Krisis Iklim Kian Mengancam Kesehatan Dunia: Ribuan Nyawa Melayang, Triliunan Dolar Hilang

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 31 Oktober 2025 | 11:15 WIB
Krisis Iklim Kian Mengancam Kesehatan Dunia: Ribuan Nyawa Melayang, Triliunan Dolar Hilang
Ilustrasi sejumlah peserta membawa poster saat aksi krisis iklim di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
    • Kematian akibat panas ekstrem meningkat drastis, mencapai lebih dari 546 ribu jiwa per tahun pada 2024.
    • Krisis iklim memicu kekeringan, kebakaran, dan kerugian ekonomi global hingga US$ 1,09 triliun.
    • Transisi energi bersih mulai menunjukkan hasil positif dengan peningkatan energi terbarukan dan lapangan kerja baru.

Suara.com - Kegagalan dunia beradaptasi terhadap perubahan iklim kini menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidup manusia.

Panas ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan bukan lagi sekadar isu lingkungan—tetapi krisis kesehatan global yang menelan ratusan ribu nyawa setiap tahun.

Laporan tahunan The Lancet Countdown on Health and Climate Change edisi ke-9 yang dirilis 29 Oktober lalu memperingatkan bahwa dunia sedang berada di jalur berbahaya.

Dipimpin oleh University College London bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), laporan ini menyoroti keterkaitan erat antara perubahan iklim, kesehatan publik, dan ekonomi global.

ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)
ilustrasi WHO. (Hector Christiaen / Shutterstock.com)

Sejak 1990-an, angka kematian akibat suhu panas meningkat hingga 23 persen. Tahun 2024—yang tercatat sebagai tahun terpanas dalam sejarah—menyebabkan sekitar 546 ribu kematian akibat gelombang panas.

Rata-rata penduduk bumi kini menghadapi 16 kali paparan suhu ekstrem setiap tahun, sementara kelompok rentan seperti bayi dan lansia mengalami lebih dari 20 kali.

Krisis ini juga menghantam sektor ekonomi dan ketahanan pangan. Kekeringan dan kebakaran hutan membuat 124 juta orang di dunia kesulitan mengakses pangan.

Sementara paparan panas ekstrem mengakibatkan hilangnya 640 miliar jam kerja, setara kerugian ekonomi global sebesar US$ 1,09 triliun.

Ironisnya, di tengah situasi genting tersebut, pemerintah dunia justru masih mengucurkan subsidi bahan bakar fosil hingga US$ 956 miliar pada 2023, tiga kali lipat dari dana bantuan iklim untuk negara miskin.

baca juga

Namun, laporan The Lancet juga membawa secercah harapan. Transisi energi bersih mulai menunjukkan hasil: energi terbarukan kini menyumbang 12 persen dari total listrik global dan menciptakan 16 juta lapangan kerja baru.

Pengurangan polusi udara dari batu bara bahkan mencegah 160 ribu kematian dini setiap tahun.

“Kita sudah memiliki solusi. Tantangannya adalah memastikan upaya ini tidak berhenti di tengah jalan,” tegas Dr. Marina Romanello, Direktur Eksekutif Lancet Countdown.

Menjelang Konferensi Iklim COP30, WHO menegaskan bahwa kebijakan iklim global harus berpusat pada kesehatan manusia, karena masa depan bumi tak bisa dipisahkan dari kesehatan penghuninya.

Penulis: Muhammad Ryan Sabiti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Kebiasaan Buruk Menggunakan HP yang Diam-Diam Merusak Kesehatan

7 Kebiasaan Buruk Menggunakan HP yang Diam-Diam Merusak Kesehatan

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 10:39 WIB

Olahraga Bikin Jerawatan? Atasi dengan 3 Langkah Skincare Ini!

Olahraga Bikin Jerawatan? Atasi dengan 3 Langkah Skincare Ini!

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:50 WIB

Skandal Impor Pakaian Bekas Ilegal: Malaysia dan China 'Hilang' dari Catatan Pemerintah, Kok Bisa?

Skandal Impor Pakaian Bekas Ilegal: Malaysia dan China 'Hilang' dari Catatan Pemerintah, Kok Bisa?

News | Kamis, 30 Oktober 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras

Hajar Tampines Rovers 1-0, Igor Tolic Akui Fisik Skuad Persib Mulai Terkuras

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo Operasikan Terminal 2 Petikemas, Perkuat Produktivitas Pelabuhan Tanjung Priok

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:22 WIB

5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!

5 Serum Wardah untuk Menghilangkan Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah, Bye Noda Gelap!

Lifestyle | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok

Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok

Banten | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:16 WIB

Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah

Pengamat: Polarisasi Opini di Kasus Eks Jampidsus Berpotensi Ganggu Asas Praduga Tak Bersalah

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun

Biar Mantan Istri Mau Rujuk, Ayah di Bandung Barat Tega Aniaya Anak Kandung Berusia 5 Tahun

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan

Jokowi: PSI Punya Target Besar di 2029, Bukan Sekadar Lolos ke Senayan

Jawa Tengah | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:07 WIB

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya

Kunjungan ke NTT, Momen Jokowi Dianugerahi Raja Timor dalam Karnaval Budaya

Bali | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?

Misteri Venue Semifinal Piala Presiden 2026: Batal di Bandung dan Surabaya, Pindah ke Luar Jawa?

Jabar | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:57 WIB

×