Lewat Modul P5, Literasi Jaminan Sosial Dinilai Bisa Ditanamkan Sejak Dini

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 07 Oktober 2025 | 06:55 WIB
Lewat Modul P5, Literasi Jaminan Sosial Dinilai Bisa Ditanamkan Sejak Dini
Ilustrasi pendidikan (Shutterstock/Cherries)
baca 10 detik
  • Literasi dinilai menjadi faktor penting untuk memperkuat sistem perlindungan sosial.
  • Lewat pendidikan sejak dini diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal
  • Literasi jaminan sosial di kalangan pelajar diharapkan bisa menciptakan generasi emas Indonesia.

 

Suara.com - Peningkatan literasi dianggap menjadj faktor penting dalam memperkuat sistem perlindungan sosial di Indonesia. Pasalnya, tanpa adanya pemahaman masyarakat yang memadai, keberlanjutan program jaminan sosial akan terus menghadapi tantangan.

“Tanpa adanya literasi masyarakat yang cukup mengenai pentingnya jaminan sosial dalam kehidupan mereka, maka tantangan keberlanjutan program ini akan terus ada,” ujar Pengamat jaminan sosial Elyasani Irwanti ditulis pada Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, peningkatan literasi publik di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan merupakan langkah yang tak terelakkan untuk memastikan keberlangsungan program jaminan sosial nasional. 

Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami fungsi, manfaat, serta mekanisme kerja sistem jaminan sosial agar dapat terlindungi dari berbagai risiko sosial dan ekonomi.

“Peningkatan literasi jaminan sosial ini sangat penting untuk memberikan pemahaman yang komprehensif bagi masyarakat tentang jaminan sosial baik dari fungsi, manfaat, dan cara kerjanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Elyasani menilai pendidikan sejak dini menjadi strategi efektif untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya jaminan sosial. Salah satu bentuk nyata dari strategi tersebut adalah pengenalan konsep gotong royong dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) melalui dunia pendidikan.

“Dengan membangun kesadaran dan ekosistem jaminan sosial yang kuat melalui pendidikan sejak dini maka ke depannya diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dan terlindungi dari risiko sosial dan ekonomi,” terangnya.

Sebagai bagian dari upaya itu, pemerintah telah meluncurkan Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (Modul P5) bertema “Jaminan Sosial untuk Masa Depan yang Lebih Cerah” pada 11 Desember 2023. Modul ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang jaminan sosial kepada peserta didik agar lebih siap menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

Elyasani berharap, langkah ini diikuti dengan komitmen berkelanjutan untuk memperluas penerapan modul tersebut di berbagai satuan pendidikan di Indonesia.

baca juga

“Harapannya, akan menciptakan perubahan yang nyata dan membangun kesadaran terhadap literasi jaminan sosial di kalangan pelajar,” ujar lecturer di Learning and Development BPJS Ketenagakerjaan itu.

Menurutnya, proyek Modul P5 tak hanya mengajarkan konsep jaminan sosial, tetapi juga membentuk karakter sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat memahami pentingnya jaminan sosial bagi diri sendiri dan mampu menularkan pengetahuan tersebut ke lingkungannya.

Dari sisi lembaga penyelenggara, Elyasani melihat inisiatif ini dapat menjadi momentum bagi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk memperluas kepesertaan di masa depan.

“Ibarat menanam pohon, literasi jaminan sosial kepada peserta didik belum menghasilkan buah saat ini, namun saat mereka memasuki dunia kerja maka akan timbul kesadaran akan pentingnya jaminan sosial,” tuturnya.

Ia menambahkan, kesadaran yang tumbuh sejak dini akan membuat generasi muda menjadikan jaminan sosial sebagai kebutuhan perlindungan kerja secara sukarela.

“Dengan begitu secara sukarela tanpa paksaan mereka akan menjadikan jaminan sosial sebagai kebutuhan perlindungan dalam bekerja,” sambung Elyasani yang juga berprofesi sebagai dokter gigi di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta.

Elyasani menegaskan, dukungan pemerintah melalui Modul P5 perlu diikuti langkah aktif dari lembaga penyelenggara jaminan sosial untuk melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah.

“Badan penyelenggara bisa menjadi fasilitator dan berperan aktif mensukseskan literasi jaminan sosial di kalangan pelajar demi masa depan yang lebih cerah dalam menyongsong generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Melihat Metode pembelajaran modern Smart Clasroom

Melihat Metode pembelajaran modern Smart Clasroom

Foto | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 18:05 WIB

Mengulik Pendidikan Gibran: MDIS Tak Keluarkan Ijazah, Hanya Jalankan Kurikulum Universitas Asing

Mengulik Pendidikan Gibran: MDIS Tak Keluarkan Ijazah, Hanya Jalankan Kurikulum Universitas Asing

News | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 14:15 WIB

Biar Keuangan Tetap Aman, Mulai dari Literasi Kredit Sejak Sekarang

Biar Keuangan Tetap Aman, Mulai dari Literasi Kredit Sejak Sekarang

Bisnis | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:55 WIB

Pendidikan Jessica Rosmaureena dan Hokky Caraka Jomplang? Viral Isu Perselingkuhan

Pendidikan Jessica Rosmaureena dan Hokky Caraka Jomplang? Viral Isu Perselingkuhan

Lifestyle | Jum'at, 03 Oktober 2025 | 09:33 WIB

Terkini

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:25 WIB

×