Wacana 'Reset Indonesia' Menggema, Optimisme Kalahkan Skenario Prabowo-Gibran Dua Periode

Erick Tanjung

Sabtu, 11 Oktober 2025 | 10:56 WIB
Wacana 'Reset Indonesia' Menggema, Optimisme Kalahkan Skenario Prabowo-Gibran Dua Periode
Kolase foto Prabowo-Gibran. [Suara.com / Buniamin]
baca 10 detik
  • Wacana mengenai arah masa depan politik Indonesia—apakah menuju perubahan mendasar (reset) atau kelanjutan pemerintahan saat ini—menjadi perdebatan publik. 
  • Optimisme terhadap gagasan "Reset Indonesia" yang didorong oleh generasi muda terdengar lebih kuat daripada prediksi keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran.
  • Meningkatnya kesadaran politik dari kalangan muda yang menginginkan adanya perumusan arah baru bagi masa depan Indonesia.

Suara.com - Wacana mengenai arah masa depan politik Indonesia—apakah menuju perubahan mendasar (reset) atau kelanjutan pemerintahan saat ini—menjadi perdebatan hangat di tengah publik. Dalam sebuah diskusi daring, optimisme terhadap gagasan "Reset Indonesia" yang didorong oleh generasi muda terdengar lebih kuat daripada prediksi keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

Diskusi ini berlangsung di platform X melalui akun @idbaruid pada Jumat (10/10/2025), dengan tema "Lebih Mungkin Mana: Reset Indonesia atau Prabowo-Gibran Dua Periode?"

Salah satu pembicara, penulis Benaya Harobu, menyuarakan optimismenya terhadap kemungkinan "Reset Indonesia". Ia mendasarkan keyakinannya pada semangat perubahan yang ia lihat di kalangan anak muda.

"Lebih mungkin reset Indonesia, saya optimistis dengan itu. Saya justru bertemu anak-anak muda yang sangat penuh harapan," ujarnya.

"Jadi, kemungkinan di tahun 2029 tidak akan ada dua periode lagi."

Tantangan Oligarki dan Kemiskinan Struktural

Pandangan ini didukung oleh salah seorang pendengar, Cak Iqbal dari Jember. Menurutnya, sebagai bangsa yang besar, Indonesia lebih membutuhkan sebuah reset sistemik ketimbang sekadar melanjutkan kepemimpinan.

"Bagi saya, kita itu bangsa besar... Untuk hal yang besar itu... jawaban paling pasti adalah me-reset Indonesia," ungkapnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar datang dari kekuatan oligarki yang terus mengkonsolidasikan pengaruhnya.

baca juga

Pendapat serupa datang dari pendengar anonim yang menyoroti adanya kemiskinan struktural yang disengaja oleh pemerintah.

"Menurut saya, kita ini sudah [mengalami] kemiskinan struktural, yaitu pemerintah maunya seperti itu," katanya. Oleh karena itu, ia sepakat bahwa Indonesia memang harus di-reset.

Diskusi ini menjadi cerminan meningkatnya kesadaran politik publik, khususnya dari kalangan muda, yang menginginkan adanya perumusan arah baru bagi masa depan demokrasi di Indonesia.

________________________________

Reporter Magang: Safelia Putri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosen Filsafat Ungkap Masalah Demokrasi di Indonesia: Dari Politik Feodal hingga Hilangnya Oposisi

Dosen Filsafat Ungkap Masalah Demokrasi di Indonesia: Dari Politik Feodal hingga Hilangnya Oposisi

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 08:05 WIB

Ngaku Pendukung Jokowi, Peserta Ini Disoraki di Tengah Diskusi Demokrasi

Ngaku Pendukung Jokowi, Peserta Ini Disoraki di Tengah Diskusi Demokrasi

News | Selasa, 07 Oktober 2025 | 07:49 WIB

Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran 2 Periode, Manuver Politik atau Upaya Selamatkan Ijazah Gibran?

Jokowi Ngotot Prabowo-Gibran 2 Periode, Manuver Politik atau Upaya Selamatkan Ijazah Gibran?

News | Minggu, 28 September 2025 | 14:07 WIB

Terkini

Cuaca Semarang Diprakirakan Panas hingga 36 Derajat Celsius, Warga Diminta Waspada

Cuaca Semarang Diprakirakan Panas hingga 36 Derajat Celsius, Warga Diminta Waspada

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Ulasan Mini Series Carrie: Ketika Perundungan Digital Membangkitkan Teror

Ulasan Mini Series Carrie: Ketika Perundungan Digital Membangkitkan Teror

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:43 WIB

4 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Scorpio, Musuh Alami dalam Asmara

4 Zodiak yang Paling Tidak Cocok dengan Scorpio, Musuh Alami dalam Asmara

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:40 WIB

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

×