Menteri PU Soal Tradisi Santri Ngecor di Pesantren: Enggak Boleh Ngomong Begitu

Bangun Santoso

Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:01 WIB
Menteri PU Soal Tradisi Santri Ngecor di Pesantren: Enggak Boleh Ngomong Begitu
Menteri PU Dody Hanggodo. [Antara]
baca 10 detik
  • Menteri PU Dody Hanggodo membela tradisi keterlibatan santri dalam pembangunan pesantren pasca-tragedi Sidoarjo
  • Tragedi ambruknya gedung Ponpes Al Khoziny telah memicu sorotan tajam terhadap tradisi "ngecor" oleh santri
  • Pemerintah, melalui Kementerian PU, berjanji akan melakukan evaluasi dan audit keselamatan bangunan di seluruh pondok pesantren

Suara.com - Tragedi ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang terjadi saat ratusan santri tengah salat berjemaah, kini menyeret perdebatan sengit mengenai tradisi kerja bakti di lingkungan pesantren.

Di tengah sorotan publik terhadap dugaan pelibatan santri dalam proses pengecoran (ngecor) bangunan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memberikan pembelaan yang memicu diskusi luas.

Saat meninjau langsung lokasi reruntuhan pada Senin (6/10) malam, Dody Hanggodo menolak narasi bahwa para santri telah dieksploitasi atau dipekerjakan secara tidak layak.

Menurutnya, partisipasi santri dalam pembangunan fasilitas mereka sendiri adalah bagian dari sebuah konsep luhur yang telah lama hidup di dunia pesantren.

"Belum, jangan bilang begitu. Enggak boleh ngomong begitu lah. Ini kan santri, dari santri untuk santri konsepnya kan itu," kata Dody.

Pernyataan ini merespons dugaan kuat bahwa para santri di Ponpes Al Khoziny turut serta dalam proses ngecor lantai atap gedung, yang nahasnya kemudian jebol dan meruntuhkan struktur di bawahnya.

Namun, bagi Menteri Dody, tradisi ini tidak bisa serta-merta dipandang sebagai bentuk pelibatan anak di bawah umur dalam pekerjaan konstruksi yang berbahaya.

"Pondok pesantren kan dibikin dari santri untuk santri, jadi enggak bisa bilang (anak) di bawah umur (dilibatkan) segala macam," ujar dia.

Tradisi "ngecor" atau kerja bakti membangun fasilitas memang bukan hal asing di banyak pondok pesantren di Indonesia. Kegiatan ini seringkali dipandang sebagai bentuk pengabdian, pembelajaran, dan cara menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater.

baca juga

Para santri, dengan semangat kebersamaan, bahu-membahu mendirikan asrama, masjid, atau ruang kelas mereka. Namun, tragedi di Sidoarjo menjadi pengingat keras bahwa semangat gotong royong harus diimbangi dengan standar keselamatan konstruksi yang ketat.

Insiden yang terjadi pada Senin (29/9) sore itu menjadi pukulan telak. Gedung tiga lantai yang masih dalam tahap pembangunan tersebut runtuh ketika ratusan santri sedang khusyuk melaksanakan Salat Asar berjemaah.

Peristiwa itu sontak membuka mata banyak pihak akan potensi risiko di balik tradisi yang selama ini dianggap mulia.

Menyadari dampak dan potensi bahaya yang lebih luas, Menteri Dody Hanggodo berjanji bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Ia memastikan kementeriannya akan mengambil langkah konkret untuk mencegah peristiwa serupa terulang di masa depan.

Evaluasi dan audit menyeluruh terhadap standar keselamatan bangunan di seluruh pondok pesantren di Indonesia akan menjadi prioritas utama.

"Nanti secara bertahap kita akan lakukan perbaikan sana-sini agar kejadian ini pokoknya tidak terulang lagi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Operasi Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup Basarnas

Operasi Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup Basarnas

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:53 WIB

Tragedi Al Khoziny Picu Audit Nasional, Pesantren di Atas 100 Tahun Jadi Prioritas

Tragedi Al Khoziny Picu Audit Nasional, Pesantren di Atas 100 Tahun Jadi Prioritas

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:38 WIB

Buntut Tragedi Ponpes Al Khoziny, Pemerintah Bentuk Satgas Audit Bangunan Pesantren

Buntut Tragedi Ponpes Al Khoziny, Pemerintah Bentuk Satgas Audit Bangunan Pesantren

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 15:33 WIB

Cegah Tragedi Al Khoziny Terulang, Pemerintah Akan Audit dan Rehabilitasi Pesantren Tua

Cegah Tragedi Al Khoziny Terulang, Pemerintah Akan Audit dan Rehabilitasi Pesantren Tua

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:58 WIB

Audit Total Bangunan Ponpes se-Indonesia Imbas Tragedi Al Khoziny, Kemenag Bakal Gandeng Kemen PU

Audit Total Bangunan Ponpes se-Indonesia Imbas Tragedi Al Khoziny, Kemenag Bakal Gandeng Kemen PU

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 13:48 WIB

Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Selesai, 61 Jenazah dan 7 Potongan Tubuh Ditemukan dari Reruntuhan

Operasi SAR Ponpes Al Khoziny Selesai, 61 Jenazah dan 7 Potongan Tubuh Ditemukan dari Reruntuhan

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:17 WIB

Takdir atau Kelalaian? Polisi akan Usut Ambruknya Musala Al Khoziny yang Renggut 63 Nyawa Santri

Takdir atau Kelalaian? Polisi akan Usut Ambruknya Musala Al Khoziny yang Renggut 63 Nyawa Santri

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:11 WIB

Terkini

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

CORE Soroti Rencana Pembatasan Pertalite, Data BPS Diminta Jadi Patokan

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Jurus Rudy Susmanto Tekan Pengangguran Bogor: Gandeng SKPD, Cetak Ribuan Wirausaha Baru

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:39 WIB

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

Masuk Babak Akhir, Putusan Praperadilan Febrie Adriansyah Dibacakan Kamis

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas

Riau | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

Polda Metro Bantah Tangkap Botok di DPR, Sebut Hanya Dampingi Urus Izin Kegiatan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:28 WIB

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Tegas! Prabowo Minta 3 Tersangka Kasus Karhutla Riau Dipindahkan ke Jakarta

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Pasca Gempa NTT, Gibran Siapkan Keringanan Kredit bagi Warga Terdampak

Video | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

Menhut dan Menteri LH Absen Rapat Karhutla, Istana Beri Penjelasan

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Ekonom Nilai Target Pajak Naik 12% di RAPBN 2027 Tak Realistis

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:23 WIB

×