Brasil Minta Duit Miliaran Dolar Buat Jaga Hutan, tapi Izin Tambang Jalan Terus

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 21 November 2025 | 15:34 WIB
Brasil Minta Duit Miliaran Dolar Buat Jaga Hutan, tapi Izin Tambang Jalan Terus
Hutan hujan Amazon. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • KTT Iklim PBB COP30 di Belem, Brasil, berfokus pada perlindungan hutan, namun diwarnai ironi kebijakan Brasil.
  • Brasil memperkenalkan skema dana TFFF US$125 miliar sambil tetap memberikan izin konsesi minyak dan gas di Amazon.
  • Masyarakat adat memprotes keras karena skema TFFF dianggap berpotensi menjadi kolonialisme hijau tanpa larangan eksplorasi fosil.

Suara.com - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Iklim PBB ke-30 atau COP30 di Belem, Brasil, tahun ini punya julukan yang keren banget: "Forest COP" alias "KTT Hutan". Sesuai namanya, fokus utamanya adalah soal menyelamatkan paru-paru dunia, terutama hutan Amazon.

Tapi, di balik semua janji manis dan slogan "hijau" itu, ada sebuah ironi yang saking gedenya, sampai bikin para aktivis dan masyarakat adat ngamuk. Gimana nggak? Di saat pemerintah Brasil lagi getol-getolnya minta duit bantuan internasional buat jaga hutan, di saat yang sama mereka justru terus mengobral izin konsesi minyak dan gas di kawasan Amazon!

'Tangan Kanan' Jaga Hutan, 'Tangan Kiri' Bor Minyak

Inilah kontradiksi paling gila yang terjadi di COP30. Di satu sisi, Brasil ikut memperkenalkan sebuah skema pendanaan internasional baru yang super ambisius, Tropical Forests Forever Facility (TFFF). Lewat skema yang dikelola Bank Dunia ini, mereka menargetkan bisa mengumpulkan US$125 miliar untuk "menggaji" negara-negara yang berhasil menjaga hutan tropisnya.

Tapi di sisi lain, kebijakan energi mereka justru bertolak belakang. Mereka terus mendorong ekspansi industri ekstraktif di wilayah yang seharusnya dilindungi. Sebuah sikap "standar ganda" yang sontak memicu kemarahan.

Masyarakat Adat Ngamuk: "Ini Bukan soal Duit, Ini soal Hidup!"

Tentu saja, yang paling pertama "meledak" adalah para penjaga hutan yang sesungguhnya: masyarakat adat. Pada 11 November, puluhan perwakilan mereka memaksa masuk ke area konferensi. Tuntutan mereka jelas: hentikan semua proyek industri di Amazon dan berikan mereka peran lebih besar dalam pengelolaan hutan.

Bagi mereka, skema pendanaan seperti TFFF ini cuma akal-akalan. Hutan mereka seolah mau "dijual" dan dijadikan aset finansial, tanpa ada jaminan perlindungan hak-hak mereka. Mereka khawatir, ini cuma akan melahirkan bentuk penjajahan baru yang disebut "kolonialisme hijau". Investor dapat untung, sementara mereka kehilangan akses ke ruang hidup mereka sendiri.

Jebakan di Dalam Skema Pendanaan

baca juga

Kecurigaan masyarakat adat ini ternyata bukan tanpa dasar. Kalau dibedah lebih dalam, skema TFFF ini punya beberapa "jebakan batman" yang berbahaya.

Denda yang Salah Sasaran: Brasil mengusulkan, negara yang melakukan deforestasi akan didenda US$400 per hektar. Kelihatannya bagus, kan? Tapi para aktivis khawatir aturan ini justru akan dipakai untuk menindak praktik tradisional masyarakat adat, seperti membuka lahan skala kecil buat berkebun, yang akan dianggap sebagai "deforestasi ilegal".

Nggak Ada Larangan Tambang: Yang paling parah, di dalam skema ini tidak ada larangan sama sekali untuk eksploitasi minyak dan gas di bawah kawasan hutan yang "dilindungi". Ini sama saja bohong, kan?

Bom Waktu Karbon di Bawah Kaki Kita

Para peneliti juga mengingatkan adanya "bom waktu" yang lebih besar. Menurut sebuah studi, sebagian besar negara yang memenuhi syarat untuk dapat dana TFFF ini ternyata punya cadangan bahan bakar fosil raksasa di bawah hutan mereka.

Potensi emisi dari cadangan ini saja sudah mencapai 317 miliar ton CO. Dan kalau semuanya digarap, angkanya bisa melonjak jadi 4,6 triliun ton! Sebagian besar "bom waktu" ini ada di Indonesia, Tiongkok, dan India.

Jadi, ironinya jelas banget. Dunia mau "membayar" untuk melindungi hutan, tapi di saat yang sama, "harta karun" karbon di bawahnya justru siap untuk dieksploitasi.

Kisah dari COP30 ini jadi pelajaran paling pahit. Niat baik dan uang triliunan dolar pun nggak akan ada artinya kalau tidak diimbangi dengan kebijakan yang konsisten dan keadilan bagi mereka yang hidupnya bergantung langsung pada alam.

(Muhamad Ryan Sabiti)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lelah dan Sudah Tak Bergairah, Mantan Gelandang Manchester City Putuskan Pensiun

Lelah dan Sudah Tak Bergairah, Mantan Gelandang Manchester City Putuskan Pensiun

Bola | Jum'at, 21 November 2025 | 06:17 WIB

Butuh Waktu 8 Bulan, Bagaimana Proses Pengujian BBM Bobibos?

Butuh Waktu 8 Bulan, Bagaimana Proses Pengujian BBM Bobibos?

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 14:03 WIB

Tamparan Keras di KTT Iklim: Bos Besar Lingkungan Dunia Sindir Para Pemimpin Dunia!

Tamparan Keras di KTT Iklim: Bos Besar Lingkungan Dunia Sindir Para Pemimpin Dunia!

News | Kamis, 20 November 2025 | 12:59 WIB

Gen Z dan Masyarakat Adat Ngamuk, Kepung KTT Iklim COP30 di Brasil: Apa Alasannya?

Gen Z dan Masyarakat Adat Ngamuk, Kepung KTT Iklim COP30 di Brasil: Apa Alasannya?

News | Kamis, 20 November 2025 | 11:50 WIB

Arsenal Terancam Kehilangan Gabriel Magalhaes Dalam Waktu Lama, Arteta Bakal Lakukan Apa?

Arsenal Terancam Kehilangan Gabriel Magalhaes Dalam Waktu Lama, Arteta Bakal Lakukan Apa?

Bola | Rabu, 19 November 2025 | 21:14 WIB

Green Jobs Sedang Naik Daun, Tapi Anak Muda Daerah Masih Kesulitan Akses Informasi

Green Jobs Sedang Naik Daun, Tapi Anak Muda Daerah Masih Kesulitan Akses Informasi

Lifestyle | Rabu, 19 November 2025 | 18:21 WIB

Terkini

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point

Sumut | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:18 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

×