Skandal Whoosh: 7 Fakta Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat yang Kini Diusut KPK

Bangun Santoso

Selasa, 28 Oktober 2025 | 15:08 WIB
Skandal Whoosh: 7 Fakta Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat yang Kini Diusut KPK
Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta, Rabu (22/10/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • KPK resmi memulai penyelidikan dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh, fokus pada penggelembungan anggaran (mark-up)
  • Titik krusial dugaan korupsi berpusat pada perpindahan kontrak dari Jepang ke Cina yang membuat bunga pinjaman melonjak drastis dari 0,1% menjadi 3,4%
  • Langkah KPK mendapat dukungan penuh dari DPR yang mendesak agar kasus ini diusut tuntas dan para pelaku diseret ke pengadilan

Suara.com - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang digadang-gadang sebagai ikon modernisasi transportasi Indonesia kini tersandung noda hitam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menaikkan status kasus dugaan korupsi dalam proyek strategis nasional ini ke tahap penyelidikan, membuka kotak pandora yang penuh dengan kejanggalan.

Dugaan adanya praktik lancung dalam proyek ini sejatinya sudah lama berembus, salah satunya disuarakan oleh mantan Menko Polhukam Mahfud MD. Kini, dengan turun tangannya KPK, satu per satu fakta mengejutkan mulai terkuak ke publik.

Berikut adalah daftar fakta-fakta kunci seputar dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh yang dirangkum dari berbagai pemberitaan:

1. Status Naik ke Penyelidikan KPK
KPK telah mengonfirmasi bahwa kasus dugaan korupsi proyek Whoosh telah resmi masuk ke tahap penyelidikan. Langkah ini menandakan bahwa KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup untuk mendalami lebih lanjut adanya tindak pidana korupsi dalam pembangunan kereta cepat ini.

2. Dugaan Penggelembungan Anggaran (Mark-Up)
Fokus utama penyelidikan KPK adalah adanya dugaan mark-up atau penggelembungan biaya proyek. Mahfud MD sebelumnya menyoroti bahwa biaya proyek ini naik hingga tiga kali lipat per kilometernya, sebuah angka yang fantastis dan tidak masuk akal.

Kejanggalan inilah yang menjadi salah satu pemicu utama dimulainya investigasi oleh lembaga antirasuah.

3. Perpindahan Kontrak dari Jepang ke Cina
Salah satu titik krusial yang dicurigai menjadi ladang korupsi adalah proses perpindahan kontrak dari Jepang ke Cina pada periode 2015-2016.

Mahfud MD menyoroti, perpindahan ini menyebabkan bunga pinjaman membengkak drastis dari hanya 0,1% (tawaran Jepang) menjadi 3,4% (kontrak dengan China).

"Pemindahan kontrak dari Jepang ke Cina itu patut dipertanyakan," kata Mahfud.

baca juga

4. Peran Luhut Dipertanyakan, Mahfud Ragu
Di tengah pusaran kasus, nama Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, ikut terseret. Namun, Mahfud MD justru meragukan keterlibatan Luhut sejak awal proyek.

Menurutnya, Luhut baru ditugaskan Presiden Joko Widodo pada tahun 2020 untuk menyelesaikan proyek yang kadung "busuk".

"Bukan saya membela Pak Luhut. Saya kira Pak Luhut tidak ikut dari awal kasus ini dan tidak ada yang nyebut kalau di awal ikut. Dia baru tahun 2020 disuruh nyelesaikan dan kata Pak Luhut barang itu sudah busuk gitu," tegas Mahfud.

5. Utang Proyek Mencapai Rp 118 Triliun
Dugaan korupsi ini menjadi semakin pelik mengingat proyek Whoosh kini menanggung beban utang yang sangat besar, mencapai Rp 118 triliun.

Beban utang ini menjadi pertanyaan besar, terutama jika terbukti bahwa biaya proyek telah digelembungkan secara tidak wajar.

6. Dukungan Penuh dari DPR
Langkah KPK untuk mengusut skandal ini mendapat dukungan penuh dari parlemen. Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, dan Komisi VI DPR RI menyatakan dukungannya agar KPK bekerja profesional dan independen untuk menyeret para pelaku ke jalur hukum.

7. Alasan Jokowi: Bukan Cari Cuan
Di tengah isu korupsi, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa pembangunan Whoosh bukan untuk mencari keuntungan, melainkan solusi mengatasi kerugian negara akibat kemacetan di Jakarta dan Bandung yang ditaksir mencapai Rp100 triliun per tahun.

"Kalau di Jakarta saja kira-kira [rugi] Rp65 triliun per tahun. Kalau Jabodetabek plus Bandung kira-kira sudah di atas Rp100 triliun per tahun," kata Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, DPR: Sejak Awal Ini Bisnis Dikelola BUMN, Bukan Pemerintah!

Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, DPR: Sejak Awal Ini Bisnis Dikelola BUMN, Bukan Pemerintah!

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:40 WIB

Dalih 'Investasi Sosial' Jokowi soal Utang Whoosh Dikuliti DPR: Mana Akuntabilitasnya?

Dalih 'Investasi Sosial' Jokowi soal Utang Whoosh Dikuliti DPR: Mana Akuntabilitasnya?

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:29 WIB

Ditanya Soal Peluang Periksa Luhut dalam Kasus Whoosh, Begini Respons KPK

Ditanya Soal Peluang Periksa Luhut dalam Kasus Whoosh, Begini Respons KPK

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:15 WIB

Korupsi Whoosh Memanas, Ketua KPK Soal Saksi: Masih Kami Telaah Dulu

Korupsi Whoosh Memanas, Ketua KPK Soal Saksi: Masih Kami Telaah Dulu

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 14:09 WIB

Dana Publik Terancam? KPK Selidiki Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, DPR Mendukung

Dana Publik Terancam? KPK Selidiki Dugaan Mark-Up Proyek Kereta Cepat Whoosh, DPR Mendukung

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:09 WIB

Mahfud Ragu Luhut Terlibat Dugaan Korupsi Whoosh: Dia Masuk Saat Barang Sudah Busuk

Mahfud Ragu Luhut Terlibat Dugaan Korupsi Whoosh: Dia Masuk Saat Barang Sudah Busuk

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:57 WIB

Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up

Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:53 WIB

Terkini

Asing Banyak Lepas, BBNI Mau Buyback Saham Rp627 Miliar

Asing Banyak Lepas, BBNI Mau Buyback Saham Rp627 Miliar

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:27 WIB

Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans

Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:27 WIB

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

Donald Trump 'Bodo Amat' Israel Protes Penjualan Jet Tempur F-35 Turki

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:26 WIB

Sempat Seret Nama Dokter, Ternyata Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Sudah Berpindah Tangan

Sempat Seret Nama Dokter, Ternyata Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Sudah Berpindah Tangan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:24 WIB

17 Agustus 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Cek Kalender Lengkapnya

17 Agustus 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Cek Kalender Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:22 WIB

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:16 WIB

Aturan Label Gizi Baru BPOM Dikritik, FAKTA Indonesia Sebut Ada Standar Ganda

Aturan Label Gizi Baru BPOM Dikritik, FAKTA Indonesia Sebut Ada Standar Ganda

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:14 WIB

Gawat! Tayangan Video Porno Muncul di Videotron Bikin Geger Warga Melawi

Gawat! Tayangan Video Porno Muncul di Videotron Bikin Geger Warga Melawi

Sumut | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:14 WIB

Ribuan Chat Claude Bocor di Google dan Bing, Begini Cara Mengatasinya

Ribuan Chat Claude Bocor di Google dan Bing, Begini Cara Mengatasinya

Tekno | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:11 WIB

Statistik Gacor Dony Tri Pamungkas Bikin John Herdman Kasih Pujian Setinggi Langit

Statistik Gacor Dony Tri Pamungkas Bikin John Herdman Kasih Pujian Setinggi Langit

Bola | Selasa, 28 Juli 2026 | 11:11 WIB

×