Saksi Beberkan Proses Penyewaan Kapal Angkut Minyak Mentah Pertamina

Ronald Seger Prabowo

Rabu, 19 November 2025 | 12:16 WIB
Saksi Beberkan Proses Penyewaan Kapal Angkut Minyak Mentah Pertamina
Ilustrasi hukum dugaan kasus korupsi. [Dok Suara.com]
baca 10 detik
  • Sidang korupsi tata kelola minyak di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa malam, mengungkapkan pemilihan kapal sewa oleh PT KPI.
  • PT KPI memilih menyewa kapal Olimpic Luna karena penawaran kapal Suezmax sebelumnya dinilai terlalu mahal oleh mereka.
  • Kesaksian Muhamad Resa mengungkap negosiasi kapal angkut minyak mentah Afrika Barat ke Cilacap menggunakan sistem *co-load*.

Resa di persidangan menerangkan pada 7 Desember 2022, PT KPI meminta menjajaki potensi rencana kerja sama dengan Totsa.

"Kemudian apa tindak lanjut saudara ketika ada permintaan untuk menindaklanjuti Totsa. Yang dimaksud kapal apa VLCC. Jadi ketika PT KPI menganggap harga Suezmax mahal kemudian ia menyodorkan alternatif kapal lain VLCC. Apa tindak lanjut dari PIS ada permohonan itu," tanya jaksa.

Kemudian Resa mengatakan pihaknya meneruskan informasi tersebut ke PIS Singapura.

Resa lalu membacakan balasan dari PIS Singapura penawaran harga US$ 6,9 juta dengan kapal Olimpic Luna.

"Oke berarti ada nilai muncul lagi US$ 6,9 juta. Itu menggunakan kapal apa pak?" Tanya jaksa.

"Disebutkan kapal Olimpic Luna," jawab Resa.

Dikatakan kapal tersebut ukuran lebih besar dari permintaan kapal Suezmax dengan harga sewa US$ 6,9 juta.

"Singkat cerita Suezmax kemahalan kemudian ditolak minta dicarikan kapal yang baru alternatifnya ternyata dapatlah. VLCC dengan nama kapalnya Olimpic Luna dengan harga US$ 6,9 juta," jelas jaksa.

Jaksa lalu menanyakan kapal tersebut disewa secara penuh atau setengah.

baca juga

"Harga 6,9 (juta dolar) ini, harga penyewaan VLCC atau kapal ini. Co-load satu kapal dibagi dua, ada minyak mentah yang dikirim kepunyaan Totsa dan satu lagi kepunyaan milik KPI," tanya jaksa.

"Kalau dalam email ini disebutkan co-load," jawab Resa.

"Berarti harga 6,9 (juta dolar) ini harga co-load ya. Co-load ini kan satu kapal dibagi dua barengan dengan pihak yang menyewa duluan kemudian nanti pihak KPI menyewa belakangan," tanya jaksa.

"Betul pak co-load itu angkut bareng-bareng," jawab Resa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Buah Menkeu Purbaya Dibidik Kejagung Soal Korupsi Pajak

Anak Buah Menkeu Purbaya Dibidik Kejagung Soal Korupsi Pajak

Bisnis | Rabu, 19 November 2025 | 08:13 WIB

Impor Minyak dari AS Dimulai Desember, Pertamina Bakal Diizinkan Beli Tanpa Lelang?

Impor Minyak dari AS Dimulai Desember, Pertamina Bakal Diizinkan Beli Tanpa Lelang?

News | Rabu, 19 November 2025 | 07:03 WIB

Bima Arya Ultimatum Kepala Daerah: Tak Ada Lagi Cerita Buruk, Integritas Harus Nomor Satu!

Bima Arya Ultimatum Kepala Daerah: Tak Ada Lagi Cerita Buruk, Integritas Harus Nomor Satu!

News | Selasa, 18 November 2025 | 21:52 WIB

Terkini

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

Dikritik Bambang Pacul, Ahmad Muzani Tegaskan Berangkat ke Iran sebagai Utusan Khusus Presiden

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

Tarif TransJakarta Mau Naik, Akankah Warga Kembali Memilih Kendaraan Pribadi?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:30 WIB

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

Roy Suryo Siapkan Praperadilan Kedua Usai Menang Sebagian di PN Jaksel, Kini Gugat Status Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:19 WIB

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

Update 14 Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha: 1 Tersangka Mangkir dari Pemeriksaan Polisi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:15 WIB

×