Dugaan Cinta Terlarang Perwira Polisi dan Dosen Untag: AKBP B Dipatsus, Kematian DLV Masih Misteri

Bangun Santoso

Kamis, 20 November 2025 | 16:04 WIB
Dugaan Cinta Terlarang Perwira Polisi dan Dosen Untag: AKBP B Dipatsus, Kematian DLV Masih Misteri
DLL (35), dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang yang ditemukan meninggal dunia di kos hotel (kostel), Senin (17/11/2025) sekira pukul 05.30 WIB. [Ist]
baca 10 detik
  • Kematian DLV, dosen Untag Semarang, terungkap terkait hubungan asmara terlarang dengan perwira menengah Polda Jateng berinisial AKBP B.
  • AKBP B telah berkeluarga dan menjalin hubungan gelap dengan DLV sejak tahun 2020, yang berujung penempatan khusus.
  • Penyebab pasti kematian DLV masih diselidiki, pihak kepolisian menunggu hasil otopsi dan gelar perkara internal.

Suara.com - Tabir misteri yang menyelimuti kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi (DLV), perlahan mulai tersibak.

Kasus ini menyeret seorang perwira menengah Polda Jateng, AKBP B, yang kini terbukti memiliki hubungan asmara terlarang dengan sang dosen.

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengatakan, adanya dugaan jalinan cinta antara AKBP B, yang telah berkeluarga, dengan DLV yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar hotel di kawasan Gajahmungkur, Semarang, pada Senin (17/11/2025).

"Sudah (berkeluarga). Kalau inisial D itu masih gadis, masih bujang," ucap Artanto kepada awak media, dikutip Kamis (20/11/2025).

Hubungan gelap ini ternyata bukan rahasia baru. Menurut pengakuan AKBP B kepada penyidik, skandal asmara tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun, menambah pelik kasus kematian sang dosen.

"Yang jelas mereka ada komunikasi dan intens. Dan hubungan asmara itu ya memang benar. Menurut pengakuan yang bersangkutan dari tahun 2020," beber Artanto.

Informasi yang beredar bahkan menyebut keduanya tinggal dalam satu atap di sebuah perumahan di Kecamatan Tembalang, meski tanpa ikatan pernikahan yang sah.

Akibat perbuatannya, AKBP B kini harus menghadapi sanksi tegas. Sejak Rabu (19/11/2025) malam, ia telah dijebloskan ke penempatan khusus (Patsus) Mapolda Jateng untuk 20 hari ke depan.

Tindakan ini diambil karena AKBP B dinilai telah melakukan pelanggaran berat Kode Etik Profesi Polri (KKEP).

baca juga

"Yang bersangkutan telah melakukan pelanggan berupa tinggal bersama dengan seorang perempuan berinisial D, tanpa ikatan perkawinan yang sah," tegas Artanto.

"Itu kan merupakan suatu pelanggaran berat dari kode etik profesi polisi, karena berkaitan dengan kesusilaan dan perilaku di mata masyarakat," sambunganya.

Kini, nasib karier AKBP B berada di ujung tanduk dan akan ditentukan melalui sidang KKEP. Sanksi terberat, Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH), menanti di depan mata.

"Ya, nanti kan dilihat dari hasil sidang. Karena dari sidang kode etik itu ada putusan yang paling berat yaitu PTDH, penundaan pangkat kemudian demosi dan sebagainya," jelasnya.

Namun, di tengah fokus pada pelanggaran etik, penyebab pasti kematian DLV masih menjadi misteri besar.

Pihak kepolisian mengaku belum bisa membeberkan hasil autopsi kepada publik. Menurut Artanto, penyidik masih harus menunggu gelar perkara internal dan keterangan dari saksi ahli forensik untuk menyimpulkan penyebab kematian korban secara utuh.

"Kalau hasil otopsi itu misalnya sudah keluar saya belum bisa memberikan statement, karena penyidik harus melakukan pemeriksaan atau mengambil keterangan saksi ahli selaku dokter otopsi untuk menjelaskan hasil otopsi tersebut," katanya.

"Jadi nanti saya bisa jelaskan kalau sudah gelar perkara itu lebih terang benderang. Kalau sekarang kan nanti parsial dan penyidik belum menuntaskan pekerjaan, nanti kan salah statmen," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Dosen Untag Tewas di Hotel: Autopsi Ungkap Aktivitas Berlebih, Mahasiswa Soroti Kejanggalan

Misteri Dosen Untag Tewas di Hotel: Autopsi Ungkap Aktivitas Berlebih, Mahasiswa Soroti Kejanggalan

News | Kamis, 20 November 2025 | 14:24 WIB

Deretan Fakta AKBP Basuki, Benarkah Ada Hubungan Spesial di Balik Kematian Dosen Untag?

Deretan Fakta AKBP Basuki, Benarkah Ada Hubungan Spesial di Balik Kematian Dosen Untag?

News | Kamis, 20 November 2025 | 14:15 WIB

Geger Kematian Dosen Cantik Untag: AKBP Basuki Dikurung Propam, Diduga Tinggal Serumah Tanpa Status

Geger Kematian Dosen Cantik Untag: AKBP Basuki Dikurung Propam, Diduga Tinggal Serumah Tanpa Status

News | Kamis, 20 November 2025 | 13:53 WIB

7 Fakta Kematian Dosen Untag di Kos: AKBP B Diamankan, Kejanggalan Mulai Terungkap

7 Fakta Kematian Dosen Untag di Kos: AKBP B Diamankan, Kejanggalan Mulai Terungkap

News | Kamis, 20 November 2025 | 13:30 WIB

Inovasi Mahasiswa KKN R4 UNTAG SURABAYA: Alat Pemotong Keripik di Desa Dilem

Inovasi Mahasiswa KKN R4 UNTAG SURABAYA: Alat Pemotong Keripik di Desa Dilem

Your Say | Jum'at, 19 Juli 2024 | 16:28 WIB

KKN Individu Mahasiswa UNTAG Surabaya di Kampung Kue Rungkut Lor

KKN Individu Mahasiswa UNTAG Surabaya di Kampung Kue Rungkut Lor

Your Say | Selasa, 28 Juni 2022 | 17:45 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×