Hari Santri 2025, Sekjen PDIP Soroti Kiprah Bung Karno dalam Gerakan Dunia Islam

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:32 WIB
Hari Santri 2025, Sekjen PDIP Soroti Kiprah Bung Karno dalam Gerakan Dunia Islam
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soroti peran Bung Karno dalam gerakan Islam di dunia dalam peringatan Hari Santri 2025. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Hasto ungkap peran global Bung Karno dalam Resolusi Jihad dan solidaritas dunia Islam 1945.
  • Bung Karno disebut pahlawan Islam karena dukung kemerdekaan bangsa-bangsa tertindas di Asia dan Afrika.
  • PDIP warisi semangat Bung Karno, menolak kedatangan Israel dan teguh mendukung kemerdekaan Palestina.

Suara.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengungkapkan fakta sejarah yang jarang disorot publik mengenai dampak global Resolusi Jihad 1945 dan peran strategis Bung Karno dalam membangun solidaritas dunia Islam.

Hasto menjelaskan bahwa dalam Konferensi Islam Asia Afrika 1965, Bung Karno mendapat gelar 'Pendekar Kemerdekaan dan Pahlawan Islam', sebuah penghargaan bergengsi yang menegaskan peran internasional sang Proklamator dan sering terlupakan dalam narasi sejarah bangsa.

Hal itu disampaikan Hasto dalam peringatan Hari Santri 2025 bertema 'Santri Berjuang: Ajaran Bung Karno, Warisan Kemerdekaan dan Kontribusi Generasi Muda' di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Dalam pidatonya, Hasto mengisahkan peristiwa penting ketika Bung Karno berkonsultasi dengan KH Hasyim Asy’ari tentang hukum membela tanah air.

Hasil pertemuan itu melahirkan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, yang menegaskan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah kewajiban agama bagi setiap muslim, serta penjajah merupakan musuh agama dan bangsa.

"Hebatnya, Resolusi Jihad ini terdengar juga oleh pendiri Pakistan, Muhammad Ali Jinnah. Dia pun mengeluarkan resolusi serupa, yang mengakibatkan sekitar 600 tentara muslim membelot dari tentara Inggris untuk membela Indonesia yang baru merdeka. Banyak dari mereka yang gugur sebagai syuhada," ujarnya.

Untuk menghormati pengorbanan tersebut, lanjut Hasto, Bung Karno kemudian mendirikan Masjid Syuhada di Yogyakarta, saat ibu kota pemerintahan berpindah ke sana.

"Kebetulan sopir Bung Karno pada saat ditangkap Belanda juga bernama Syuhada," ujarnya.

Bagi Hasto, peristiwa ini menjadi bukti kuat bahwa pertemuan antara agama dan nasionalisme melahirkan kekuatan yang mampu menandingi kekuatan pemenang Perang Dunia II.

baca juga

Pemikiran Islam Bung Karno yang Universal

Hasto menegaskan bahwa pemahaman keislaman Bung Karno sangat mendalam dan progresif. Sang Proklamator banyak terinspirasi dari tokoh-tokoh Islam dunia seperti Sayyid Jamaluddin al-Afghani, Arabi Pasha, Mustafa Kamil, dan Muhammad Abduh.

"Dalam perjuangannya melawan Belanda, Bung Karno banyak mengutip ayat-ayat Al-Qur'an yang membangkitkan semangat. Inilah yang ingin kita luruskan dari sejarah: Bung Karno dan Islam," tegasnya.

Pandangan Islam yang terbuka dan berpihak pada kemerdekaan itu menjadi dasar politik luar negeri Bung Karno yang anti-imperialis.

Pasca Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, Bung Karno aktif mendukung perjuangan kemerdekaan negara-negara Islam di Afrika dan Timur Tengah.

"Bung Karno menyewakan rumah di Jalan Serang, Menteng, Jakarta untuk pejuang-pejuang dari Aljazair, Maroko, Tunisia, dan Sudan. Bahkan, untuk membebaskan Aljazair, Bung Karno menyelundupkan senjata yang seharusnya untuk Irian Barat, karena lebih memprioritaskan pembebasan bangsa-bangsa terjajah," katanya.

Atas kontribusi besar itu, dunia Islam kemudian menganugerahkan Bung Karno gelar “Pendekar dan Pembebas Bangsa Islam”.

Hasto menegaskan bahwa komitmen Bung Karno terhadap keadilan global menjadi fondasi ideologis PDIP hingga saat ini.

Semangat itu diwujudkan dalam sikap politik tegas PDIP menolak kedatangan Israel dan mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

"Dengan spirit Resolusi Jihad dan dukungan negara-negara Asia Afrika, kalau Bung Karno masih hidup, peristiwa seperti Gaza tidak akan pernah terjadi," tuturnya.

Hasto juga menyoroti koneksitas spiritual dan politik antara Bung Karno dan putrinya, Megawati Soekarnoputri.

Ia mengingatkan bahwa saat penyusunan kabinet 2014, Megawati menekankan pentingnya kesadaran historis dan penguatan ekonomi rakyat, termasuk dari kalangan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

"Semangat inilah yang diteladankan Bung Karno dan dilanjutkan oleh Ibu Megawati. Semangat inilah yang harus kita hidupkan kembali, terutama dalam memaknai perjuangan membangun Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Megawati di Hari Santri 2025 yang Menggetarkan Nasionalisme

Pesan Megawati di Hari Santri 2025 yang Menggetarkan Nasionalisme

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:57 WIB

Potret Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Berbagai Daerah Indonesia

Potret Perayaan Hari Santri Nasional 2025 di Berbagai Daerah Indonesia

Foto | Rabu, 22 Oktober 2025 | 18:57 WIB

Gelorakan Resolusi Jihad, Hasto Ungkap 3 Pesan Penting Megawati di Hari Santri 2025

Gelorakan Resolusi Jihad, Hasto Ungkap 3 Pesan Penting Megawati di Hari Santri 2025

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:09 WIB

Terkini

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

×