Tinjau Korban Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Janjikan Huntara hingga Jaminan Hidup

Minggu, 04 Januari 2026 | 16:58 WIB
Tinjau Korban Banjir di Banjar Kalsel, Mensos Janjikan Huntara hingga Jaminan Hidup
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau langsung para pengungsi korban banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (4/1/2026). [Ist]
Baca 10 detik
  • Mensos tinjau korban banjir di Kalsel, pastikan kebutuhan darurat terpenuhi.
  • Pemerintah siapkan santunan Rp15 juta untuk ahli waris korban meninggal dunia.
  • Bantuan hunian, isian rumah, dan jaminan hidup juga akan disalurkan.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul meninjau langsung para pengungsi korban banjir di Puskesmas Desa Keramat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, pada Minggu (4/1/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi 218 warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Gus Ipul menyatakan, pemerintah memastikan penanganan darurat berjalan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta TNI dan Polri.

“Kita lihat saudara-saudara kita yang masih ada di pengungsian. Ini kerja sama antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah, tentu dibantu TNI dan Polri,” kata Gus Ipul.

Selama masa tanggap darurat, Kemensos telah menyalurkan berbagai bantuan logistik, mulai dari makanan siap saji, tenda, kasur, hingga layanan dukungan psikososial.

Rangkaian Bantuan Lanjutan Disiapkan

Gus Ipul juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan serangkaian bantuan lanjutan yang akan disalurkan setelah fase darurat selesai. Bantuan tersebut meliputi:

  • Santunan: Sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta bagi korban luka berat.
  • Hunian: Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) akan dilakukan bagi warga yang rumahnya rusak berat.
  • Bantuan Isian Rumah: Sebesar Rp3 juta per keluarga untuk membeli perabotan.
  • Jaminan Hidup: Sebesar Rp450 ribu per orang per bulan, yang akan diberikan selama tiga bulan.
  • Bantuan Pemberdayaan Ekonomi: Sebesar Rp5 juta per keluarga.

"Bantuan isian rumah dan pemberdayaan ekonomi diberikan satu kali, sementara jaminan hidup diberikan selama tiga bulan," jelasnya.

Seluruh penyaluran bantuan ini akan didasarkan pada data hasil asesmen bersama antara Kemensos, BNPB, dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pulihkan Akses Pasca Banjir Bandang, Polisi Bangun Jembatan Darurat di Padang Pariaman

Berdasarkan data awal Pemerintah Kabupaten Banjar, lebih dari 1.000 keluarga atau sekitar 4.000 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.

×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI