Partisipasi Publik di Pilkada 2024 Naik Kelas: 4 Provinsi Raih Predikat Fully Participatory

Vania Rossa, Muhammad Yasir

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 17:38 WIB
Partisipasi Publik di Pilkada 2024 Naik Kelas: 4 Provinsi Raih Predikat Fully Participatory
Peluncuran IPP Pilkada 2024 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025). (Suara.com/Muhammad Yasir)
baca 10 detik
  • KPU RI mencatat peningkatan signifikan dalam Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) 2024, di mana partisipasi masyarakat kini didominasi oleh level engagement atau keterlibatan aktif.
  • Empat provinsi—Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan—berhasil mencapai kategori tertinggi, yaitu fully participatory.
  • Meski demikian, KPU menyoroti masih adanya tantangan pada aspek pencalonan serta pendidikan pemilih yang perlu diperkuat untuk mendorong partisipasi penuh di seluruh daerah.

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) Pilkada 2024, yang menunjukkan adanya lompatan kualitas dalam keterlibatan publik pada proses demokrasi lokal. Partisipasi masyarakat kini diklaim tak lagi sebatas hadir di bilik suara, melainkan telah meningkat ke level engagement atau keterlibatan aktif di hampir seluruh wilayah Indonesia.

Berdasar data yang dirilis, mayoritas daerah menunjukkan peningkatan signifikan. Di tingkat provinsi, sebanyak 31 dari 37 provinsi (83,8%) berhasil masuk dalam kategori engagement. 

Sementara di tingkat kabupaten/kota, dari 415 daerah yang diukur, 446 di antaranya (87,8%) juga berada di level yang sama.

Anggota KPU RI, August Mellaz menilai hal ini sebagai kemajuan besar jika dibandingkan dengan hasil IPP Pemilu sebelumnya, di mana partisipasi publik masih didominasi oleh level involvement atau keterlibatan pasif.

“Kalau kita bisa perbandingkan, ternyata kalau di IPP pemilu lalu itu tingkat involvement yang paling dominan, sekarang tingkat engagement yang lebih dominan,” ujar August dalam acara peluncuran IPP Pilkada 2024 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).

Empat Provinsi Raih Kategori Tertinggi

Di puncak capaian, empat provinsi berhasil menembus kategori tertinggi, yaitu fully participatory atau partisipatif penuh. Keempatnya adalah Jawa Timur (80,87), Jawa Tengah (79,10), Sulawesi Utara (79,05), dan Sulawesi Selatan (78,27). 

Capaian ini merefleksikan wilayah di mana pemilih tidak hanya aktif secara prosedural, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan inisiatif dalam mengawal proses demokrasi secara lebih kritis.

Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, penyusunan indeks ini merupakan sebuah upaya reflektif untuk mengangkat standar partisipasi politik di Indonesia.

baca juga

"Partisipasi seharusnya tidak berhenti pada perhitungan angka kehadiran semata, tetapi juga mencakup dimensi yang membentuk keterlibatan warga sejak tahap awal hingga akhir penyelenggaraan pilkada," katanya. 

Meski menunjukkan tren positif, KPU RI mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di mana dari lima dimensi yang diukur—Registrasi Pemilih, Pencalonan, Kampanye, Sosialisasi/Pendidikan Pemilih, dan Tingkat Partisipasi Pemilih (Voter Turnout)—dua di antaranya masih menjadi tantangan.

Dua variabel kunci, yaitu Pencalonan (65,16) dan Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (60,97), menunjukkan skor terendah. Temuan ini mengungkap adanya hambatan struktural dan budaya yang menghalangi masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam proses politik sejak tahap awal.

“Setelah dua IPP ini di-launching, ini akan jadi dasar bagi kami di KPU untuk melakukan perencanaan program dan kegiatan ke depan. Jadi kita tidak lagi berandai-andai, karena kita sudah punya benchmark dan juga baseline,” tutur August.

August mengungkap, ke depan, tantangan terbesar adalah mendorong lebih banyak daerah untuk mencapai level partisipasi penuh.

“Ketika porsinya engagement itu besar, artinya mereka terlibat dengan cukup aktif di setiap tahapan-tahapan. Nah tinggal memang nanti bagaimana agar bisa fully participatory, itu tantangan kami ke depan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendagri Beberkan 'Penyakit Kronis' Demokrasi: Politik Uang Merajalela Akibat Banyak Warga Miskin!

Kemendagri Beberkan 'Penyakit Kronis' Demokrasi: Politik Uang Merajalela Akibat Banyak Warga Miskin!

News | Sabtu, 18 Oktober 2025 | 14:56 WIB

'Ini Partisipasi Semu!' Koalisi Sipil Tagih Janji dan Ultimatum DPR soal RKUHAP

'Ini Partisipasi Semu!' Koalisi Sipil Tagih Janji dan Ultimatum DPR soal RKUHAP

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 16:09 WIB

Janji Audiensi RUU KUHAP Ditagih, Lokataru ke Komisi III DPR: Kapan dan di Mana Suratnya?

Janji Audiensi RUU KUHAP Ditagih, Lokataru ke Komisi III DPR: Kapan dan di Mana Suratnya?

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:25 WIB

Terkini

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Bahas Syarat Parpol Nasional di MK, Hakim Enny Singgung 'Partai Incess Indonesia' Ala Syahrini

Bahas Syarat Parpol Nasional di MK, Hakim Enny Singgung 'Partai Incess Indonesia' Ala Syahrini

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Saham Anda Didepak dari IHSG? Jangan Panik, Simak Penjelasan Resmi BEI

Saham Anda Didepak dari IHSG? Jangan Panik, Simak Penjelasan Resmi BEI

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang

Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Ini Daftar 6 Bakal Calon Rektor Unila 20272031: Panitia Larang Keras Aksi Saling Menjatuhkan

Ini Daftar 6 Bakal Calon Rektor Unila 20272031: Panitia Larang Keras Aksi Saling Menjatuhkan

Lampung | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Kebutuhan Rumah Jateng Capai 990 Ribu Unit, BTN Housingpreneur Batch 3 Buka Peluang Inovasi

Kebutuhan Rumah Jateng Capai 990 Ribu Unit, BTN Housingpreneur Batch 3 Buka Peluang Inovasi

Jawa Tengah | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:56 WIB

Jakarta Darurat Liang Lahat, Makam di Ibu Kota Tersisa 9 Bulan Lagi

Jakarta Darurat Liang Lahat, Makam di Ibu Kota Tersisa 9 Bulan Lagi

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Korban Tewas Karhutla Bromo Jadi 5 Orang, Relawan MPA Hembuskan Napas Terakhir

Korban Tewas Karhutla Bromo Jadi 5 Orang, Relawan MPA Hembuskan Napas Terakhir

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:53 WIB

×