- Pabrik yang sempat mengkrak hingga 6 tahun ini, akhirnya diresmikan langsung kepala negara.
- Prabowo menilai pentingnya kehadiran Jokowi dalam acara peresmian pabrik
- Bahlil lantas menginga arahan Prabowo usai melantik Bahlil dan Rosan menjadi Menteri ESDM dan Menteri Investasi di Kabinet Merah Putih.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pabrik New Ethylene Project PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) Cilegon, Banten. Kepala negara mengingat jasa Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang memulai proyek tersebut.
Melalui sambutannya, Prabowo menilai pentingnya kehadiran Jokowi dalam acara peresmian pabrik, Kamis pagi ini. Menurut Prabowo kehadiran Jokowi penting karena kehadiran pabrik LCI dimulai pada era pemerintahan sebelumnya.
"Seharusnya atau saya kemarin juga mengundang atau saya minta diundang Presiden Joko Widodo, Presiden ke-7 karena bagaimanapun ini salah satu prestasi beliau, ini dimulai di zaman beliau juga hasil kesepakatan hasil lobi beliau dengan pimpinan Korea, jadi sepantasnya beliau ke sini," kata Prabowo, Kamis (6/11/2025).
Meski demikian, Prabowo memaklumi absennya Jokowi pada agenda peresmian pabrik hari ini.
Prabowo sudah mendengarkan langsung alasan ketidakhadiran Jokowi melalui terlepon.
"Hanya beliau minta maaf, beliau telepon saya, beliau belum bisa hadir dan saya juga sampaikan kita maklumi," kata Prabowo.
Prabowo lantas mengingatkan tentang perlunya generasi saat ini mengingat jasa para tokoh dan pemimpin.
"Tapi bagaimanapun saya ingatkan generasi penerus, saya ingatkan masyarakat Indonesia marilah kita pandai-pandai menghormati jasa-jasa semua tokoh, jasa-jasa semua pemimpin," kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya, melaporkan perihal pembangunan proyek panrik yang sempat mangkrak
Pabrik yang sempat mengkrak hingga 6 tahun ini, akhirnya diresmikan langsung kepala negara.
"Bapak Presiden kami laporkan, proyek ini sempat mangkrak selama 5 sampai 6 tahun. Kami jadi Kepala BPKM setelah itu membentuk Satgas Investasi, jadi yang menyelesaikan masalah tanah ini adalah kepolisian sama jaksa, jadi karena itu kontribusi Polri, Jaksa sangat luar biasa," kata Bahlil.
Bahlil melaporkan kembali bahwa pada tahun 2024, proyek pabrik di Cilegon ini baru mencapai 60-65 persen. Terapi kekinian pada November 2025, peresmian bisa dilakukan.
"Dan harus saya jujur melaporkan kepada Bapak Presiden, di 2024 project ini baru mencapai 60 sampai 65 persen," kata Bahlil.
Bahlil lantas menginga arahan Prabowo usai melantik Bahlil dan Rosan menjadi Menteri ESDM dan Menteri Investasi di Kabinet Merah Putih.
"Begitu Pak Rosan dilantik sebagai Menteri Investasi oleh Bapak dan kami dilantik sebagai Menteri ESDM dan sebagai Ketua Satgas Hilirisasi dan Kedaulatan Energi, saya masih ingat, bapak perintahkan kami di Istana dengan Pak Rosan agar bagaimana seluruh proyek yang sudah berjalan harus segera selesai, tidak boleh tunggu lama," kata Bahlil.
"Dan hari ini lah pertanggungjawaban moralitas kami sebagai pembantu Bapak Presiden untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sekarang sudah hari ini kita resmikan," sambung Bahlil.

Diketahui, proyek strategis yang dibangun sejak tahun 2016 dan beroperasi komersial pada bulan Oktober 2025 ini menjadi salah satu investasi petrokimia terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan nilai investasi sebesar USD 3,9 miliar atau sekitar Rp 62,4 triliun, serta merupakan kompleks Naphtha Cracker pertama di Indonesia dalam 30 tahun terakhir.
Nantinya ketika beroperasi penuh, pabrik ini akan menghasilkan produk hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) senilai USD 2 miliar/tahun, di mana USD 1,4 miliar merupakan substitusi impor dan USD 600 juta berkontribusi pada peningkatan ekspor nasional.
Di pabrik ini, bahan baku berupa Naphta (3,200kTA) (LPG 0~50%) menjadi Produk Hulu dan Produk Hilir. Adapun produk hulu berupa Ethylene (1,000kTA), Propylene (520kTA), Mixed C4 (320kTA), Pyrolysis Gasoline (675kTA), Pyrolisis Fuel Oil (26kTA), dan Hydrogen (45kTA), serta produk hilir berupa High Density Poly Ethylene (250kTA), Linear Low Density Poly Ethylene (200kTA), Poly Propylene (350kTA), Butadine (140kTA), Raffinate (180kTA), Benzene, Toluene, Xylene (400kTA).
Produk-produk tersebut akan menjadi bahan baku penting pembuatan botol plastik, kabel, bumper mobil, peralatan medis, ban, karet sintesis, pembasmi serangga, dan cat.
Turut mendampingi Prabowo, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.
Kemudian Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, CIO Danantara Pandu Sjahrir, dan Gubernur Banten Andra Soni.