Anhar Gonggong Tertawa Geli Polisi Sita Buku Franz Magnis Suseno: Harusnya Baca Dulu Isinya!

Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Selasa, 23 September 2025 | 10:47 WIB
Anhar Gonggong Tertawa Geli Polisi Sita Buku Franz Magnis Suseno: Harusnya Baca Dulu Isinya!
Anhar Gonggong Tertawa Geli Polisi Sita Buku Franz Magnis Suseno: Harusnya Baca Dulu Isinya! (Tangkapan layar/Youtube)
  • Tindakan polisi menyita buku dari tersangka demo rusuh pada Agustus mendapat kritik telak dari Sejarawan, Anhar Gonggong.  
  • Anhar Gonggong mengaku tidak kaget atas tindakan polisi menyita buku. 
  • Polisi mestinya membaca dulu isi buku karya Romo Magnis sebelum disita dari tersangka kasus demo rusuh. 

Suara.com - Sejarawan, Anhar Gonggong mengkritik telak tindakan polisi yang menyita buku-buku dari penangkapan para tersangka demonstrasi rusuh pada Agustus 2025 lalu. Buku berjudul "Pemikiran Karl Max: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme" karya Franz Magnis-Suseno alias Romo Magnis menjadi salah satunya buku yang disita polisi sebagai barang bukti.

Dalam siniar terbaru yang tayang di akun Youtube pribadinya, Anhar Gonggong awalnya mengaku tidak kaget setelah mendengar polisi menyita buku yang ditulis oleh Romo Magnis.

"Nah, saya agak kaget mendengar bahwa polisi menyita beberapa buku dari seseorang termasuk bukunya Magnes, Franz Magnes Suseno. Beliau ini adalah seorang pastor, ahli filsafat. Sekarang masih mengajar di Sekolah Tinggi (Filsafat) Driyarkara, sekolah Katolik yang terbaik," ujarnya dikutip pada Selasa (23/9/2025).

Menurutnya, buku yang ditulis Romo Magnis justru menguliti kelemahan-kelemahan dari pemikiran Karl Marx, filsuf asal Jerman yang dikenal sebagai Bapak Komunisme.

"Judulnya saja dari sosialisme utopis ke perselisihan revisionisme. Dan yang nulis ini adalah orang yang betul-betul ngerti gitu. Dia orang Jerman yang tapi sudah warga negara Indonesia. Pastor, tahu betul filsafat dan sebagainya," bebernya.

Tindakan polisi yang menyita buku karya Romo Magnis itu pun ikut ditertawai oleh Anhar Gonggong. Pasalnya, mestinya polisi membaca dulu isi buku tersebut sebelum melakukan penyitaan.

"Jadi ya tolonglah kalau mau melihat (sita) buku harus tahu isinya juga," ujarnya sembari tertawa.

Lebih lanjut, Anhar menganggap penyitaan buku yang dilakukan polisi pun bisa memicu persoalan baru karena isi buku tersebut dianggap sangat bertentangan dengan pemikiran Karl Marx.

"Karena justru akan menjadi persoalan kalau tidak tahu isinya lalu terus digerebek begitu aja," ujarnya tertawa lagi.

Selain itu, Anhar Gonggong juga membeberkan soal paham komunis di sejumlah negara, termasuk China. Meski partai politik di China masih menganut komunisme, sistem pemerintahan di negara berjuluk Tirai Bambu itu kekinian justru sangat kapitalis.

"Tiongkok misalnya, China, sudah partai komunisnya itu hanya sekedar untuk mengikat diri mereka, tetapi pelaksanaan daripada itu sudah kapitalisme pemerintah," ujarnya.

Terkait kritikannya itu, Anhar Gonggong pun meminta agar tidak ada lagi penyitaan buku baik dari kepolisian maupun pemerintah.

"Iya, makanya jangan lagi dilakukan ya (penyitaan buku). Jadi kalau mau mengambil buku-buku ya harus tahu juga dan sebenarnya enggak ada buku yang bisa disita ya dalam dalam pengertian ilmu ya," katanya.

Diketahui, Polda Jawa Timur telah menyita 11 buku milik GLM, tersangka demo berujung ricuh di Surabaya dan Sidoarjo pada akhir Agustus 2025 lalu. Dari sejumlah buku yang disita polisi salah satunya adalah Buku berjudul "Pemikiran Karl Max: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme" karya Franz Magnis-Suseno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Wanita di Video Rampok Uang Negara 'Mainan', Ekspresi Santai Istri Wahyudin Moridu Disorot!

Sebut Wanita di Video Rampok Uang Negara 'Mainan', Ekspresi Santai Istri Wahyudin Moridu Disorot!

Entertainment | Senin, 22 September 2025 | 16:47 WIB

Wahyudin Moridu Pamer Nabung Duit usai Dipecat Anggota DPRD, Melanie Subono Murka: Drama!

Wahyudin Moridu Pamer Nabung Duit usai Dipecat Anggota DPRD, Melanie Subono Murka: Drama!

Entertainment | Senin, 22 September 2025 | 12:30 WIB

Penggaung Jokowi 3 Periode Masuk Kabinet Prabowo, Rocky Gerung: Qodari Konservatif, Tak Progresif!

Penggaung Jokowi 3 Periode Masuk Kabinet Prabowo, Rocky Gerung: Qodari Konservatif, Tak Progresif!

News | Jum'at, 19 September 2025 | 15:59 WIB

Imbas Ramal Prabowo Rombak Kabinet, Rocky Gerung Curhat Banjir Protes Publik: Reshuffle Terburuk!

Imbas Ramal Prabowo Rombak Kabinet, Rocky Gerung Curhat Banjir Protes Publik: Reshuffle Terburuk!

News | Jum'at, 19 September 2025 | 14:48 WIB

Terkini

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:01 WIB

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:52 WIB

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:49 WIB

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:43 WIB

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:35 WIB

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:30 WIB

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:17 WIB

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:11 WIB

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:00 WIB