- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut Jakarta International Stadium (JIS) kini menjadi favorit penyelenggara acara karena suasananya yang lebih intim dibanding Stadion GBK.
- Pemprov DKI berencana membenahi akses dan infrastruktur pendukung, termasuk jembatan penyeberangan dan integrasi transportasi umum.
- Rano optimistis JIS akan menjadi pusat keramaian baru dan homebase Persija Jakarta setelah semua fasilitas rampung.
Suara.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, membeberkan fakta menarik terkait Jakarta International Stadium (JIS).
Lelaki 65 tahun menyebut bahwa JIS kini menjadi lokasi favorit bagi para penyelenggara acara dibandingkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Hal tersebut disampaikannya saat memaparkan rencana pengembangan JIS di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).
"JIS ini menjadi tempat favorit, maaf ya, mereka jauh lebih memilih JIS daripada GBK untuk memperlihatkan sebuah show," ujar Rano Karno.
Menurut Rano, tata letak tribun stadion di Jakarta Utara tersebut menawarkan kedekatan emosional yang berbeda antara penonton dan pengisi acara.
"Karena JIS itu intimate, dekat, nggak ada jarak. GBK itu jauh, stage di tengah, penonton jauh, sehingga nggak terasa," jelasnya.
Pemeran tokoh legendaris 'Si Doel' ini mengaku telah bertemu puluhan promotor yang tetap memilih JIS kendati infrastrukturnya masih memiliki sejumlah kekurangan.
"Kalau kami mengadakan survei, saya kemarin mengunjungi hampir 20 promotor. Kalau memang mereka ingin perform di Jakarta, mereka memilih Stadion JIS dengan segala macam problematikanya," kata Rano.
Ia tak menampik bahwa stadion warisan Anies Baswedan tersebut memang masih menyisakan pekerjaan rumah yang sempat terhenti pembangunannya.
Baca Juga: Pemprov DKI Gagas LPDP Jakarta, Siap Biayai Warga Kuliah S2-S3 hingga Luar Negeri
"Kami bersyukur, era Gubernur Anies membangun stadion JIS. Tapi memang, kami juga melihat banyak kendala yang belum bisa dilengkapi karena ada fase-fase yang memang tidak selesai, sehingga menjadi stuck," akunya.
Namun, Rano menegaskan bahwa JIS sejatinya dirancang lebih dari sekadar arena pertandingan, melainkan sebagai identitas warga Jakarta menuju kota global.
"Sebetulnya, JIS ini masuk dalam sebuah kawasan. Jadi, bukan hanya stadion saja. Kami memandang JIS ini lebih dari sekadar stadion pertandingan, melainkan simbol semangat sportivitas, persatuan, dan identitas warga. Sekaligus penegasan akan upaya transformasi Jakarta menuju kota global," tuturnya.
Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta berencana melanjutkan lagi proses pelengkapan infrastruktur pendukung keberadaan JIS.
Salah satunya seperti persoalan akses yang kerap dikeluhkan, Rano membeberkan rencana pembangunan jembatan penyeberangan yang menghubungkan kawasan Ancol dengan stadion.
"Kami akan membangun jembatan penyeberangan untuk menuju JIS. Jadi area parkir nanti akan ada di Ancol," terang Rano.
Selain itu, ia memastikan integrasi transportasi umum terus dikebut, termasuk penyelesaian stasiun kereta api di area tersebut.
"Penguatan akses transportasi menuju JIS menjadi prioritas. Kami bersyukur, kereta api akan menyelesaikan stasiunnya di depan JIS," paparnya.
Di sisi lain, Rano memastikan komitmennya bersama Gubernur Pramono Anung untuk mengembalikan kejayaan klub sepak bola Persija Jakarta di rumahnya sendiri.
"Di era kepemimpinan saya bersama Mas Pram, kami juga mengambil langkah untuk mengaktivasi JIS sebagai homebase Persija. Karena pada kenyataannya, setiap Persija main di JIS, pasti menang," tegasnya.
Ia optimistis kawasan tersebut akan berubah menjadi pusat keramaian baru seiring rampungnya seluruh fasilitas penunjang.
"Kalau ini sudah berjalan, wow, kawasan ini akan hidup," pungkas Rano.