Mensos Minta PPATK Awasi Rekening Penerima Bansos Agar Tak Dipakai Main Judol

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 09:10 WIB
Mensos Minta PPATK Awasi Rekening Penerima Bansos Agar Tak Dipakai Main Judol
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Lilis)
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta PPATK mengawasi aliran dana di rekening penerima bansos agar tidak digunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online.
  • Ia menegaskan, bansos harus dimanfaatkan sesuai tujuan untuk membantu masyarakat miskin, bukan untuk perilaku konsumtif.

  • Sebanyak 600 ribu rekening penerima bansos yang terdeteksi terlibat transaksi judi online telah dicoret, namun masih ada kesempatan verifikasi bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

 
 

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) turut mengawasi aliran dana di rekening penerima bantuan sosial (bansos).

Langkah itu dilakukan untuk memastikan dana bansos digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan untuk aktivitas ilegal seperti judi online (judol).

"Kemarin saya sudah berkoordinasi dengan Mas Ivan, (kepala) PPATK, untuk juga minta pemantauan kepada penerima Bansos, agar kita bisa ikut mengawasi, ikut membina," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/10/2025).

Ia menegaskan, pemerintah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga ingin memastikan uang negara yang digelontorkan benar-benar membantu warga miskin memenuhi kebutuhan pokok, bukan justru terbuang untuk perilaku konsumtif atau perjudian daring.

"Kami harapkan bantuan yang diterima ini dimanfaatkan dengan baik, tidak untuk main judol atau untuk keperluan-keperluan lain yang tidak sesuai peruntukannya," pesannya.

Sebelumnya, Kemensos dan PPATK menemukan adanya sekitar 600 ribu rekening penerima bansos yang terlibat transaksi judol. Gus Ipul menegaskan bahwa seluruh nomor rekening itu langsung dicoret dari daftar penerima bansos pemerintah.

Kendati begitu, bila masyarakat yang dicabut bansosnya itu memang kelompok tidak mampu, maka bisa dilakukan verifikasi ulang oleh pendamping sosial di lapangan.

"Kalau yang main judol kan sudah kita coret dulu ya. Tetapi kita beri kesempatan ya bagi mereka yang memang benar-benar butuh Bansos lewat aplikasi atau lewat jalur-jalur formal. Jadi kita beri kesempatan sekali lagi sambil kita kerjasama dengan PPATK untuk mengawasi," ucapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Kemensos Gelontorkan Rp4 Miliar ke Semarang? Ini Penjelasan Gus Ipul soal Banjir Besar

Mengapa Kemensos Gelontorkan Rp4 Miliar ke Semarang? Ini Penjelasan Gus Ipul soal Banjir Besar

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 23:53 WIB

Miris! Kejagung Temukan Anak SD Mulai Main Judol, Menteri PPPA Langsung Angkat Bicara

Miris! Kejagung Temukan Anak SD Mulai Main Judol, Menteri PPPA Langsung Angkat Bicara

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 16:47 WIB

Gus Ipul Tegaskan Stiker Miskin Inisiatif Daerah, Tapi Masalahnya Ada 2 Juta Data Salah Sasaran

Gus Ipul Tegaskan Stiker Miskin Inisiatif Daerah, Tapi Masalahnya Ada 2 Juta Data Salah Sasaran

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 02:00 WIB

Terkini

KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil

KPK Dalami Skema Suap Impor, Pegawai Bea Cukai Kembali Dipanggil

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:08 WIB

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

Kenapa Donald Trump Tolak Proposal Iran Akhiri Perang? Apa Isinya?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:07 WIB

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

Viral Sopir Angkot di Grogol Ketahuan Onani di Dalam Mobil, Langsung Kabur Usai Dipergoki Warga

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:02 WIB

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BIOJK, Dua Pensiunan BI Diperiksa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:00 WIB

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

KPK Kembali Periksa Staf Ahli Eks Menhub, Dalami Peran di Kasus Rel Kereta

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:55 WIB

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

Apa Itu Project Freedom Amerika di Selat Hormuz? Diklaim Misi Perdamaian Lawan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:54 WIB

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

Apa Itu Hantavirus? Virus Langka yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:44 WIB

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

AS Bangun Pangkalan Pesawat Tempur Raksasa di Alaska Senilai Rp121 Triliun

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:42 WIB

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

Sisi Gelap Kafe dan Restoran Mewah di Gaza

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:26 WIB

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Tanpa Aplikasi, Simple Bisa Periksa Lewat HP

News | Senin, 04 Mei 2026 | 13:17 WIB