JATAM: Negara Abai Lindungi Warga dari Dampak Beracun Tambang Nikel di Halmahera

Erick Tanjung | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Senin, 10 November 2025 | 16:10 WIB
JATAM: Negara Abai Lindungi Warga dari Dampak Beracun Tambang Nikel di Halmahera
Foto udara proyek reklamasi saat penyegelan kawasan tambang nikel PT. Alngit Raya di Desa Wailukum, Kecamatan Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, Kamis (9/10/2025). [Antara/Andri Saputra/nym]
  • JATAM sebut negara abai lindungi warga dari dampak kesehatan tambang nikel Halmahera.

  • Riset buktikan dampak beracun tambang, tapi negara tidak melakukan tindakan apa pun.

  • Alih-alih membantu, negara justru gunakan pendekatan represif terhadap keluhan warga terdampak.

Suara.com - Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (JATAM), Melky Nahar, menyoroti sikap abai negara terhadap konflik sosial dan krisis kesehatan yang dialami warga akibat aktivitas pertambangan dan hilirisasi nikel di Halmahera. Menurutnya, pemerintah telah gagal melindungi masyarakat yang menjadi korban dari kebijakan industri ekstraktifnya sendiri.

“Negara sampai hari ini tidak memiliki satu bukti pun bahwa mereka mau melakukan sesuatu untuk mengatasi dampak kesehatan bagi warga akibat operasi pertambangan dan hilirisasi nikel,” ujar Melky dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

Ia menegaskan, hingga kini belum ada langkah serius dari pemerintah untuk meneliti dampak kesehatan yang dialami masyarakat di sekitar area tambang, termasuk melakukan tes kesehatan secara menyeluruh.

Melky merujuk pada sejumlah hasil riset dari lembaga seperti Nexus3 Foundation dan berbagai media internasional yang telah membuktikan adanya kandungan bahan beracun dalam tubuh warga akibat paparan aktivitas tambang.

“Riset-riset dari Nexus3, Narasi, Guardian, Kompas, dan banyak media lain sudah membuktikan dampak beracun itu dengan metodologi yang jelas. Tapi sampai detik ini, negara tidak melakukan apa-apa,” katanya.

Menurut JATAM, sikap diam pemerintah ini merupakan bentuk pengabaian terhadap tanggung jawab konstitusional. Ironisnya, kata Melky, negara justru lebih reaktif ketika menghadapi perlawanan warga.

“Ketika terjadi resistensi atau keluhan, upaya kolektif warga justru dipecah-belah oleh negara dan korporasi. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan keamanan yang cenderung represif,” ucapnya.

Melky menilai praktik ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya lalai, tetapi juga turut memperkuat struktur penindasan terhadap rakyat. Ia menegaskan, kondisi di Halmahera hanyalah satu contoh dari banyak wilayah tambang di Indonesia yang menghadapi masalah serupa.

“Negara abai terhadap warga yang menjadi korban kebijakan ekonominya sendiri. Padahal, tugas negara adalah melindungi rakyat, bukan menjadi bagian dari mesin perusak kehidupan,” pungkas Melky, seraya mendesak pemerintah untuk segera memulihkan hak-hak warga yang terdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JATAM Sebut Ada Kolusi Korporasi dan Birokrasi Lokal di Balik Konflik Tambang Halmahera

JATAM Sebut Ada Kolusi Korporasi dan Birokrasi Lokal di Balik Konflik Tambang Halmahera

News | Senin, 10 November 2025 | 14:23 WIB

Hilirisasi Mineral Kritis Jadi Kunci Indonesia Perkuat Posisi Global

Hilirisasi Mineral Kritis Jadi Kunci Indonesia Perkuat Posisi Global

News | Senin, 10 November 2025 | 11:17 WIB

Menteri Bahlil Kebut 18 Proyek Hilirisasi Energi, Target 2026 Jalan

Menteri Bahlil Kebut 18 Proyek Hilirisasi Energi, Target 2026 Jalan

Bisnis | Jum'at, 07 November 2025 | 13:48 WIB

Terkini

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

Dokter Stephen Kornfeld Keluar Ruang Isolasi Biokontainer Meski Hasil Tes Hantavirus Meragukan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:33 WIB

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

Momen Haru Nadiem Makarim Peluk Pasukan Ojol Usai Dituntut 18 Tahun Bui: Tuhan Tidak Diam

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:30 WIB

Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini

Tol Japek Padat! Simak Jadwal Contraflow KM 55-65 Arah Cikampek Hari Ini

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:22 WIB

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara, Jaksa Bongkar Skema Fraud Kerah Putih

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 10:14 WIB

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta

Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 09:29 WIB

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:52 WIB

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 08:05 WIB

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:50 WIB

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 07:00 WIB