Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!

Dinda Rachmawati

Minggu, 30 November 2025 | 16:41 WIB
Jeritan Warga Maninjau Usai Banjir Bandang: Akses Putus Tanpa Listrik, Sembako Melambung Tinggi!
Jalan Putus, Akses Lumpuh: Keputusasaan Warga Maninjau Terjebak di Desa Tanpa Listrik dan Bantuan (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Longsor dan banjir bandang memutus akses Danau Maninjau, warga terisolasi dan harus naik perahu untuk keluar kampung.
  • Logistik menipis, harga kebutuhan pokok melonjak, dan bantuan pemerintah belum masuk.
  • Warga bertahan di pengungsian sambil berharap akses segera dibuka dan bantuan datang.

Suara.com - Wilayah Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, merupakan kawasan yang juga terdampak bencana banjir bandang dan longsor, usai hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu malam (26/11).

Tempat yang biasa dipandang sebagai surga wisata, dengan danau, bukit menghijau, sawah terhampar, dan permukiman tradisional yang damai, kini berubah menjadi zona darurat bencana.

Jalan Terputus, Warga Terisolasi

Jembatan Muaro Pauh rusak parah. Akses Sungai Batang di kawasan Tumayo ikut amblas. Di sisi lain, jalur menuju Desa Gadang tertutup lumpur, batang pohon, dan bebatuan sebesar rumah. 

Warga yang tinggal di jorong-jorong sekitar seperti Labuah Nagari, Bancah, dan Arikia benar-benar terputus dari dunia luar. Tak ada kendaraan yang bisa lewat.

Satu-satunya cara warga keluar dari kampung adalah dengan menyewa speed boat atau perahu kayu, menembus gelombang danau yang kadang tak bersahabat.

“Kami baru bisa komunikasi setelah ikut warga ke Lubuk Basung naik perahu. Jalan semua putus, mau ke mana pun tak bisa,” ujar Amir Syakib, dalam pesan singkat pada Suara.com.

Sementara itu, banyak keluarga memilih mengungsi ke bangunan-bangunan yang masih aman seperti museum dan kantor nagari. Listrik mati total, jaringan komunikasi sempat hilang hampir dua hari.

Bau Bangkai Ikan dan Lumpur Menyergap Permukiman

baca juga

Danau Maninjau yang biasanya tenang berubah muram. Ribuan ikan mati mengambang, terbawa arus bercampur lumpur dari hulu. Bau menyengatnya menyelimuti rumah-rumah warga.

“Sebenarnya mau tidur di rumah, tapi danau dengan ribuan bangkai ikan itu menusuk sekali. Mau muntah rasanya,” tutur dia.

Di sisi lain, halaman rumah-rumah dipenuhi lumpur, serabut kayu, dan batu besar yang ikut terseret banjir bandang. Permukaan air danau ikut naik menenggelamkan rumah.

Dari foto-foto yabg beredar, pohon kelapa tumbang, kandang ternak hilang, ikan di karamba mati dan lahan pertanian tertimbun lumpur dalam. Hamparan desa yang luluh lantak, sawah-sawah seolah terkelupas.

Logistik Menipis, Harga Melonjak

Meski kondisi cuaca sudah membaik, masalah yang jauh lebih besar menanti: keterbatasan logistik. Bantuan pemerintah belum masuk ke sebagian besar jorong karena akses menuju lokasi masih tertutup.

“Bantuan dari pemerintah daerah nol… belum ada sama sekali,” keluhnya.

Di banyak titik, stok sembako mulai menipis. Toko-toko desa tak lagi mendapat suplai barang, membuat harga kebutuhan pokok melonjak tajam.

“Sedih di kampung, beras dijual mahal, gas mahal, pertalite juga,” ujar warga lain bernama Lusi dari Jorong Pandan.

Tak sedikit keluarga yang kini hanya makan seadanya, nasi sisa, mie instan terakhir, atau sayur hasil kebun yang masih bisa diselamatkan dari lumpur.

Warga Bertahan Tanpa Listrik dan Sinyal

Malam hari terasa lebih panjang bagi warga Maninjau. Tanpa listrik, tanpa sinyal, dan tanpa kepastian kapan bantuan datang.

"Alhamdulillah baru dapat sinyal tadi. Persediaan mulai habis, akses terputus kiri kanan, lampu masih mati. Semoga segera membaik,” tulis Liza.

Banyak warga kini mengandalkan penerangan seadanya, genset yang digunakan bersama ,lampu minyak, lilin, atau api unggun kecil. Pagi harinya, mereka gotong royong menyingkirkan lumpur yang menutup jalan dan pekarangan.

Meski terpukul, warga Danau Maninjau tak berhenti berjuang. Mereka saling berbagi makanan, bergantian memantau jalur yang kemungkinan bisa dilewati, serta ikut mengevakuasi tetangga yang rumahnya tidak lagi layak huni.

Namun seruan yang paling kuat dari mereka semua adalah satu, mereka butuh bantuan. Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah dan pusat segera mengirimkan bantuan logistik, memperbaiki jalan dan jembatan yang terputus, serta memulihkan jaringan listrik dan telekomunikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban

Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban

News | Sabtu, 29 November 2025 | 18:45 WIB

Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

News | Sabtu, 29 November 2025 | 17:09 WIB

Prabowo Bicara Soal Bencana Pulau Sumatera, Singgung Kerusakan Lingkungan dan Pembabatan Hutan

Prabowo Bicara Soal Bencana Pulau Sumatera, Singgung Kerusakan Lingkungan dan Pembabatan Hutan

Video | Sabtu, 29 November 2025 | 17:00 WIB

Terkini

Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris

Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:49 WIB

Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam

Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:37 WIB

Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?

Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00 WIB

Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok

Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:54 WIB

Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas

Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:45 WIB

Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan

Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:32 WIB

Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI

Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 01:32 WIB

The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu

The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:49 WIB

Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris

Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir

10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 00:30 WIB

×