- Eskalasi konflik Timur Tengah memicu kekhawatiran keselamatan WNI, terutama jamaah umrah yang berada di Arab Saudi.
- Anggota Komisi VIII DPR RI mengimbau jamaah umrah untuk bersabar atas potensi keterlambatan jadwal kepulangan.
- Jamaah disarankan menunda keberangkatan umrah dan travel wajib menjamin fasilitas bagi jamaah yang tertahan.
Suara.com - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah pascaserangan Israel yang didukung Amerika Serikat ke Iran memicu kekhawatiran terkait keselamatan warga negara Indonesia (WNI), khususnya jamaah umrah yang sedang berada di Arab Saudi.
Menanggapi situasi tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Aprozi Alam, meminta seluruh jamaah asal Indonesia untuk tetap tenang.
Situasi keamanan di wilayah tersebut dilaporkan meningkat setelah adanya serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa titik, termasuk di Riyadh, Arab Saudi. Kondisi ini berpotensi berdampak pada jadwal penerbangan dan proses kepulangan jamaah ke Tanah Air.
Aprozi mengimbau para jamaah yang saat ini berada di Makkah maupun Madinah agar bersabar jika terjadi kendala teknis atau keterlambatan jadwal kepulangan akibat kondisi ruang udara yang tidak menentu.
“Kita menghimbau kepada jamaah umrah yang masih berada di Arab Saudi, baik itu di Madinah maupun Makkah, agar kiranya dapat bersabar, seandainya ada keterlambatan kepulangan para calon jamaah disebabkan oleh eskalasi perang di Timur Tengah,” ujar Aprozi kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Legislator dari Partai Golkar ini menegaskan agar jamaah terus menjalin komunikasi dengan biro travel penyelenggara serta mematuhi arahan dari Duta Besar RI dan perwakilan kementerian terkait.
Ia meyakini pemerintah telah menyiapkan skenario darurat untuk mengamankan WNI.
“Kita kita yakini bahwa pemerintah Republik Indonesia tentu akan melakukan yang terbaik. Melakukan koordinasi tentang bagaimana teknis pemulangan warga Indonesia yang ada di Arab Saudi atau di yang sedang melaksanakan ibadah umrah,” tegasnya.
Selain itu, Aprozi menyarankan masyarakat yang telah merencanakan keberangkatan umrah dalam waktu dekat untuk mempertimbangkan penundaan hingga situasi kembali kondusif.
Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Malah Makin Menjadi
Hal ini dilakukan demi menghindari risiko keamanan di jalur penerbangan yang melintasi zona konflik.
“Yakin saja bersabar pemerintah Indonesia pasti akan mengambil langkah-langkah yang lebih bijak melalui Kementerian Haji dan Umrah, TNI, Polri, untuk mengambilkan langkah-langkah strategis, jalur mana yang tidak membahayakan untuk melakukan pemulangan jamaah ke Tanah Air,” jelasnya.
Kepada biro travel, Aprozi menekankan pentingnya tanggung jawab penuh terhadap jamaah yang tertahan. Ia meminta pihak travel menjamin fasilitas penginapan dan konsumsi agar jamaah tetap merasa aman dan nyaman di tengah ketidakpastian situasi global.
Ia pun mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi dengan otoritas Arab Saudi dan maskapai penerbangan guna memastikan jalur evakuasi atau pemulangan tetap tersedia.
“Yakin saja bahwa mereka bisa pulang dengan selamat namun hanya waktu, waktu yang tepat mana yang akan digunakan terhadap kepulangan para jamaah sampai ke Tanah Air,” pungkasnya.