Keracunan Massal Lagi? 7 Siswa SMAN 15 Jakarta Mual dan Sakit Perut Usai Makan MBG

Vania Rossa, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 24 September 2025 | 11:26 WIB
Keracunan Massal Lagi? 7 Siswa SMAN 15 Jakarta Mual dan Sakit Perut Usai Makan MBG
Ilustrasi program makan bergizi gratis (MBG). (ist)
baca 10 detik
  • 7 siswa SMAN 15 Jakarta diduga keracunan usai menyantap makanan dari program MBG, 3 sempat dilarikan ke RS.

  • BGN ambil sampel makanan untuk diuji BPOM, hasil lab keluar dalam 3–7 hari.

  • Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya di Pancoran Kalibata dan Koja, jadi sorotan serius pemerintah.

Suara.com - Sebanyak tujuh siswa SMAN 15 Jakarta diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (23/9/2025). Tiga di antaranya bahkan sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, para siswa itu mengalami gejala mual hingga sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan di sekolah.

"Itu tujuh orang, tiga orang di RSUD, empat orang di UKS. (Gejalanya) Mual-mual, sakit perut aja," kata Nanik kepada wartawan, Rabu (24/9/2025).

Ia menjelaskan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait telah mendatangi rumah sakit tempat siswa dirawat sejak Selasa siang. Namun, kondisi mereka kini disebut sudah membaik.

"Yang di RSUD pulang, yang di UKS pulang. Tinggal satu orang ketemu, dan juga itu mau pulang," ujar Nanik.

Adapun makanan yang dikonsumsi para siswa dimasak oleh petugas di SPPG Sunter, Jakarta Utara. Pada hari itu, SPPG memasak 3.499 porsi dengan menu mi, ayam suwir, dan buah semangka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 641 porsi dikirim ke SMAN 15 Jakarta.

Nanik menyebut, sebelum didistribusikan ke sekolah, menu yang sama sempat disantap petugas dapur untuk sarapan. Namun, tidak ada keluhan kesehatan dari mereka setelah mengonsumsinya.

"Kami tidak menafikan, bukan karena, oh kecil segitu, tidak menafikan. Tapi tentu menjadi perhatian kami. Ini kan masih simpang siur. Apakah benar karena makan MBG atau yang lain?" ucapnya.

Meski begitu, pihaknya tetap mengambil sampel makanan untuk diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nanik menuturkan, hasil uji laboratorium baru bisa diketahui dalam tiga hingga tujuh hari ke depan.

baca juga

"Yang jelas, alhamdulillah, yang diduga kena racun atau apa namanya, yang korban yang tujuh orang itu, sudah pulang semua dari tadi siang pukul 1 (siang)," ungkapnya.

Nanik menambahkan, operasional SPPG yang memasak makanan tersebut tetap berjalan normal. Sebab, penyebab pasti gejala yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.

"Iya, nanti menunggu hasil uji lab. Misalnya keracunan itu, pasti langsung kita tutuplah. Itu tindakan kita. Termasuk SPPG-nya kan kita nonaktifkan," jelasnya.

Kasus dugaan keracunan akibat MBG ini bukan yang pertama kali terjadi. Data BGN mencatat, kasus serupa pernah muncul di SPPG Pancoran Kalibata, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2025 dengan tiga korban. Selain itu, SPPG Khusus Koja, Jakarta Utara, juga pernah mencatat 14 orang terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Komisi X DPR RI Minta Audit Ketat

Ribuan Siswa Keracunan Program Makan Bergizi Gratis, Komisi X DPR RI Minta Audit Ketat

News | Rabu, 24 September 2025 | 09:32 WIB

Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi MBG: Programnya Bagus, Penanganannya Tidak Tepat

Puan Maharani Minta Pemerintah Evaluasi MBG: Programnya Bagus, Penanganannya Tidak Tepat

News | Rabu, 24 September 2025 | 08:35 WIB

Kepala BGN Wanti-wanti Setiap Daerah Siaga Tangani Keracunan MBG

Kepala BGN Wanti-wanti Setiap Daerah Siaga Tangani Keracunan MBG

News | Selasa, 23 September 2025 | 20:37 WIB

Terkini

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Viral, Staf Pemprov Kaltim Joget saat Demo Mahasiswa Bakal Diperiksa Inspektorat

Kaltim | Sabtu, 07 November 2026 | 11:55 WIB

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

Targetkan Stok Minyak 60 Hari! Bahlil Diingatkan Jangan Cuma Bangun 'Tangki' Tanpa Isi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:47 WIB

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Irene Umar Kenang Kesuksesan Lobi-lobi M4 Mobile Legends Biar Digelar ke Indonesia

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 11:37 WIB

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Dapur Jadi Kunci Bisnis Kuliner, Begini Pentingnya Menjaga Kualitas Bahan Makanan

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 11:31 WIB

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Mitos Kerja Keras: Saat Meritokrasi Menyalahkan Rakyat Kecil

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Hyundai Genjot Produksi Pabrik Cikarang Lewat Perakitan Mobil Listrik Neira

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 11:30 WIB

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 11:26 WIB

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:22 WIB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

TWS Rp459 Ribuan Ini Punya Baterai 80 Jam dan ANC hingga 52 dB

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

Apakah Nilai SKD 2024 Bisa Dipakai untuk CPNS 2026? Cek Aturan Resminya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 11:19 WIB

×