Kronologi Kepala BNPB Minta Maaf Usai Sebut Bencana Sumatera 'Mencekam di Medsos'

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 02 Desember 2025 | 07:02 WIB
Kronologi Kepala BNPB Minta Maaf Usai Sebut Bencana Sumatera 'Mencekam di Medsos'
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (Kiri) [Antara]

Suara.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel).

Permintaan maaf ini dilontarkan setelah Suharyanto secara langsung meninjau lokasi bencana dan mengaku terkejut melihat dampak banjir dan longsor di wilayah Sumatra Utara tersebut yang ternyata sangat dahsyat.

Sebelumnya, Suharyanto sempat menuai kritik karena melontarkan pernyataan bernada meremehkan.

Ia menyebut bencana di tiga provinsi Sumatra (termasuk Sumut) terlihat mencekam bukan karena kondisi riil, melainkan karena informasi yang terlalu banyak berseliweran di media sosial.

Kronologi Permintaan Maaf di Desa Aek Garoga

Permintaan maaf tersebut disampaikan Suharyanto saat ia tiba di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, pada Minggu (30/11/2025).

Keterkejutan Langsung: Untuk mencapai Desa Aek Garoga, Suharyanto harus melewati dua desa terdampak lainnya. Kerusakan di Aek Garoga menjadi yang paling parah dan disaksikan langsung oleh jenderal bintang tiga TNI AD tersebut.

Pengakuan: Suharyanto mengaku tidak pernah membayangkan kerusakan akibat banjir dan longsor di sana luar biasa parah, jauh dari yang ia bayangkan sebelumnya.

"Tapsel (Tapanuli Selatan) saya surprise (terkejut), saya tidak mengira seperti ini. Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu. Kami hadir di Tapanuli ini, untuk membantu," kata Suharyanto.

Ia menegaskan bahwa BNPB hadir untuk membantu semua wilayah tanpa membedakan suku, agama, atau ras, dan berjanji akan turun dengan kekuatan penuh.

Sebelumnya, ia mengatakkan  bahwa bencana di tiga provinsi Sumatra (Aceh, Sumut, dan Sumbar) saat ini masih berstatus bencana daerah tingkat provinsi, bukan bencana nasional.

Suharyanto sempat menyebut bahwa hanya Tapanuli Tengah yang menjadi fokus serius saat ini, sementara daerah lainnya dianggap relatif membaik.

Ia berpendapat bahwa penetapan status bencana nasional harus berdasarkan pertimbangan skala korban dan kesulitan akses, membandingkannya dengan bencana Tsunami Aceh 2004 dan Covid-19.

"Memang kemarin kelihatannya mencekam ya, kan berseliweran di media sosial, nggak bisa bertemu segala macam. Tapi begitu sampai ke sini sekarang rekan media tadi hadir di lokasi dan tidak hujan," ujar dia.

Sebagai informasi, data terbaru dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) per Senin (1/12/2025) malam menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatra terus bertambah hingga mencapai 604 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirut BUMN Diminta Danantara Turun Bantu Korban Bencana Sumatra, Ini Kata Bos SIG

Dirut BUMN Diminta Danantara Turun Bantu Korban Bencana Sumatra, Ini Kata Bos SIG

Bisnis | Senin, 01 Desember 2025 | 23:54 WIB

Kemensos Dirikan 28 Dapur Umum, Produksi 100 Ribu Nasi Bungkus Tiap Hari untuk Korban Banjir Sumatra

Kemensos Dirikan 28 Dapur Umum, Produksi 100 Ribu Nasi Bungkus Tiap Hari untuk Korban Banjir Sumatra

News | Senin, 01 Desember 2025 | 21:54 WIB

Diangkut Helikopter, 4 Ton Bantuan Udara Diterjunkan ke 3 Kabupaten di Sumbar

Diangkut Helikopter, 4 Ton Bantuan Udara Diterjunkan ke 3 Kabupaten di Sumbar

News | Senin, 01 Desember 2025 | 21:39 WIB

Terkini

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

Nutri-Level di Kemasan Makanan: Apa Saja yang Perlu Diketahui Sebelum Memilih?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:37 WIB

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

Ray Rangkuti: Prabowo Subianto Berpotensi Jadi Presiden dengan Aktivis Paling Banyak Dipolisikan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:34 WIB

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

Israel Tembak Mobil Pengangkut Air di Gaza, Kakak Beradik Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:27 WIB

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

Pramono Klaim Jakarta Makin Digdaya: Ekonomi Melesat, Kemiskinan Turun, dan Belanja APBD Cetak Rekor

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:26 WIB

Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta

Operasi Serentak, Pemprov DKI Angkut 68 Ribu Ikan Sapu-Sapu dari Perairan Jakarta

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:24 WIB

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

Ancaman El Nino di Depan Mata, Pramono Siapkan Jurus Jaga Stok Beras hingga Daging

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:20 WIB

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Usai Sebut Pemerintah Berbohong soal Swasembada Pangan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:18 WIB

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

Usulan Gibran Soal Hakim Ad Hoc Dikritik, KontraS: Tak Ada di Aturan, Lebih Tepat Koneksitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:13 WIB

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

Di Tengah Tantangan Lingkungan, Bagaimana Industri AMDK Bertransformasi ke Arah Hijau?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:09 WIB

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

KPK Bongkar Titik Rawan Korupsi Program MBG, Dari Regulasi Lemah hingga Konflik Kepentingan

News | Jum'at, 17 April 2026 | 15:05 WIB