Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 25 November 2025 | 12:55 WIB
Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan
Wakil Ketua DPR yang juga Waketum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal (Instagram/cucunsyamsurijal)
baca 10 detik
  • PKB menyatakan tidak akan campur tangan dalam isu panas pemakzulan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
  • Alim ulama PBNU menegaskan kesepakatan menjaga soliditas kepengurusan hingga Muktamar berikutnya.
  • PBNU menyatakan pergantian kepemimpinan hanya sah melalui forum tertinggi organisasi, yaitu Muktamar.

Suara.com - Dinamika politik di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanas seiring munculnya isu pemakzulan terhadap Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Di tengah prahara ini, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengambil sikap tegas untuk tidak ikut campur.

Wakil Ketua Umum PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyatakan bahwa gejolak yang terjadi di PBNU adalah urusan rumah tangga organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. PKB, yang secara historis memiliki kedekatan dengan NU, memposisikan diri sebagai "anak" yang tidak pantas mencampuri urusan "orang tua".

"Itu di PBNU kita nggak ikut-ikutan," kata Cucun di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Sikap menjaga jarak ini dipertegas dengan sebuah analogi sederhana namun tajam, yang menggambarkan posisi PKB dalam hierarki hubungan dengan PBNU.

"Kita nggak ikut-ikutan. Nggak boleh anak ikut isu orang tua. Itu urusan orang tua. Kita nggak paham," tegasnya.

Cucun berharap semua persoalan yang ada dapat diselesaikan secara internal oleh PBNU tanpa intervensi dari pihak luar, termasuk dari PKB sendiri.

"Biarkan itu selesai di rumah tangga orang tua sendiri, PBNU. Ya, oke," pungkasnya.

Sementara itu, dari internal PBNU sendiri, para petinggi telah memberikan jawaban pasti untuk meredam isu yang beredar.

Melalui pertemuan alim ulama di kantor PBNU pada Minggu (23/11/2025) malam, ditegaskan bahwa tidak ada agenda pengunduran diri maupun pemakzulan Gus Yahya.

baca juga

Katib Aam PBNU, Ahmad Said Asrori, menyampaikan bahwa seluruh alim ulama telah bersepakat untuk menjaga soliditas kepengurusan hingga akhir periode.

"Sepakat kepengurusan PBNU harus selesai sampai satu periode yang Muktamarnya kurang lebih satu tahun lagi. Semuanya, tidak ada pemakzulan, tidak ada pengunduran diri, semua sepakat begitu. Semua gembleng 100 persen ini," kata Asrori usai pertemuan.

Asrori berulang kali menekankan bahwa isu pelengseran di tengah jalan tidak akan terjadi, sekaligus mematahkan spekulasi yang berkembang liar.

"Jadi sekali lagi, tidak ada pengunduran dan tidak ada pemaksaan pengunduran diri. Tidak ada. Ini sekali lagi saya tegaskan, tidak ada," ujar Asrori.

Ia menjelaskan bahwa satu-satunya mekanisme sah untuk pergantian kepemimpinan adalah melalui forum tertinggi organisasi, yaitu Muktamar, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Semua harus, semuanya pengurusan harian PBNU mulai Rais Aam sampai jajaran, Ketua Umum dan jajaran sempurna sampai Muktamar yang akan datang. Kalau ada pergantian itu majelis yang paling tinggi dan terhormat adalah Muktamar Nahdlatul Ramadan. Dan itu diatur di dalam anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan peraturan perkumpulan," tuturnya.

Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, juga menegaskan hal serupa. Ia menyerahkan segala permasalahan di internal organisasi harus diselesaikan sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

News | Senin, 24 November 2025 | 23:17 WIB

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

News | Senin, 24 November 2025 | 17:51 WIB

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

News | Senin, 24 November 2025 | 17:12 WIB

Tidak Ada Pemakzulan Sampai Muktamar, Gus Yahya Pimpin PBNU Satu Periode

Tidak Ada Pemakzulan Sampai Muktamar, Gus Yahya Pimpin PBNU Satu Periode

News | Senin, 24 November 2025 | 11:41 WIB

Gus Yahya Bantah Mundur dari PBNU, Sebut Syuriyah Tidak Punya Kewenangan

Gus Yahya Bantah Mundur dari PBNU, Sebut Syuriyah Tidak Punya Kewenangan

News | Minggu, 23 November 2025 | 08:30 WIB

Sekjen PBNU Minta Pengurus Tenang di Tengah Isu Pelengseran Gus Yahya dari Kursi Ketua Umum

Sekjen PBNU Minta Pengurus Tenang di Tengah Isu Pelengseran Gus Yahya dari Kursi Ketua Umum

News | Sabtu, 22 November 2025 | 21:41 WIB

Isu Yahya Cholil Staquf 'Dimakzulkan' Syuriyah PBNU, Masalah Zionisme Jadi Sebab?

Isu Yahya Cholil Staquf 'Dimakzulkan' Syuriyah PBNU, Masalah Zionisme Jadi Sebab?

News | Jum'at, 21 November 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×