Lampu Hijau DPR: Anggaran Bencana Sumatera Boleh Diutak-atik Tanpa Izin, Ini Syaratnya

Dythia Novianty, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 06 Desember 2025 | 07:25 WIB
Lampu Hijau DPR: Anggaran Bencana Sumatera Boleh Diutak-atik Tanpa Izin, Ini Syaratnya
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025).. [Suara.com/Bagaskara]
baca 10 detik
  • Komisi V DPR RI izinkan mitra kerja geser anggaran internal untuk percepat penanganan bencana di Sumatera.
  • Izin pergeseran dana berlaku bagi Kementerian PU, Perhubungan, dan Basarnas tanpa persetujuan DPR RI.
  • Komisi V akan meninjau lokasi bencana di Tapteng dan Padang untuk perencanaan prioritas anggaran negara 2026.

Suara.com - Komisi V DPR RI mengambil langkah strategis untuk mempercepat penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. 

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menegaskan pihaknya telah memberikan "lampu hijau" kepada mitra kerjanya untuk melakukan pergeseran anggaran internal, tanpa perlu melalui persetujuan DPR terlebih dahulu.

Kebijakan ini diambil agar birokrasi tidak menghambat proses mitigasi dan penyelamatan di lapangan. 

Lasarus menyebut, izin ini berlaku bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perhubungan, serta Basarnas.

"Ini kami juga dari Komisi V sudah membebaskan Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, kemudian Basarnas menggunakan dana di internal untuk melakukan perputaran antar direktorat jenderal atau antar deputi tanpa persetujuan DPR,” ujar Lasarus di Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/12/2025).

Politisi PDIP ini menekankan bahwa pemangkasan prosedur birokrasi anggaran tersebut semata-mata demi kecepatan penanganan bencana. 

Kendati begitu, ia memberikan catatan keras agar penggunaan dana tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]
Foto udara kerusakan rumah warga pasca diterjang banjir bandang di Desa Kota Lintang, Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). [ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz]

"Asal itu digunakan dengan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Ini untuk mempermudah birokrasi supaya proses apa namanya mitigasi ini cepat,” tegasnya.

Selain fleksibilitas anggaran tahun berjalan, Lasarus juga menyoroti pentingnya perencanaan anggaran jangka panjang pascabencana. 

baca juga

Komisi V DPR RI dijadwalkan akan turun langsung ke lokasi bencana pada 10 Desember mendatang, khususnya ke Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Padang, Sumatera Barat.

Kunjungan ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan infrastruktur mendesak yang akan dimasukkan dalam prioritas anggaran negara tahun depan.

“Dan yang kedua, kami nanti akan ke sana untuk melihat mana daerah-daerah yang harus perlu diprioritaskan dalam APBN tahun 2026,” jelasnya.

Terkait kondisi di lapangan, Lasarus mengungkapkan masih ada daerah yang terisolasi. 

“Saya kemarin dihubungi Bupati Tapteng, Tapanuli Tengah, Pak Masinton, di sana masih ada kurang lebih 10, 11 desa yang masih belum bisa diakses," katanya.

Menanggapi desakan agar banjir di Sumatera ditetapkan sebagai bencana nasional, Lasarus menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah pusat karena menyangkut indikator teknis dan subjektivitas pemerintah.

“Ya, kami, kalau status bencana itu urusan pemerintah ya, saya sudah sampaikan. Subjektivitas itu ada di pemerintah. Kalau itu meluas, korbannya banyak, dan pemerintah kewalahan menangani, ya harusnya ditetapkan status sebagai bencana nasional,” bebernya.

Namun, ia melihat, pemerintah saat ini masih merasa mampu menangani situasi tersebut meski Komisi V tetap akan melakukan pengawasan ketat.

"Dan kami berkeyakinan kenapa ini tidak naik status kebencanaan nasional, pemerintah berkeyakinan masih bisa ditangani. Tapi mari kita lihat,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Beri Relaksasi Pelunasan Biaya Haji untuk Calon Jemaah di Tiga Provinsi

Pemerintah Beri Relaksasi Pelunasan Biaya Haji untuk Calon Jemaah di Tiga Provinsi

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:25 WIB

Mendagri Tito Minta Daerah Bersolidaritas untuk Bencana Sumatra: Waktunya Kepala Daerah Saling Bantu

Mendagri Tito Minta Daerah Bersolidaritas untuk Bencana Sumatra: Waktunya Kepala Daerah Saling Bantu

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:17 WIB

Bahas Bencana Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Antoni Dipanggil DPR

Bahas Bencana Banjir Sumatera, Menhut Raja Juli Antoni Dipanggil DPR

Foto | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:07 WIB

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:25 WIB

Menkeu Purbaya Wanti-wanti Banjir Sumatra Ancam Pertumbuhan Ekonomi RI

Menkeu Purbaya Wanti-wanti Banjir Sumatra Ancam Pertumbuhan Ekonomi RI

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2025 | 17:48 WIB

Ancaman Belum Selesai, Indonesia Disebut Belum Usai dengan Siklus Bencana

Ancaman Belum Selesai, Indonesia Disebut Belum Usai dengan Siklus Bencana

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:45 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×