Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua: Warga Beli Air, Pabrik Buang Air! Ancam Cabut Izin

Bangun Santoso

Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:11 WIB
Momen Dedi Mulyadi Ngamuk di Pabrik Aqua: Warga Beli Air, Pabrik Buang Air! Ancam Cabut Izin
Momen Dedi Mulyadi sidak di Pabrik Aqua. (bidik layar kanal YouTube KDM)
  • Sidak Dedi Mulyadi membongkar klaim program CSR penyaluran air oleh pabrik Aqua yang dibantah langsung oleh warga dan Ketua RW setempat
  • Ditemukan praktik kelebihan muatan ekstrem pada truk pengangkut air (dari 5 ton menjadi 13 ton) yang menjadi penyebab utama kerusakan jalan provinsi
  • Gubernur Dedi Mulyadi memberikan ultimatum keras, mengancam tidak akan memperpanjang izin pengambilan air

Suara.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) yang menggemparkan. Kali ini sasarannya adalah pabrik air mineral PT Tirta Investama (Aqua) di Subang. Sidak yang berfokus pada dampak lingkungan, sosial, dan kerusakan infrastruktur ini membongkar borok yang selama ini tersembunyi, mulai dari klaim CSR yang dibantah mentah-mentah oleh warga hingga penggunaan truk raksasa perusak jalan.

Disitat dari kanal YouTube KDM, Kamis (22/10/2025), amarah Dedi Mulyadi memuncak saat menemukan perbedaan keterangan yang tajam antara klaim manis perusahaan dan realita pahit yang dialami warga sekitar.

Klaim Manis CSR Dibantah Keras Warga: Ironi Air di Negeri Sendiri

Ketegangan dimulai saat KDM mempertanyakan program penyaluran air bersih untuk warga. Seorang pegawai perusahaan dengan percaya diri menjelaskan program Water Access mereka, mengklaim bahwa air diambil dari sumber sekitar dan dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah warga.

Namun, klaim tersebut langsung dipatahkan oleh kesaksian Ketua RW setempat di hadapan sang gubernur. Ia dengan tegas menyatakan warganya tidak pernah menerima sepeser pun bantuan air minum dari perusahaan.

“Enggak ada, Pak. Enggak ada. Enggak ada saya sebagai RW-nya saya juga Pak, belum enggak pernah minum dari Aqua, enggak ada,” ungkap Ketua RW dengan nada kecewa.

Pemandangan yang lebih menyakitkan tersaji saat KDM menemukan fakta bahwa air bersih berkualitas tinggi dari pipa pabrik justru dibuang percuma ke sungai karena tidak terpakai. Sebuah ironi yang menusuk, warga harus membeli air untuk kebutuhan sehari-hari, sementara pabrik membuang sumber kehidupan itu begitu saja.

Truk Raksasa Perusak Jalan dan Eksploitasi Sopir

Masalah tidak berhenti di situ. Dedi Mulyadi kembali menyoroti penggunaan armada truk pengangkut air yang menjadi biang keladi hancurnya jalan provinsi yang baru dibangun. Hasil pengecekan di lokasi membuktikan adanya praktik kelebihan muatan yang brutal. Truk yang seharusnya hanya berkapasitas 5 ton, dipaksa mengangkut beban hingga 13 ton.

Kelebihan muatan yang hampir tiga kali lipat ini menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur. Lebih parahnya lagi, para sopir yang menanggung risiko membawa beban berlebih hanya diupah Rp 125.000 hingga Rp 150.000 per hari.

KDM menyebut ini sebagai bentuk ketidakadilan, di mana sopir dieksploitasi dengan beban kerja ganda demi keuntungan perusahaan, sementara fasilitas publik menjadi korban.

Ultimatum Keras Dedi Mulyadi: Ganti Armada atau Izin Melayang

Menyikapi temuan-temuan tersebut, Dedi Mulyadi tidak main-main dan langsung mengeluarkan serangkaian ultimatum tegas:

Pasang Timbangan Permanen: KDM akan memasang jembatan timbang di lokasi pabrik dan menggaji petugas untuk memastikan tidak ada lagi truk yang kelebihan muatan.

Wajib Ganti Armada: Perusahaan diultimatum untuk segera mewajibkan seluruh distributornya menggunakan truk kecil (sumbu dua) dan melarang truk raksasa (sumbu tiga atau lebih) melintasi jalan tersebut.

Ancaman Pencabutan Izin: Peringatan paling keras dilontarkan KDM. Ia mengancam tidak akan memperpanjang izin pengambilan air perusahaan jika tuntutan penggantian armada tidak segera dipenuhi.

Perintah Salurkan Air: KDM langsung menginstruksikan pihak pabrik untuk berkoordinasi dengan kepala desa agar air bersih yang selama ini dibuang, segera dialirkan ke bak penampungan untuk didistribusikan kepada warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

Disentil Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap, KDM: Itu Kas Daerah, Bukan Deposito!

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:38 WIB

BPKN Panggil AQUA, Imbas Dianggap Bohong Soal Jual Produk 'Air Gunung'?

BPKN Panggil AQUA, Imbas Dianggap Bohong Soal Jual Produk 'Air Gunung'?

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:13 WIB

Klaim Air Pegunungan Cuma Iklan? BPKN Siap Panggil Bos Aqua, Dugaan Pakai Air Sumur Bor Diselidiki

Klaim Air Pegunungan Cuma Iklan? BPKN Siap Panggil Bos Aqua, Dugaan Pakai Air Sumur Bor Diselidiki

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:48 WIB

Aqua Diduga Gunakan Air Sumur, BPKN Akan Investigasi ke Pabrik

Aqua Diduga Gunakan Air Sumur, BPKN Akan Investigasi ke Pabrik

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:45 WIB

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Menkeu Purbaya 'Sentil' Bobby dan Dedi Mulyadi: Data BI Akurat, Cek Lagi Dana Triliunan di Bank

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:39 WIB

Usai Ancam Pecat Anak Buah jika Ngibul soal Dana Ngendap, KDM: Saya jadi Gak Enak Nih

Usai Ancam Pecat Anak Buah jika Ngibul soal Dana Ngendap, KDM: Saya jadi Gak Enak Nih

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:32 WIB

Data BI Patahkan Tudingan Purbaya soal Dana Nganggur Rp4,1 T, KDM: Jangan Ada Lagi Pernyataan Keliru

Data BI Patahkan Tudingan Purbaya soal Dana Nganggur Rp4,1 T, KDM: Jangan Ada Lagi Pernyataan Keliru

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 10:34 WIB

Terkini

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 20:03 WIB

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:53 WIB

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:47 WIB

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:26 WIB

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:24 WIB

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:17 WIB

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:19 WIB

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:54 WIB

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:58 WIB