Bantu Gibran Bangun Papua, Prabowo Tunjuk Eks Jenderal hingga Eks Stafsus Jokowi

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 10 Oktober 2025 | 10:14 WIB
Bantu Gibran Bangun Papua, Prabowo Tunjuk Eks Jenderal hingga Eks Stafsus Jokowi
Presiden Prabowo Subianto memberikan selamat usai pelantikan pejabat di Istana Negara, Jakarta. (foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
  • Mereka tergabung dalam Komite Esksekutif Percapatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
  • Velix Wanggai ditunjuk memimpin Komite Eksekutif tersebut. Mantan Pj Gubernur Papua Pegunungan tersebut dilantik menjadi Ketua.
  • Velix mengatakan Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi.

Suara.com - Komite Esksekutif Percapatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua memiliki ketua dan anggota dari berbagai latar belakang, mulai dari anggota Kabinet Merah Putih, mantan jenderal, hingga eks staf khusus Presiden ke-7 Joko Widodo.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik ketua dan anggota Komite Eksekutif di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

Velix Wanggai ditunjuk memimpin Komite Eksekutif tersebut. Mantan Pj Gubernur Papua Pegunungan tersebut dilantik menjadi Ketua.

Sementara itu, anggota Komite terdiri dari John Wempi Wetipo, mantan Wakil Menteri Dalam Negeri; Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri; Yanni, Ketua DPD Gerindra Papua; John Gluba Gebze, mantan Bupati Merauke; Johnson Estrella Sihasale, aktor dan sineas; serta mantan staf khusus Presiden ke-7 RI Jokowi, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar.

Selain itu, ada mantan jenderal TNI/Polri yang ikut ditunjuk sebagai anggota Komite, di antaranya Letjen TNI Purn.

Ignatius Yogo Triyono, mantan Pangdam Cendrawasih; Komjen Purn. Paulus Waterpauw, mantan Kapolda Papua; dan Letjen Purn. Ali Hamdan Bogra, mantan Pangdam Kasuari

Usai pelantikan, Velix menyampaikam bahwa lembaganya akan mengawal delapan agenda besar dalam kerangka asta cita kontekstual Papua, yang meliputi pembangunan politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan.

Selain itu, Velix menjelaskan lembaga baru yang memiliki anggota dengan latar belakang beragam ini juga akan mengurus terkait dengan beragam aspek sosial budaya mulai dari olahraga, kesetaraan gender, hingga ekonomi kreatif untuk pembangunan papua.

“Negara harus hadir menyentuh saudara-saudara kita di pantai, pegunungan, pedalaman, hingga rawa-rawa agar semua merasakan kehadiran negara,” kata Velix.

Velix mengatakan Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua secara langsung dan terintegrasi.

Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novoan)
Presiden RI Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat di Istana Negara, Jakarta. (Suara.com/Novoan)

"Bapak presiden memberi komitmen yang kuat untuk langsung menghandle, mengelola Papua. Mengelola Papua tentu di dalam agenda yang menyeluruh, yang terintegrasi baik agenda Papua dalam konteks global, di dalam konteks nasional, integrasi antara kebijakan lintas kementerian, private sector maupun juga konsolidasi ke tingkat provinsi maupun kabupaten,” ujar Velix.

Terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua untuk membantu kerja Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Badan tersebut diketuai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi begini, sesuai dengan Undang-Undang Otonomi Khusus, itu kan ada yang disebut dengan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di situ kemudian juga mengamanatkan untuk membantu Badan ini maka dibentuklah yang namanya Komite Eksekutif," kata Prasetyo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/10/2025).

"Nah, yang hari ini tadi dilantik oleh bapak presiden adalah ketua dan anggota dari Komite Eksekutif tersebut yang akan membantu kerja dari Badan-badan Pengarah yang diketuai oleh Wakil Presiden," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Swasembada Pangan! Mentan: InsyaAllah Tak Impor Beras Lagi, Mudah-mudahan Tak Ada Iklim Ekstrem

Swasembada Pangan! Mentan: InsyaAllah Tak Impor Beras Lagi, Mudah-mudahan Tak Ada Iklim Ekstrem

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 21:59 WIB

20 Oktober Jadi Ujian Prabowo, Akankah Lepas Bayang Jokowi dan Rombak Kabinet?

20 Oktober Jadi Ujian Prabowo, Akankah Lepas Bayang Jokowi dan Rombak Kabinet?

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 17:37 WIB

Relawan GPN 08 Gelar 'Ngaliwet Rakyat' Peringati Setahun Jabatan Presiden

Relawan GPN 08 Gelar 'Ngaliwet Rakyat' Peringati Setahun Jabatan Presiden

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 14:45 WIB

Siang Ini, Prabowo Panggil Tiga Menteri dan Satu Wamen Menghadap ke Istana

Siang Ini, Prabowo Panggil Tiga Menteri dan Satu Wamen Menghadap ke Istana

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:44 WIB

Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya

Sejalan dengan Prabowo, TNI Sebut Sudah Terapkan Meritokrasi dalam Promosi Jabatan, Ini Contohnya

News | Kamis, 09 Oktober 2025 | 13:36 WIB

Terkini

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

Tragedi Maut di Basement TB Simatupang: Niat Tolong Rekan, 4 Pekerja Tewas Terjebak Gas Beracun

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:05 WIB

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

Kecelakaan Maut di Kalideres: Ani Maryati Meninggal Dunia Usai Tersenggol Iring-iring Truk TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:36 WIB

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

Bukan Sekadar Isu! Said Didu Bongkar Alasan JK Khawatir Indonesia Chaos Juli-Agustus Mendatang

News | Jum'at, 03 April 2026 | 21:02 WIB

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

Kader Demokrat Dilaporkan ke Kemen PPA Atas Tuduhan Kekerasan Psikis ke Istri dan Penelantaran Anak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 20:04 WIB

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

BNI Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr Tak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:47 WIB

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

'Mirip Nazi!' Wakil Ketua MPR Kecam Keras UU Hukuman Mati Israel bagi Tawanan Palestina

News | Jum'at, 03 April 2026 | 19:08 WIB

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

Gara-gara Bak Sampah dan Tatapan Sinis, Eks Ojol di Bekasi Sewa Orang Siram Tetangga Pakai Air Keras

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:44 WIB

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa Bareskrim Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun, Ini Faktanya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 18:19 WIB