Golkar Semprot Cak Imin soal 'Tobat Nasuha': Anda Bukan Presiden, Cuma Menko!

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 03 Desember 2025 | 17:07 WIB
Golkar Semprot Cak Imin soal 'Tobat Nasuha': Anda Bukan Presiden, Cuma Menko!
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia. (Suara.com/Bagas)
baca 10 detik
  • Menko PM Muhaimin Iskandar meminta kementerian terkait "tobat nasuha" terkait bencana banjir Sumatera, memicu reaksi keras Golkar.
  • Waketum Golkar Ahmad Doli Kurnia menyayangkan kritik tersebut saat fokus seharusnya penanganan korban dan logistik.
  • Doli menegaskan hanya Presiden berwenang mengevaluasi menteri dan meminta soliditas kabinet dijaga pasca-bencana.

Suara.com - Suhu politik di internal kabinet memanas di tengah duka bencana banjir Sumatra. Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang meminta jajaran Kementerian Kehutanan, ESDM, dan Lingkungan Hidup untuk melakukan "tobat nasuha" menuai reaksi keras dari Partai Golkar.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyayangkan pernyataan tersebut dilontarkan saat semua pihak seharusnya fokus pada penanganan korban. Menurutnya, alih-alih saling menyalahkan, energi pemerintah seharusnya dicurahkan untuk membantu para pengungsi.

"Ya pertama menurut saya, saya menyayangkan ya pernyataan itu di tengah kita semuanya sedang konsentrasi untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana banjir di Sumatera itu. Harusnya kan kita semua fokus bagaimana membantu mereka menyelesaikan masalah yang mereka hadapi," ujar Doli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/11/2025).

Doli menegaskan, prioritas utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar para korban yang mendesak, bukan mencari kambing hitam di antara sesama anggota kabinet.

"Misalnya kalau mereka kekurangan logistik, kekurangan BBM, kekurangan air, kemudian tidak ada jaringan. Sebaiknya pemerintah fokus ke sana, bukan saling menyalahkan gitu ya," tambahnya.

Lebih tajam, Doli mempertanyakan kapasitas dan wewenang Cak Imin sebagai Menko dalam melontarkan teguran sekeras itu. Ia mengingatkan bahwa satu-satunya figur yang berhak mengevaluasi, apalagi menyuruh menteri lain "bertobat", adalah Presiden.

"Dan menurut saya yang bisa mengevaluasi apa yang nyuruh tobat atau tidak itu ya presiden gitu loh," tegasnya.

Menurut Doli, Cak Imin telah bertindak melampaui batas kewenangannya sebagai seorang menteri koordinator.

"Cak Imin itu sebagai apa? Kan dia bukan presiden, dia kan cuma menko gitu. Jadi yang berhak menegur, yang berhak memberikan peringatan, yang menyuruh tobat atau tidak itu ya kepada menteri, kepada menteri-menterinya itu adalah presiden. Jadi menurut saya Cak imin ini sudah melampaui kewenangannya," lanjutnya.

baca juga

Tak berhenti di situ, Doli bahkan melontarkan tantangan balik, mempertanyakan kinerja konkret Cak Imin sendiri dalam penanganan bencana yang terjadi di Sumatera.

"Nah persoalannya kalau mau dievaluasi, ya kita juga bisa mengevaluasi kinerja seluruh menteri termasuk Cak Imin. Sekarang kita mau tanya, dia buat apa dalam langkah bencana itu? Apa yang sudah dia buat?" sentil Doli.

Politisi senior Golkar itu juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto tentang pentingnya menjaga soliditas kabinet. Komentar yang saling menyerang antar-menteri dinilai justru menciptakan suasana keruh dan menunjukkan citra pemerintahan yang tidak kompak.

"Ya, di tengah seperti ini jangan membuat situasi tambah keruh lah. Jangan merasa yang paling benar, yang masa paling hebat gitu. Nah sekarang masyarakat menunggu apa yang bisa kita buat masing-masing dari kita. Jadi nggak usah ngomentarin, apalagi sering menyalahkan sesama korps kabinet," ucapnya.

"Ini kan menunjukkan bahwa di kabinet ini tidak solid. Padahal Pak Prabowo mengatakan sering berkali-kali untuk kita harus menjaga kesehatan bersamaan dan kerja koget buat rakyat. Jadi nggak usah banyak komentar lah," sambungnya.

Meskipun setuju bahwa evaluasi terkait penyebab bencana, termasuk isu lingkungan, perlu dilakukan, Doli menekankan bahwa momentumnya adalah setelah fase darurat penanganan korban selesai.

"Jadi menurut saya dalam situasi yang seperti ini, sebaiknya kita semuanya menjalin kebersamaan. Membangun solidaritas, kerja konkret untuk membantu masyarakat di sana. Bukan mau cari siapa yang salah, siapa yang tidak bekerja gitu loh," katanya.

"Nah nanti kalau sudah selesai, baru kita cari. Penyebab banjir ini kan perlu setelah kita tangani masyarakat ini, tentu kita perlu cari tahu penyebabnya kenapa banjir sebesar itu. Apakah ada masalah lingkungan dan sebagainya. Nah itu menjadi evaluasi juga kita bersama," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Kritik Pernyataan Cak Imin soal Tobat Nasuha, Minta Pemerintah Fokus pada Solusi Bencana

DPR Kritik Pernyataan Cak Imin soal Tobat Nasuha, Minta Pemerintah Fokus pada Solusi Bencana

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 11:37 WIB

Jurus Baru Bahlil, Golkar Siap 'Perang Digital' Rebut Hati 73 Persen Pemilih Muda 2029

Jurus Baru Bahlil, Golkar Siap 'Perang Digital' Rebut Hati 73 Persen Pemilih Muda 2029

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 20:19 WIB

Respons Ajakan Taubatan Nasuha Cak Imin, Politisi Golkar: Tak Pantas Bercanda di Tengah Duka

Respons Ajakan Taubatan Nasuha Cak Imin, Politisi Golkar: Tak Pantas Bercanda di Tengah Duka

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 20:13 WIB

Anggap Banjir Sumatera Tanda Kiamat Sudah Terjadi, Menko Cak Imin Ajak Raja Juli hingga Bahlil Tobat

Anggap Banjir Sumatera Tanda Kiamat Sudah Terjadi, Menko Cak Imin Ajak Raja Juli hingga Bahlil Tobat

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 16:46 WIB

Tiba di KPK, Ridwan Kamil Ngaku Siap Klarifikasi Soal Kasus BJB

Tiba di KPK, Ridwan Kamil Ngaku Siap Klarifikasi Soal Kasus BJB

Video | Selasa, 02 Desember 2025 | 14:20 WIB

Respons Golkar Usai Bupati di Aceh Bilang Prabowo Presiden Seumur Hidup

Respons Golkar Usai Bupati di Aceh Bilang Prabowo Presiden Seumur Hidup

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 13:43 WIB

Diperiksa KPK Kasus BJB, Ridwan Kamil: Saya Senang, Ini Momen Hentikan Persepsi Liar

Diperiksa KPK Kasus BJB, Ridwan Kamil: Saya Senang, Ini Momen Hentikan Persepsi Liar

News | Selasa, 02 Desember 2025 | 11:10 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×