Gus Ipul Tegaskan Stiker Miskin Inisiatif Daerah, Tapi Masalahnya Ada 2 Juta Data Salah Sasaran

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 29 Oktober 2025 | 02:00 WIB
Gus Ipul Tegaskan Stiker Miskin Inisiatif Daerah, Tapi Masalahnya Ada 2 Juta Data Salah Sasaran
Mensos Saifullah Yusuf alias Gus Ipul, menyebut bahwa kebijakan penempelan stiker keluarga miskin inisiatif pemerintah daerah. (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Stiker 'Keluarga Miskin' inisiatif Pemda, bukan program nasional Kemensos.

  • Validasi data ungkap 2 juta orang ternyata tidak layak terima bansos.

  • Data temuan akan dikirim ke BPS untuk verifikasi dan validasi ulang

Suara.com - Kontroversi penempelan stiker 'Keluarga Miskin' yang viral di media sosial, membuat Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa program stiker tersebut adalah inisiatif pemerintah daerah.

Gus Ipul menekankan bahwa kebijakan penempelan stiker tersebut bukan kebijakan nasional dari Kementerian Sosial.

"Itu inisiatif daerah,” kata Gus Ipul kepada wartawan, usai upacara Sumpah Pemuda di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Meski demikian di balik polemik tersebut, Gus Ipul mengungkap fakta yang jauh lebih mengejutkan, berdasarkan hasil validasi data lapangan menemukan lebih dari dua juta orang ternyata tidak layak menerima bantuan sosial (bansos).

Alih-alih fokus pada stiker, Gus Ipul membeberkan temuan krusial dari proses ground check yang sedang dilakukan Kemensos bersama pemerintah daerah di seluruh Indonesia.

Dalam waktu singkat, tim menemukan data penerima bansos yang tidak akurat dalam jumlah masif.

“Selama lima hari terakhir ini dilakukan ground check bersama-sama, hasilnya per hari ini sudah dua juta lebih bisa dikatakan tidak layak untuk memenuhi kriteria mendapatkan bansos,” ujarnya.

Menurutnya, proses validasi ini sangat vital karena pemerintah perlu memverifikasi lebih dari 15 juta calon penerima manfaat baru.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bantuan di masa depan benar-benar tepat sasaran.

baca juga

Divalidasi Ulang oleh BPS

Gus Ipul mengapresiasi kerja cepat pemerintah daerah yang telah membantu proses verifikasi di lapangan.

Data temuan berisi dua juta orang yang tidak layak ini akan segera diserahkan ke Badan Pusat Statistik (BPS) untuk tahap verifikasi dan validasi lebih lanjut.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah daerah yang telah bekerja dengan baik, sehingga dalam waktu tidak terlalu lama kita peroleh data balikan. Ini data sangat penting untuk disampaikan ke BPS untuk verifikasi dan validasi,” ujar Gus Ipul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Ambil Bansos Rp900 Ribu di Kantor Pos, Bisa Diwakilkan Asal Bawa KTP dan KK

Cara Ambil Bansos Rp900 Ribu di Kantor Pos, Bisa Diwakilkan Asal Bawa KTP dan KK

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 13:37 WIB

Bansos Akhir Tahun Mulai Cair! Begini Cara Cek Nama Penerima Online

Bansos Akhir Tahun Mulai Cair! Begini Cara Cek Nama Penerima Online

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 09:47 WIB

Mensos Gus Ipul Ungkap 1,9 Juta Penerima Bansos Tak Layak, BPS Ambil Alih Data

Mensos Gus Ipul Ungkap 1,9 Juta Penerima Bansos Tak Layak, BPS Ambil Alih Data

News | Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:16 WIB

Terkini

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Polisi Tangkap Host Live TikTok Bermuatan Pornografi di Deli Serdang, Raup Rp80 Juta

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

Bahas Opsi Pemakzulan Gibran, Denny Indrayana Jalin Komunikasi Dengan Petinggi PDIP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:25 WIB

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Korban Luka Kericuhan Malioboro Capai 116 Orang, 13 Jalani Dirawat Inap

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:19 WIB

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Harga Token Pi Turun di Tengah Peluncuran Fitur Pi Desktop v0.6.4, Bagaimana Prospeknya?

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:17 WIB

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya usai Kericuhan Malioboro, LBH Soroti Transparansi Polisi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

Denny Indrayana Walk Out dari Sidang Gugatan Ijazah Gibran, Sebut Persidangan Akal-akalan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:59 WIB

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Bahlil Lempar Candaan Sebut Polemik Minyak dan Gas: "Hati-hati Bahaya Ini"

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×