Anggaran MBG Terlalu Mahal? Pengamat Ungkap Dua Solusi Ini Buat Prabowo!

Vania Rossa

Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:46 WIB
Anggaran MBG Terlalu Mahal? Pengamat Ungkap Dua Solusi Ini Buat Prabowo!
Pengamat ekonomi Dipo Satria Ramli (Screenshot YouTube)
baca 10 detik
  • Pengamat ekonomi Dipo Satria Ramli menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terlalu membebani anggaran negara karena menelan biaya hingga Rp360 triliun dan belum terbukti efektif.
  • Ia menilai program ini seharusnya dijalankan secara bertahap, misalnya hanya di daerah 3T, agar fiskal negara tetap sehat.
  • Selain itu, Dipo mengusulkan agar dana MBG disalurkan langsung sebagai BLT kepada orang tua murid agar ekonomi rakyat kecil ikut bergerak tanpa risiko korupsi tinggi.

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden terpilih Prabowo Subianto dinilai memiliki risiko fiskal yang tinggi. Pengamat ekonomi Dipo Satria Ramli menilai anggaran yang digelontorkan untuk program ini terlalu besar dan berpotensi membebani keuangan negara. Ia pun mengusulkan dua solusi alternatif: memfokuskan program hanya untuk daerah 3T serta mengubah skema menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada orang tua murid.

Dipo menilai program MBG terlalu berat bagi APBN karena jumlah anggarannya yang fantastis, bahkan sampai mengambil porsi besar dari anggaran pendidikan.

“Memang masalahnya dia (MBG) terlalu berat, bikin anggaran kita berat, karena jumlahnya lumayan fantastis sekitar 360 triliun, dia mengambil anggaran pendidikan hampir 44%,” ujar Dipo melalui kanal YouTube Refly Harun, Rabu (29/10/2025).

Menurut Dipo, skema tersebut membuat ruang gerak fiskal pemerintah menjadi sangat terbatas. Akibatnya, kebutuhan negara di sektor lain menjadi sulit dijalankan.

“Mau kurangin utang susah, mau bangun infrastruktur susah, karena kita terlalu fokus di MBG ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti tidak adanya proyek percontohan (pilot project) yang membuktikan efektivitas program tersebut. Tanpa uji coba yang matang, Dipo menilai pelaksanaan MBG dalam skala besar justru berpotensi menimbulkan masalah serius, mulai dari pengawasan kualitas makanan hingga serapan anggaran yang tidak maksimal.

“Projek sangat besar itu (MBG) sangat sulit dijalankan karena kita belum ada pilot project yang berjalan dengan baik. Kita langsung dari awal langsung gede (besar), ini menimbulkan banyak masalah, masalah quality control, penyerapannya pun tidak maksimal,” kritik Dipo.

Fokuskan Program ke Daerah 3T

Untuk mengatasi kompleksitas tersebut, Dipo menawarkan dua solusi yang menurutnya lebih efisien dan berdampak langsung bagi masyarakat.

baca juga

Solusi pertama adalah memperkecil skala program dengan memfokuskan MBG hanya pada daerah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) yang paling membutuhkan.

“Daripada MBG untuk nasional, kita kurangin hanya mungkin ke daerah 3T contohnya,” usul Dipo.

Dengan langkah itu, ia menilai anggaran bisa ditekan secara signifikan, dan sisa dana dapat dialokasikan untuk keperluan lain seperti membayar utang negara atau membangun infrastruktur.

“Itu costnya bisa langsung ketekan mungkin 5-10 triliun sudah cukup kita ada penghematan 340 triliun, itu bisa buat macam-macam, bangun infrastruktur, kita bisa kurangi utang, jadi benar-benar bisa nolong budget kita,” lanjutnya.

Ubah Skema Jadi Bantuan Langsung Tunai

Solusi kedua, menurut Dipo, adalah mengubah skema penyaluran menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada orang tua murid agar mereka bisa menyediakan makanan bergizi sendiri untuk anak-anaknya.

“Lebih baik didesentralisasi dana diberikan sebagai bantuan langsung ke ibu-ibu, orang tua murid. Jadi bantuan langsung tunai,” kata Dipo.

Ia menilai skema BLT akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi rakyat kecil. Uang yang diterima masyarakat akan berputar di pasar-pasar, membantu nelayan dan petani, sekaligus memperkecil risiko korupsi.

“Jadi orang tua murid dia yang masak, dia yang ke pasar, dia yang ke nelayan, dia yang ke petani. Itu benar-benar efek multiplier-nya jauh lebih tinggi daripada project yang sekarang, karena ekonomi benar-benar berputar di tingkat bawah,” jelas Dipo, sambil mengamini bahwa cara ini juga bisa mencegah munculnya ‘lumbung korupsi’ dalam program.

Dengan demikian, Dipo menyebut program MBG tetap bisa berjalan tanpa menekan anggaran negara.

“Menurut saya win-win sih. Jadi si program MBG bisa tetap jalan, ekonomi bisa jalan, tapi memang cara penyampaian harus dirubah dengan bantuan langsung itu,” tutupnya.

Reporter : Nur Saylil Inayah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sama-Sama Lapor ke Presiden, Apa Beda Tugas Tim Koordinasi MBG dan BGN?

Sama-Sama Lapor ke Presiden, Apa Beda Tugas Tim Koordinasi MBG dan BGN?

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 10:27 WIB

Keracunan MBG di Lembang, 201 Siswa dan Guru Dirawat

Keracunan MBG di Lembang, 201 Siswa dan Guru Dirawat

Foto | Rabu, 29 Oktober 2025 | 19:42 WIB

Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG

Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi MBG

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:47 WIB

Terkini

Efek Domino Pertamax: Biaya Pangan Meroket, Keuntungan Agribisnis Amblas Digilas Logistik

Efek Domino Pertamax: Biaya Pangan Meroket, Keuntungan Agribisnis Amblas Digilas Logistik

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:11 WIB

Terbuka dan Akuntabel, Seleksi SDM Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih Dipastikan Sesuai Peraturan

Terbuka dan Akuntabel, Seleksi SDM Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih Dipastikan Sesuai Peraturan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 10:03 WIB

Ditemani Polwan, Momen dr Tifa Ujian S3 di Kantor Polisi usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi

Ditemani Polwan, Momen dr Tifa Ujian S3 di Kantor Polisi usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:56 WIB

Buru Bukti Korupsi Pajak, KPK Bidik Kembali Keterangan Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima

Buru Bukti Korupsi Pajak, KPK Bidik Kembali Keterangan Direktur Keuangan Adaro Wamco Prima

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:28 WIB

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

Jakarta Pusat Dikepung Demo! 4.263 Aparat Jaga Ketat Monas, DPR, hingga Bundaran HI

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 09:16 WIB

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

Donald Trump Sebut Perjanjian Militer dengan Iran Sebagai Penyerahan Tanpa Syarat

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:57 WIB

dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!

dr Tifa Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Masih Sempat Ujian S3 FKUI dari Kantor Polisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:54 WIB

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!

Roy Suryo dan dr Tifa Ditangkap Polda Metro Jaya, Tim Hukum: Ini Tindakan Represif, Sarat Politik!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:39 WIB

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

'Jika Asli Tak Akan Lama!' Roy Suryo Bantah Berkas Kasus Fitnah Ijazah Palsu Jokowi Sudah P21

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 08:07 WIB

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

Mampir usai Satu Suro, Ajudan Ungkap Suasana Akrab Didit Prabowo dan Jokowi di Solo

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB