Laporan Oxfam: 0,1 Persen Orang Terkaya Dunia Jadi Penyumbang Polusi Terbesar di Bumi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 11:41 WIB
Laporan Oxfam: 0,1 Persen Orang Terkaya Dunia Jadi Penyumbang Polusi Terbesar di Bumi
Rahasia orang kaya mengelola uang
baca 10 detik
    • Para miliarder AS menghasilkan emisi karbon 4.000 kali lebih besar dari 10% penduduk termiskin dunia, memperparah ketimpangan iklim global.
    • Hampir 60% investasi miliarder tertanam di sektor fosil, sementara kekuatan lobi mereka berhasil melemahkan kebijakan pengurangan emisi.
    • Oxfam memperingatkan, emisi dari 1% orang terkaya bisa menyebabkan 1,3 juta kematian akibat panas dan kerugian US$44 triliun bagi negara miskin pada 2050.

Suara.com - Di tengah perjuangan global menahan laju krisis iklim, segelintir elit di Amerika Serikat justru hidup seolah bumi tak terbakar. Laporan terbaru Oxfam dan Institut Lingkungan Stockholm mengungkap fakta mencengangkan: para miliarder AS menghasilkan emisi karbon 4.000 kali lebih besar dibandingkan 10 persen penduduk termiskin dunia.

Mereka hanyalah 0,1 persen populasi Amerika, tapi kecepatan mereka merusak ruang aman iklim bumi mencapai 183 kali lipat rata-rata global.

Setiap orang di kelompok superkaya ini melepaskan sekitar 2,2 ton CO per hari, setara berat seekor badak. Sebaliknya, warga Somalia hanya menghasilkan 82 gram CO per hari, seukuran sebutir tomat.

Bagi jutaan orang di selatan dunia yang berjuang melawan kekeringan, kelaparan, dan panas ekstrem, gaya hidup kaum elit ini terasa seperti penghinaan.

Oxfam menegaskan, krisis iklim kini tak bisa dipisahkan dari krisis ketimpangan.

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Orang-orang terkaya di dunia mendanai dan mengambil keuntungan dari kerusakan iklim, membiarkan mayoritas global menanggung akibat fatal dari kekuasaan mereka,” ujar Amitabh Behar, Direktur Eksekutif Oxfam.

Masalahnya tak berhenti pada jet pribadi dan kapal pesiar. Hampir 60 persen investasi miliarder ditanam di sektor beremisi tinggi seperti minyak, gas, dan pertambangan.

Hanya 308 miliarder dunia sudah cukup menciptakan emisi setara negara industri besar. Dengan kekayaan dan pengaruh politiknya, mereka bahkan menentukan arah kebijakan publik: di AS, korporasi besar menghabiskan rata-rata US$277 ribu per tahun untuk melobi kebijakan anti-iklim.

Dalam konferensi iklim COP terakhir, terdapat 1.773 pelobi industri fosil, melebihi jumlah delegasi sebagian besar negara. Tekanan mereka berhasil melonggarkan sanksi, membatalkan komitmen transisi energi, dan menggagalkan pajak karbon.

baca juga

Oxfam memperkirakan, emisi dari 1 persen orang terkaya cukup menyebabkan 1,3 juta kematian akibat panas pada akhir abad ini, serta kerugian ekonomi US$44 triliun bagi negara berkembang pada 2050.

Sementara mayoritas dunia menanggung bencana yang bukan mereka ciptakan, segelintir elit terus mempercepat kehancuran planet ini, demi kenyamanan dan kekuasaan mereka.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Iklim Kian Mengancam Kesehatan Dunia: Ribuan Nyawa Melayang, Triliunan Dolar Hilang

Krisis Iklim Kian Mengancam Kesehatan Dunia: Ribuan Nyawa Melayang, Triliunan Dolar Hilang

Health | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 11:15 WIB

Swedia Ingin Kurangi Emisi Lewat Pajak Makanan Tak Ramah Lingkungan, Bisakah Ditiru?

Swedia Ingin Kurangi Emisi Lewat Pajak Makanan Tak Ramah Lingkungan, Bisakah Ditiru?

News | Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:28 WIB

Mikroplastik di Air Hujan Bisa Picu Stroke? Ini Penjelasan Lengkap BRIN dan Dinkes

Mikroplastik di Air Hujan Bisa Picu Stroke? Ini Penjelasan Lengkap BRIN dan Dinkes

News | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 16:12 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×