Aksi Kamisan ke-880: Tanpa Keberanian untuk Mengingat Luka, Bangsa Ini Hanya Akan Mewariskan Trauma

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:08 WIB
Aksi Kamisan ke-880: Tanpa Keberanian untuk Mengingat Luka, Bangsa Ini Hanya Akan Mewariskan Trauma
Aksi Kamisan kembali digelar untuk ke-880 kalinya di depan Istana Merdeka, Jakarta. (tangkap layar/ist)
  • Masyarakat sipil menegaskan penolakan terhadap impunitas, kriminalisasi, dan upaya penghapusan sejarah.
  • Negara justru kerap menyingkirkan suara korban dan memoles wajah pelaku.
  • Mereka juga menyoroti manipulasi sejarah yang berpotensi menghapus jejak penting gerakan perempuan.

Suara.com - Aksi Kamisan kembali digelar untuk ke-880 kalinya di depan Istana Merdeka, Jakarta. Aksi kali ini digelar tiga hari menjelang peringatan hari ulang tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dalam aksi tersebut, masyarakat sipil menegaskan penolakan terhadap impunitas, kriminalisasi, dan upaya penghapusan sejarah.

Lebih dari dua juta orang disebut pernah menjadi korban penahanan, penyiksaan, hingga penghilangan paksa dalam sejarah kelam bangsa.

Namun, alih-alih menghadirkan keadilan, negara justru kerap menyingkirkan suara korban dan memoles wajah pelaku.

“Seolah sejarah hanya milik mereka yang berkuasa, bukan milik mereka yang menderita. Tanpa keberanian untuk mengingat luka, bangsa ini hanya akan mewariskan trauma,” tegas salah satu orator dalam Aksi Kamisan, Kamis (2/10/2025).

Dalam pernyataan sikap, orator tersebut menyampaikan lima tuntutan utama:

  1. Mengadili pelaku tragedi Kanjuruhan, termasuk aparat keamanan yang bertanggung jawab secara komando.
  2. Mendesak Jaksa Agung menindaklanjuti berkas penyelidikan Komnas HAM terkait tragedi 1965–1966 serta pelanggaran HAM berat lainnya sesuai Pasal 21 ayat 3 UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM.
  3. Kepada kepolisian, Kepada Kapolri, menghentikan kriminalisasi dan segera membebaskan aktivis, mahasiswa, serta warga yang ditangkap sewenang-wenang.
  4. Kepada Presiden, menghentikan proyek penulisan ulang sejarah dan menolak pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, karena dinilai melanggengkan impunitas dan mengaburkan fakta sejarah.
  5. Penyelidikan pro justitia komnas ham, kepada komnas ham, atas kasus dugaan berat HAM, termasuk kasus pembunuhan Munir Said Thalib harus ditentukan secara independen dan tidak boleh di intervensi oleh siapa pun.

Selain itu, salah satu peserta aksi bernama Ocha, secara khusus menyoroti manipulasi sejarah yang berpotensi menghapus jejak penting gerakan perempuan.

Ocha menilai pemerintah berusaha menghapus jejak penting gerakan perempuan.

“Terkait penulisan sejarah baru, banyak hal yang dihapus. Contohnya kongres perempuan, padahal itu salah satu titik awal gerakan perempuan Indonesia," jelas Ocha.

"Sampai sekarang pun kita sebagai perempuan masih belum merdeka, belum mendapatkan hak sepenuhnya, tapi mau dihapus oleh pemerintah,” tambahnya.

Ia menegaskan, kritiknya ditujukan langsung kepada pemerintah, Presiden Prabowo, serta aparat TNI yang disebutnya tidak menunjukkan empati.

“Saya mengutuk keras kepada pemerintah, kepada Prabowo, juga kepada bapak-ibu TNI yang lalu lalang di sini dengan sangat nirempati. Semoga mereka semua cepat sadar,” kata dia dengan nada emosional.

Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bakal Teken Perpres Tata Kelola MBG, Puan: Jangan Sampai MBG Bermasalah Lagi di Lapangan

Prabowo Bakal Teken Perpres Tata Kelola MBG, Puan: Jangan Sampai MBG Bermasalah Lagi di Lapangan

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 19:00 WIB

Ramai Kasus Keracunan, Melanie Subono Luncurkan Program 'MBG Gak Beracun'

Ramai Kasus Keracunan, Melanie Subono Luncurkan Program 'MBG Gak Beracun'

Entertainment | Kamis, 02 Oktober 2025 | 18:22 WIB

Di Atas KRI Radjiman, Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan dan Bintang Yudha Dharma Pratama

Di Atas KRI Radjiman, Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan dan Bintang Yudha Dharma Pratama

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:24 WIB

Marak Kasus Keracunan MBG, Gus Miftah: Programnya Super Bagus, yang Salah Dievaluasi Bukan Dihapus

Marak Kasus Keracunan MBG, Gus Miftah: Programnya Super Bagus, yang Salah Dievaluasi Bukan Dihapus

Entertainment | Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:40 WIB

Terkini

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

Akui Tak Bisa Nego Langsung dengan Israel, Pemerintah Gandeng Pihak Ketiga Bebaskan 9 WNI

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:03 WIB

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

Pesan di Balik Kemesraan Baru Moskow-Beijing yang Diklaim 'Tak Cari Musuh'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

Besok Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR, Ini Agendanya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:00 WIB

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

Ace Hasan: Pemerintah Akan Tempuh Jalur Diplomatik untuk Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:49 WIB

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

Mati Syahid! Aksi Heroik Ayah 8 Anak Jadi Tameng Hidup Saat Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:46 WIB

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

KPK Bongkar Modus 'Sandera Jabatan' Bupati Nonaktif Tulungagung, Pj Sekda Diperiksa

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:40 WIB

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

Simbol Nazi dan Pesan Anti-Islam Ditemukan di Mobil Pelaku Penembakan Masjid San Diego

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

Militer Israel Tangkap 4 Jurnalis Indonesia, Fauqi Hapidekso: Langgar HAM dan Hukum Internasional!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:34 WIB

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

Beraksi 4 Tahun, Siasat Licik Tukang Rujak di Duri Kepa Cabuli Siswi SD: Uang Jajan Jadi Umpan!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:33 WIB

Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik dan Hukum Bebaskan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik dan Hukum Bebaskan Tiga Jurnalis Indonesia yang Ditahan Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 15:32 WIB