- Polri mengirimkan bantuan besar logistik dan perlengkapan SAR kepada korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
- Distribusi awal menggunakan dua pesawat Polri (CN295 dan Fokker 50) dengan total sekitar enam ton muatan.
- Bantuan meliputi kebutuhan dasar, obat-obatan, serta peralatan khusus seperti perahu karet dan generator listrik.
Suara.com - Polri tengah menyiapkan pengiriman bantuan skala besar untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan berupa logistik hingga perlengkapan SAR akan diterbangkan menggunakan dua pesawat milik Baharkam Polri, CN295 dan Fokker 50, dari Mako Polisi Udara Polri di Pondok Cabe, Tangerang Selatan.
Wakil Astamaops Kapolri Irjen Laksana mengatakan pengerahan dua pesawat pengangkut logistik ini diharapkan dapat mempercepat proses distribusi bantuan kepada korban.
"Supaya mereka dapat bertahan dalam keadaan yang emergence,”ujar Laksana kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).
Laksana menuturkan, setiap pesawat mampu mengangkut tiga hingga lima ton muatan. Dengan dua armada udara tersebut, Polri memproyeksikan sedikitnya enam ton logistik dikirim dalam tahap awal.
“Untuk total logistik yang kita angkut sekarang, ini satu pesawat ada sekitar 5 sampai 3 ton," katanya.
Penggunaan pesawat dilakukan untuk mempercepat distribusi mengingat akses darat di sejumlah titik masih terputus.
![Foto udara kawasan terdampak banjir bandang di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat, Kamis (27/11/2025). [ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/28/95562-banjir-bandang-di-padang-banjir-padang.jpg)
Setelah tiba di bandara tujuan, bantuan rencananya akan dilanjutkan oleh Polda setempat menggunakan kapal ataupun helikopter menuju lokasi terdampak.
“Nanti dari masing-masing Polda, kita dorong dengan menggunakan kapal-kapal yang terdekat atau dengan menggunakan heli yang sudah ada di Polda-Polda yang terdekat,” jelasnya.
Baca Juga: Ngeri! Gelondongan Kayu Hanyut Saat Banjir Sumut, Disinyalir Hasil Praktik Ilegal?
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko merinci jenis bantuan yang dikirim, mulai kebutuhan dasar hingga perlengkapan operasi lapangan.
“Pakaian sekolah, tas sekolah, obat-obatan, nasi cepat saji atau makanan cepat saji, kemudian kasur lipat, air mineral, kemudian obat untuk serangga atau nyamuk ya, juga kemudian selimut, dan pelampung,” ungkapnya.
Bantuan lain termasuk 20 unit perahu karet, 120 pelampung, 10 tenda peleton, 2 tenda Dokkes, 200 velbed, 2.000 MTP, tiga unit portable solar generator, serta perangkat techno wifi.