Bukan Lagi Soal Look Good, Ini Prioritas Baru Kelas Menengah Indonesia yang Harus Dipahami Brand

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 05 November 2025 | 18:19 WIB
Bukan Lagi Soal Look Good, Ini Prioritas Baru Kelas Menengah Indonesia yang Harus Dipahami Brand
Konferensi Pers Sei-Katsu-Sha Lab Forum Navigating The In Between Living as Indonesian Middle Class. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Suara.com - Hakuhodo International Indonesia melalui Sei-katsu-sha Lab menyingkap hasil studi terbaru berjudul "Navigating the In Between - Living as Indonesian Middle Class. Data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kelas menengah di Indonesia menyusut, semula berjumlah 57,3 juta menjadi 47,85 juta orang pada tahun 2024. Padahal, kelas menengah memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data BPS yang sama, kombinasi segmen 'kelas menengah' (middle class) dan segmen 'menuju ke kelas menengah' (aspiring middle class), mencakup 66,35 persen dari total populasi dan berkontribusi terhadap 81,49 persen konsumsi domestik Indonesia. Skala mereka yang besar, dapat menggambarkan bukan hanya kehidupan sosial dan ekonomi Indonesia saat ini, tapi juga kondisi dan harapannya di masa depan. Oleh karena itu, sangat penting bagi para pelaku industri pemasaran (marketers) untuk bisa memahami tidak hanya indikasi apa yang terjadi, tapi juga paham perspektif mereka agar bisa melakukan pendekatan yang tepat.

"Di dunia yang terus bergerak tanpa henti, kita semua dituntut beradaptasi. Kelas menengah sedang berada di pusaran perubahan, mereka membawa mimpi yang mendorong Indonesia untuk maju sekaligus menanggung tekanan yang terbentuk oleh zaman. Di Sei-katsu-sha Lab kami mempelajari manusia bukan sebagai tren, melainkan sebagai kisah hidup yang terus berkembang. Dan bagi para pelaku industri pemasaran, peran kita adalah mendengarkan, memahami, dan membangun hubungan yang membuat hidup terasa lebih bermakna," ujar Devi Attamimi, Group CEO Hakuhodo International Indonesia.

Rian Prabana, Senior Director of Strategy Hakuhodo International Indonesia & Head of Sei-katsu-sha Lab, menuturkan, studi ini memberikan warna dan perspektif baru tentang Kelas menengah di mana mereka terus tumbuh, tanpa disadari. Mereka tidak lagi sekadar mencari aspirasi, tetapi mencari keseimbangan. Brand perlu memahami sisi emosional ini yang sering tidak tergambarkan oleh angka statistik.

"Dengan membawa pandangan baru ini, Marketers dapat membangun hubungan yang lebih relevan dan memberikan peran penting dalam pertumbuhan mereka," ujar Rian Prabana.

Kelas menengah Indonesia kini tengah mengalami perubahan cara pandang terhadap hidup. Jika dulu mereka identik dengan ambisi untuk terus menaiki tangga sosial dan ekonomi, kini mereka lebih berpijak pada kenyataan. Mimpi untuk maju memang masih ada, namun kini diiringi dengan kesadaran bahwa hidup tak selalu pasti dan karena itu, mereka belajar untuk lebih realistis dan tangguh dalam menjalaninya.

Sebanyak 89 persen responden mengaku tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan. Angka ini menunjukkan daya tahan dan kemampuan adaptasi yang kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Di tengah ketidaksempurnaan, mereka menemukan makna baru. Banyak yang menilai pengalaman sulit justru menjadi titik balik, melahirkan kekuatan dari luka yang pernah ada sebuah filosofi yang mereka sebut “My Scar, My Strength.”

Prioritas diri pun bergeser. Jika sebelumnya fokus pada “Look Good,” kini mereka lebih mengutamakan “Feel Good.” Penampilan bukan lagi tolok ukur utama, melainkan ketenangan batin dan keseimbangan hidup.

Sistem dukungan juga mengalami transformasi. Kini, 72 persen responden menyebut memiliki jaringan sosial yang kuat di luar keluarga. Komunitas, teman, hingga rekan kerja menjadi bentuk baru dari "Social Insurance,” tempat mereka menemukan stabilitas emosional dan dukungan sosial di tengah dinamika hidup modern.

baca juga

Bagi kelas menengah masa kini, kesuksesan bukan lagi tentang pembuktian diri melalui harta atau status finansial. Mereka mulai memaknai kesuksesan sebagai kemampuan untuk bertahan, tumbuh, dan menjaga martabat di tengah ketidakpastian.

Semangat untuk berkembang tetap tinggi: 57 persen berencana memulai usaha sendiri, 42 persen ingin memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar, sementara 38 persen fokus meningkatkan pendidikan dan keterampilan. Generasi muda juga menunjukkan kedisiplinan finansial yang lebih baik mereka rutin membuat anggaran bulanan dan berusaha lebih bijak dalam mengelola pengeluaran.

Pandangan ini mencerminkan nilai-nilai lokal yang kuat. Banyak responden meneladani semangat “Siri’ na Pacce” dari budaya Bugis-Makassar martabat dan empati yang menjadi fondasi moral dalam menghadapi kesulitan. Bagi mereka, kebahagiaan tidak datang dari menerima bantuan, melainkan dari kemampuan untuk membantu orang lain.

Menariknya, komitmen untuk berbagi juga meningkat. Persentase kelas menengah yang rutin menyisihkan 10 persen pendapatannya untuk zakat atau donasi naik dari 10 persen di tahun 2024 menjadi 15 persen pada 2025. Memberi kini bukan sekadar kewajiban moral, tetapi bagian dari jati diri yang meneguhkan makna kesuksesan.

Gaya konsumsi kelas menengah pun berubah arah. Jika dulu belanja sering menjadi sarana untuk menunjukkan status sosial, kini konsumsi lebih dimaknai sebagai cara untuk bertahan dan merawat diri di tengah tekanan hidup.

Sebagian besar, yakni 90 persen responden menilai kualitas sebagai faktor utama dalam loyalitas terhadap sebuah merek. Bagi mereka, menghargai produk berkualitas berarti juga menghargai diri sendiri. Mereka membeli bukan untuk pamer, melainkan untuk menjaga semangat hidup. Salah satu responden bahkan menggambarkan motornya sebagai “penyemangat hidup,” simbol keberanian dalam menghadapi hari-hari yang berat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Angka Pengangguran di Jakarta Tembus 330 Ribu Orang, BPS Klaim Menurun, Benarkah?

Angka Pengangguran di Jakarta Tembus 330 Ribu Orang, BPS Klaim Menurun, Benarkah?

News | Rabu, 05 November 2025 | 17:04 WIB

Korban PHK Masih Sumbang Ratusan Ribu Pengangguran! Industri Pengolahan Paling Parah

Korban PHK Masih Sumbang Ratusan Ribu Pengangguran! Industri Pengolahan Paling Parah

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 15:10 WIB

Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut

Cuma Mampu Kurangi Pengangguran 4.000 Orang, BPS Rilis Data yang Bikin Kening Prabowo Berkerut

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 14:30 WIB

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Pengeluaran Riil Orang RI Hanya Rp12,8 Juta Per Tahun

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 13:57 WIB

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Ramalan Menkeu Purbaya Jitu, Ekonomi Kuartal III 2025 Melambat Hanya 5,04 Persen

Bisnis | Rabu, 05 November 2025 | 11:52 WIB

Inflasi Jakarta Lebih Tinggi dari Nasional? Gubernur DKI Klaim Ekonomi Tetap Terkendali

Inflasi Jakarta Lebih Tinggi dari Nasional? Gubernur DKI Klaim Ekonomi Tetap Terkendali

News | Selasa, 04 November 2025 | 16:21 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×