Dipecat PBNU karena Isu Zionis, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?

Bangun Santoso

Selasa, 25 November 2025 | 13:50 WIB
Dipecat PBNU karena Isu Zionis, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?
Sosok Charles Holland Taylor. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • PBNU mencopot Charles Holland Taylor dari posisi penasihat khusus Ketua Umum karena isu dugaan zionisme pada 22 November 2025.
  • Taylor merupakan ahli Islamisasi Jawa abad ke-15 dan pendiri organisasi LibForAll bersama Gus Dur tahun 2003.
  • Ia juga mendirikan Bayt ar-Rahmah bersama Gus Mus dan Gus Yahya, serta terlibat dalam Forum Agama G20 (R20).

Suara.com - Nama Charles Holland Taylor mendadak jadi sorotan publik setelah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mencopotnya dari posisi strategis sebagai penasihat khusus Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf.

Keputusan tegas ini memicu spekulasi, yang akhirnya terkonfirmasi mengarah pada isu sensitif dugaan zionisme.

Pencopotan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 yang ditandatangani langsung oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Ahyar, pada 22 November 2025.

Saat dimintai konfirmasi, Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, tidak menampik bahwa isu zionisme menjadi salah satu pemicu utama di balik keputusan tersebut.

"Iya, itu salah satunya," kata dia saat ditemui di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Meski begitu, Gus Ipul memilih untuk tidak merinci lebih jauh dan menyatakan bahwa penjelasan resmi akan disampaikan oleh jajaran Syuriah PBNU.

Lantas, Siapa Sebenarnya Charles Holland Taylor?

Sebelum dicopot, Charles Holland Taylor memegang jabatan sebagai Penasihat Khusus untuk Urusan Internasional untuk Ketua Nahdlatul Ulama (NU). Sosoknya bukanlah orang baru di lingkaran tokoh-tokoh besar NU.

Taylor, yang dibesarkan di berbagai negara seperti Jerman, Iran, dan Korea Selatan, dikenal sebagai seorang ahli dalam bidang Islamisasi Jawa pada abad ke-15 dan ke-16.

baca juga

Pengalamannya menetap dan bekerja di berbagai negara, termasuk Indonesia, selama beberapa dekade memberinya jaringan yang luas.

Jejaknya di Indonesia sangat lekat dengan pendirian sejumlah organisasi penting. Ia adalah salah satu pendiri, ketua, dan CEO dari LibForAll Foundation.

Organisasi ini ia dirikan pada 2003 bersama Presiden ke-4 RI sekaligus tokoh besar NU, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Di bawah kepemimpinan mereka, LibForAll dengan cepat menjadi LSM terkemuka dalam strategi kontra-ekstremisme global.

Tak berhenti di situ, pada 2014, Taylor kembali mendirikan organisasi bernama Bayt ar-Rahmah bersama dua tokoh sentral NU lainnya, yaitu KH A. Mustofa Bisri (Gus Mus) dan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Mengutip situs resminya, Bayt ar-Rahmah dibentuk untuk berfungsi sebagai lembaga ahlussunnah wal jamaah dalam urusan ibadah dan dakwah.

Organisasi ini, bersama Gerakan Pemuda Ansor, kemudian meluncurkan gerakan global 'Islam Kemanusiaan' pada 2017.

Gerakan tersebut berupaya mereformasi prinsip-prinsip ortodoksi Islam yang dianggap usang, yang menganjurkan kebencian dan supremasi agama, dengan mengembalikan nilai rahmah atau kasih sayang.

Puncak perannya terjadi pada 2022, ketika PBNU menunjuk Center for Shared Civilizational Values (CSCV), di mana Taylor juga menjadi salah satu pendirinya, sebagai wahana utama untuk keterlibatan internasional NU sekaligus sebagai Sekretariat Tetap untuk Forum Agama G20 (R20).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan

Isu Pemakzulan Gus Yahya dari Ketum PBNU Memanas, PKB: Kita Nggak Ikut-ikutan

News | Selasa, 25 November 2025 | 12:55 WIB

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

Gus Ipul Benarkan Penasihat Khusus Ketum PBNU Dicopot Imbas Isu Zionisme

News | Senin, 24 November 2025 | 23:17 WIB

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

Cak Imin Bicara soal Isu Pemakzulan di PBNU Usai Rapat, Nusron Wahid: Doakan Badai Cepat Berlalu

News | Senin, 24 November 2025 | 17:51 WIB

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

Isu Pemakzulan Gus Yahya Menguat, Begini Reaksi Nusron Wahid Soal Polemik Internal PBNU

News | Senin, 24 November 2025 | 17:12 WIB

Tidak Ada Pemakzulan Sampai Muktamar, Gus Yahya Pimpin PBNU Satu Periode

Tidak Ada Pemakzulan Sampai Muktamar, Gus Yahya Pimpin PBNU Satu Periode

News | Senin, 24 November 2025 | 11:41 WIB

Gus Yahya Bantah Mundur dari PBNU, Sebut Syuriyah Tidak Punya Kewenangan

Gus Yahya Bantah Mundur dari PBNU, Sebut Syuriyah Tidak Punya Kewenangan

News | Minggu, 23 November 2025 | 08:30 WIB

Sekjen PBNU Minta Pengurus Tenang di Tengah Isu Pelengseran Gus Yahya dari Kursi Ketua Umum

Sekjen PBNU Minta Pengurus Tenang di Tengah Isu Pelengseran Gus Yahya dari Kursi Ketua Umum

News | Sabtu, 22 November 2025 | 21:41 WIB

Terkini

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Perluasan Akses Pasar Internasional & Digitalisasi Domestik Kunci Utama Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

Fundamental Ekonomi Terjaga, Manfaat Kian Dirasakan Masyarakat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Polda Jateng Apresiasi Aksi Mahasiswa di Jalan Pahlawan, Massa Diimbau Bubarkan Diri Tertib

Jawa Tengah | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Tetap Nyaman Meski Anak Aktif Bergerak, Ini Tips Memilih Activewear untuk Si Kecil

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:23 WIB

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

IUP Kristalin Dicabut Demi Antam? Haris Azhar Kritik Klaim Pemulihan Hutan Satgas PKH

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

BRI Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham hingga Januari 2027

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:12 WIB

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:10 WIB

×