5 Fakta Penjarahan Gudang Bulog Sibolga, Imbas Lambatnya Bantuan?

M Nurhadi

Senin, 01 Desember 2025 | 17:14 WIB
5 Fakta Penjarahan Gudang Bulog Sibolga, Imbas Lambatnya Bantuan?
Video Viral Diduga Penjarahan Gudang Bulog [Ist]
baca 10 detik
  • Penjarahan Gudang Bulog Sarudik di Sibolga terjadi pada Minggu (30/11/2025) dipicu desakan kebutuhan pangan.
  • Massa merambah gudang setelah sebelumnya menjarah sejumlah ritel modern akibat terputusnya akses distribusi logistik pasca-bencana.
  • Permintaan penambahan personel keamanan diabaikan, menyebabkan penjarahan terjadi sebelum bantuan tambahan aparat tiba di lokasi.

Suara.com - Situasi darurat akibat bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra Utara memuncak dengan insiden penjarahan yang terjadi di Gudang Bulog Sarudik, Sibolga, pada Minggu (30/11/2025).

Insiden ini menjadi sorotan tajam, yang menurut Bulog, didorong oleh desakan kebutuhan pangan masyarakat akibat terputusnya akses dan lambatnya distribusi bantuan.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatra Utara, Budi Cahyanto, membenarkan bahwa massa memaksa masuk gudang setelah sebelumnya terjadi penjarahan di sejumlah ritel modern di Kota Sibolga.

Fakta-fakta ini disusun berdasarkan keterangan dari Bulog dan peristiwa viral di media sosial.

1. Desakan Kebutuhan Pangan di Tengah Darurat

Budi Cahyanto mengakui bahwa masyarakat berada dalam situasi darurat yang ekstrem, di mana bencana telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan yang paling krusial, terputusnya akses pangan.

Massa yang berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik secara tiba-tiba memaksa masuk dengan merobohkan pagar dan merusak gembok gudang untuk mengambil beras dan minyak goreng.

Aparat yang berada di lokasi tidak mampu mengendalikan massa karena "desakan kebutuhan pangan" yang tidak terhindarkan.

2. Berawal dari Penjarahan Ritel Modern

baca juga

Sebelum menyerbu Gudang Bulog, aksi penjarahan serupa lebih dulu terjadi di sejumlah ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kota Sibolga.

Kondisi darurat dan kelangkaan pasokan tampaknya mendorong masyarakat mengambil inisiatif ekstrem demi bertahan hidup.

3. Permintaan Tambahan Pengamanan Diabaikan

Bulog telah melakukan koordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah, dan anggota polsek serta koramil setempat sudah ditempatkan di kompleks gudang.

Namun, fokus utama aparat saat itu adalah membantu penanganan korban bencana. Setelah penjarahan di minimarket, Bulog meminta tambahan personel.

Sayangnya, gudang keburu dijarah sebelum personel tambahan tersebut tiba.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penjarahan Meluas, Polda Sumut Kerahkan Brimob di Minimarket hingga Gudang Bulog!

Cegah Penjarahan Meluas, Polda Sumut Kerahkan Brimob di Minimarket hingga Gudang Bulog!

News | Senin, 01 Desember 2025 | 11:35 WIB

Penjarahan Beras di Gudang Bulog Sumut, Ini Alasan Mengejutkan dari Pengamat

Penjarahan Beras di Gudang Bulog Sumut, Ini Alasan Mengejutkan dari Pengamat

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 09:01 WIB

Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

Bobby Nasution Pimpin Langsung Percepatan Evakuasi dan Pembukaan Jalur Darurat di Tapteng

News | Sabtu, 29 November 2025 | 15:24 WIB

Terkini

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:56 WIB

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Demo di Rumah Jokowi, Massa Bawa Spanduk Gibran 'Anak Haram Konstitusi' Tuntut Mundur dari Wapres

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Slang Lokal ke Tren Global: Peluang Bahasa Indonesia Kuasai Algoritma Dunia

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Transjakarta Ubah Rute Imbas Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat

Transjakarta Ubah Rute Imbas Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Harga Emas Turun, Bisnis Perhiasan Masih Dibayangi Daya Beli

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:47 WIB

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

PKS Buka Peluang Gulirkan Hak Angket Ijazah Gibran Usai Dapat Sinyal Positif dari PDIP

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Demonstrasi Makin Marak, Pakar Sentil Lambatnya Respon Pemerintah, Rakyat Jangan Terus Disalahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:41 WIB

×