Solidaritas untuk Perantau Sumatra: Dari Seniman Gamping hingga Polda DIY Turun Tangan

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 04 Desember 2025 | 13:45 WIB
Solidaritas untuk Perantau Sumatra: Dari Seniman Gamping hingga Polda DIY Turun Tangan
Dapur umum untuk mahasiswa Sumatra di Yogyakarta. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Aksi solidaritas di Yogyakarta muncul untuk membantu mahasiswa perantau asal Sumatera dampak bencana terhambatnya kiriman logistik keluarga.
  • Seniman Muhammad Miftahur Rizaq membagikan sembako dan makanan gratis dari dana pribadi untuk mahasiswa yang membutuhkan.
  • Polda DIY membuka posko kemanusiaan menyediakan dapur umum tiga kali sehari serta akses WiFi bagi mahasiswa dari tiga provinsi.

Suara.com - Bencana yang melanda Sumatra meninggalkan dampak luas, bukan hanya bagi masyarakat di lokasi bencana, tetapi juga bagi keluarga mereka—termasuk mahasiswa yang sedang merantau.

Di Yogyakarta, banyak mahasiswa asal Sumatra merasakan imbasnya. Kiriman uang dan logistik dari keluarga terhambat, sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi. Situasi ini mendorong lahirnya berbagai aksi solidaritas dari masyarakat dan institusi di Yogyakarta.

Aksi Seniman Gamping untuk Mahasiswa Perantau

Salah satu inisiatif datang dari seniman sekaligus aktivis asal Nogotirto, Gamping, Sleman, Muhammad Miftahur Rizaq.

Ia mengatakan, gerakan ini muncul dari kepeduliannya terhadap mahasiswa yang hidupnya masih bergantung pada kiriman keluarga. Dengan akses ke daerah bencana yang terputus, banyak mahasiswa tidak tahu kapan kiriman dari rumah bisa kembali lancar.

“Sebenarnya kita cuma merespons bencana yang ada di sana. Bantuan ke lokasi bencana pasti sudah terkoordinir, jadi kita berpikir untuk bantu yang ada di sini,” jelas Miftahur, Kamis (4/11/2025).

“Mahasiswa di sini kan hidupnya masih bergantung pada kiriman orang tua. Dengan adanya bencana, ya mungkin kirimannya jadi terhambat,” katanua.

Miftahur menuturkan bahwa pembagian sembako bukan hal baru. Ia dan beberapa rekannya memang rutin menyediakan paket bantuan bagi mahasiswa dan warga. Namun, bencana di Sumatra membuat kebutuhan itu semakin mendesak.

Bantuan tidak dibatasi hanya untuk mahasiswa dari Sumatra. Siapa pun yang membutuhkan dapat menghubungi mereka untuk mengambil sembako atau meminta diantarkan ke kos.

baca juga

“Dari mana saja monggo kalau memang membutuhkan. Kita ada stok sembako yang bisa diambil. Kalau habis, nanti kita antarkan ke kos,” ucapnya.

Sudah sekitar 10 penerima bantuan yang menghubungi, termasuk mahasiswa dari luar Yogyakarta yang tinggal satu kos dengan mahasiswa Sumatra.

Seniman sekaligus aktivis asal Nogotirto, Gamping, Sleman, Muhammad Miftahur Rizaq. (Suara.com/Hiskia)
Seniman sekaligus aktivis asal Nogotirto, Gamping, Sleman, Muhammad Miftahur Rizaq. (Suara.com/Hiskia)

Miftahur menegaskan bahwa bantuan hanya berupa kebutuhan pokok, bukan uang tunai. Menurutnya, pemberian dalam bentuk barang lebih aman dan pasti digunakan.

“Kita menghindari donasi uang tunai karena takut disalahgunakan. Sembako pasti kepakai,” tegasnya.

Selain sembako, Miftahur juga menyediakan makanan gratis bagi mahasiswa yang datang langsung ke tempatnya. Program ini sudah lama berjalan, bahkan sebelum bencana terjadi.

Pendanaannya murni berasal dari dana pribadi—tabungan dan hasil penjualan karya seni.

“Paling kalau ada tabungan ya dipakai. Kalau enggak cukup, saya jual karya untuk danai ini. Tapi alhamdulillah sejauh ini masih ter-cover,” tuturnya.

Paket bantuan berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak, mi instan, gula, kopi, dan biskuit, menyesuaikan ketersediaan dana.

Bagi Miftahur, seni harus memberi manfaat nyata. Membantu sesama adalah bentuk tertinggi proses berkesenian.

“Saya percaya titik tertinggi berkesenian itu kebermanfaatan. Buat apa saya berkarya kalau enggak ada manfaatnya,” tandasnya.

Polda DIY Buka Dapur Umum untuk Mahasiswa

Dapur umum untuk mahasiswa Sumatra di Yogyakarta (Suara.com/Hiskia)
Dapur umum untuk mahasiswa Sumatra di Yogyakarta (Suara.com/Hiskia)

Bentuk dukungan lain datang dari Polda DIY yang membuka Posko Kemanusiaan untuk mahasiswa asal Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Posko yang diluncurkan Kamis (4/12/2025) ini menyediakan dapur umum yang memasak tiga kali sehari: sarapan pukul 08.00, makan siang pukul 12.00, dan makan malam pukul 18.00 WIB.

“Setiap hari menyiapkan menu untuk sarapan, makan siang, dan makan malam,” ujar Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan.

Selain makanan gratis, posko juga menyediakan akses WiFi untuk mahasiswa yang ingin menghubungi keluarga di daerah bencana.

Data Polda DIY mencatat sekitar 8.000 mahasiswa dari tiga provinsi tersebut sedang menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Dari kalangan akademisi, dukungan datang dari Dosen Prodi Ilmu Komunikasi STPMD “APMD” Yogyakarta, Irsasri. Ia mengatakan Yogyakarta sebagai kota mahasiswa harus menunjukkan solidaritas melalui aksi nyata.

“Kami mengoordinasikan relawan dari berbagai kampus. Informasi mengenai posko juga disebarkan melalui media kampus masing-masing,” ungkapnya.

Masjid Nurul Ashri Buka Hotline Bantuan Makanan

Dukungan serupa diberikan Masjid Nurul Ashri di Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman. Pihak masjid membuka hotline bagi mahasiswa dari provinsi terdampak untuk mendapatkan bantuan makanan.

Hotline: 0821-3850-5307

“Nantinya kami kirim makanan bagi yang membutuhkan,” kata Sunyoto, perwakilan divisi program Masjid Nurul Ashri.

Ia memahami bahwa mahasiswa perantau ikut terdampak secara psikologis dan logistik—kiriman tertunda, komunikasi dengan keluarga terputus.

“Kami berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan, supaya mahasiswa lebih tenang. Dan keluarga di lokasi bencana juga tenang karena tahu ada yang memikirkan anak-anak mereka di perantauan,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Lebih Berat Usai Banjir Sumatra

Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Lebih Berat Usai Banjir Sumatra

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 13:01 WIB

BRI Peduli Tanggap Bencana Banjir Sumatra, Percepat Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

BRI Peduli Tanggap Bencana Banjir Sumatra, Percepat Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

Bisnis | Rabu, 03 Desember 2025 | 21:25 WIB

Akhirnya! Pemerintah Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Bencana Banjir Sumatra

Akhirnya! Pemerintah Akui Kerusakan Lingkungan Perparah Bencana Banjir Sumatra

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 22:35 WIB

Terkini

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 20:42 WIB

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Mekanisme Reshuffle Kabinet: Hak Prerogatif atau Batas Konstitusi?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:40 WIB

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Cara Gampang Dapat Saldo Gratis Rp50.000 dari BRI, Langsung Bulan Ini

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 20:39 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 18 hari, Cuti Bersama 8 Hari

Video | Selasa, 15 September 2026 | 20:35 WIB

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

×