 11:59 WIB

Terkini

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

Situasi Jalan Tambak Berangsur Kondusif, Penyebab Bentrokan Masih Diselidiki

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:54 WIB

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Nonton Timnas di Pakansari Besok? Simak Skema Pengalihan Lalu Lintas Polres Bogor

Bogor | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:52 WIB

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:46 WIB

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Persija Jakarta Tetap Dukung Shin Tae-yong di Tengah Sanksi KFA

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:37 WIB

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:34 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 27 Juli 2026, Rezeki Lancar dan Karier Bersinar

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 27 Juli 2026, Rezeki Lancar dan Karier Bersinar

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:30 WIB

Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele

Mengupas Chand Mera Dil: Akting Menawan Ananya Panday di Tengah Alur yang Bertele-tele

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:27 WIB

96 Anak di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Juni 2026

96 Anak di Pekanbaru Jadi Korban Kekerasan Sepanjang Januari-Juni 2026

Riau | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:18 WIB

Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?

Vinicius Junior Prioritaskan Bertahan di Real Madrid, Arsenal Terancam Gagal?

Bola | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:17 WIB

Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar

Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar

Sumsel | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:15 WIB

×