Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban

Agung Pratnyawan | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:45 WIB
Afghanistan Pulihkan Akses Internet 48 Jam Setelah Penutupan Taliban
Ilustrasi internet (Pexels.com)

Layanan internet di Afghanistan kembali beroperasi pada hari Rabu, mengembalikan komunikasi penting dan konektivitas web bagi penduduk, berlangsung 48 jam setelah pemerintah Taliban memblokir akses internet secara nasional tanpa memberikan penjelasan.

CBS News mengonfirmasi bahwa layanan internet kembali aktif pada hari Rabu dengan melibatkan langsung sejumlah individu di berbagai lokasi di negara tersebut.

Dilansir dari CBS (1/10/2025), Taliban belum memberikan penjelasan resmi mengenai penutupan internet yang berlangsung lebih dari 48 jam, yang hampir melumpuhkan negara karena komunikasi digital terputus, penerbangan terhenti akibat sistem kontrol lalu lintas udara yang tidak berfungsi, dan akses layanan perbankan terhalang.

Pemutusan itu terjadi beberapa minggu setelah pemerintah Taliban mulai membatasi akses internet berkecepatan tinggi di sejumlah provinsi, dengan alasan bahwa langkah tersebut diambil "untuk mencegah aktivitas tidak bermoral" atas perintah pemimpin tertinggi kelompok, Hibatullah Akhundzada.

Sumber di Afghanistan yang memanfaatkan koneksi satelit Starlink untuk komunikasi berbasis web menyampaikan kepada CBS News pada hari Selasa bahwa terdapat rumor tentang kemungkinan Taliban akan mengembalikan setidaknya layanan data dasar 2G untuk pengguna ponsel. 

Namun, pemulihan yang lebih signifikan, termasuk jaringan 4G yang terlihat pada hari Rabu, menjadi sesuatu yang mengejutkan.

CBS News tidak berhasil menghubungi pejabat Taliban di Kabul pada hari Rabu untuk memberikan komentar mengenai baik pemutusan maupun pemulihan layanan internet yang terjadi baru-baru ini.

Ketidakmampuan untuk mendapatkan tanggapan resmi ini menunjukkan kurangnya transparansi dari pihak Taliban terkait masalah penting yang memengaruhi kehidupan sehari-hari rakyat Afghanistan.

Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Afghanistan mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa, menekankan bahwa pemadaman internet tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif yang serius bagi rakyat Afghanistan. 

Mereka memperingatkan bahwa hal ini dapat mengancam stabilitas ekonomi negara dan memperburuk krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung. Dalam pernyataannya, misi tersebut mendesak Taliban untuk segera mengembalikan akses internet, yang dianggap vital untuk komunikasi dan informasi.

Di sisi lain, AS dan sebagian besar negara-negara Barat lainnya tetap menolak untuk mengakui Taliban sebagai pemerintahan yang sah di Afghanistan. 

Penolakan ini berlangsung sejak kelompok tersebut mengambil alih kendali negara pada tahun 2021, setelah penarikan militer AS yang tidak teratur dan penuh kekacauan.

Penolakan ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas mengenai kebijakan Taliban, terutama terkait hak asasi manusia dan kebebasan sipil.

Sejak pengambilalihan tersebut, Taliban telah mengambil langkah-langkah yang secara signifikan membatasi hak-hak perempuan dan anak perempuan, menahan jurnalis, dan menindak tegas perbedaan pendapat di masyarakat. 

Tindakan ini semakin menambah ketegangan antara pemerintahan Taliban dan komunitas internasional yang mengawasi situasi hak asasi manusia di Afghanistan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Gempa Afghanistan Magnitudo 6: Jalan Putus, Lebih 250 Orang Tewas!

5 Fakta Gempa Afghanistan Magnitudo 6: Jalan Putus, Lebih 250 Orang Tewas!

News | Senin, 01 September 2025 | 13:02 WIB

Lagi-lagi Jepang! Pecahkan Rekor Internet Secepat Kilat, 3,5 Juta Kali Lipat dari AS

Lagi-lagi Jepang! Pecahkan Rekor Internet Secepat Kilat, 3,5 Juta Kali Lipat dari AS

Tekno | Kamis, 24 Juli 2025 | 16:06 WIB

Komdigi Buka Suara soal Pembiayaan Internet Sekolah Rakyat

Komdigi Buka Suara soal Pembiayaan Internet Sekolah Rakyat

Tekno | Sabtu, 05 Juli 2025 | 09:28 WIB

Terkini

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

TNI dan Polri Tindak Tegas Oknum 'Backing' BBM Subsidi, Dua Personel Masuk Tahap Penyidikan

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:51 WIB

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

Bersihkan Internal, Bareskrim Polri Pastikan Pecat Anggota yang Jadi 'Bekingan' Mafia Migas

News | Selasa, 07 April 2026 | 22:19 WIB

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

Rumah Pompa Ancol, Solusi Pramono Anung Tangkal Banjir di Kawasan Pesisir Jakarta

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:44 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Elpiji Subsidi, Kerugian Negara Tembus Rp1,2 Triliun

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:39 WIB

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

Desakan Pengusutan Kasus Andrie Yunus di Peradilan Umum Terus Menguat, Lebih Adil Bagi Korban

News | Selasa, 07 April 2026 | 21:00 WIB

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:55 WIB

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:53 WIB

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

Serangan Baru Bombardir Pulau Kharg Saat Donald Trump Ancam Kehancuran Iran

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:32 WIB

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

Polri Usul Ambang Batas Kepemilikan Narkoba Diperkecil, Biar Jelas Bedakan Pengguna dan Bandar

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:29 WIB

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

DPR Ingatkan Kenaikan Tiket Pesawat Hanya Langkah Darurat, Bukan Kebijakan Permanen

News | Selasa, 07 April 2026 | 20:24 WIB