Iqbal PKS Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional: Jangan Hitung-hitungan dengan Rakyat

Bangun Santoso

Senin, 08 Desember 2025 | 15:08 WIB
Iqbal PKS Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional: Jangan Hitung-hitungan dengan Rakyat
Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Iqbal. (bidik layar video)
baca 10 detik
  • Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal, mendesak penetapan bencana banjir dan longsor Sumatra sebagai Bencana Nasional demi pencairan dana.
  • Iqbal menyoroti lambatnya bantuan pasca-kejadian di Langkat dan Padang, menyoroti kerusakan psikologis dan ekonomi warga.
  • Kerusakan masif terjadi di tiga provinsi, menyebabkan krisis infrastruktur seperti listrik, air bersih, dan kelangkaan BBM.

Suara.com - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Iqbal, mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sebagai Bencana Nasional.

Desakan ini disampaikan Iqbal menanggapi lambatnya penanganan dan kekhawatiran pemerintah terkait dampak status bencana terhadap sektor pariwisata.

Dalam perbincangan di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Iqbal menyoroti pernyataan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang sempat mengkhawatirkan penetapan status bencana nasional akan membuat wisatawan takut berkunjung.

“Saya kira ini pertanyaan besar, tetapi kan Pak Tito Kemendagri berstatement dia takut kalau ini berimbas ke parawisata di daerah lain,” ucapnya.

“Padahal sebenarnya kita bisa mengumumkan bahwa bencana nasional maksudnya bukan seluruh Indonesia. Tapi ini hanyalah bagian dari secara ketatanegaraan agar dana bisa diturunkan,” ujar Iqbal, dikutip pada Senin (8/12/2025).

Iqbal, juga mengungkapkan lokasi bencana di Langkat, Sumatera Utara, dan Padang, Sumatera Barat, menggambarkan kondisi lapangan yang memprihatinkan.

Ia menyebut pemulihan akan memakan waktu panjang karena dampak psikologis dan ekonomi yang berat bagi warga.

“Ibu-ibu menangis, ayah tidak bisa berbuat apa-apa karena ternaknya habis, lahan pertaniannya tergenang air. Yang mereka ceritakan adalah setelah 3 hari kejadian baru bantuan datang, itu pun tidak menyeluruh,” ungkapnya.

Iqbal kemudian memaparkan data kerusakan yang masif di tiga provinsi.

baca juga

Di Sumatera Barat, dari 19 kabupaten/kota, sebanyak 17 di antaranya terdampak. Sementara di Sumatera Utara dan Aceh, masing-masing terdapat 10 kabupaten/kota yang terkena bencana.

Kondisi parah juga dilaporkan terjadi di Sibolga dan Agam.

Kerusakan infrastruktur memicu efek domino, mulai dari krisis listrik dan air bersih, hingga kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang.

“Teman-teman di Aceh kesulitan listrik dan air bersih karena banyak infrastruktur rusak. Ini menyebabkan stres dan masyarakat menjadi sangat sensitif,” jelas Iqbal.

Merespons kondisi ini, PKS bersama masyarakat sipil telah turun tangan mendirikan posko bantuan.

Namun, Iqbal menegaskan bahwa sumber daya pemerintah jauh lebih dibutuhkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

Korban Tembus 770 Jiwa, Muzani Beberkan 'Kalkulasi' Pemerintah Soal Status Bencana Nasional

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 18:25 WIB

Ketua MPR Ungkap Alasan Pemerintah Belum Naikkan Status Bencana di Sumatera

Ketua MPR Ungkap Alasan Pemerintah Belum Naikkan Status Bencana di Sumatera

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:53 WIB

Pendidikan Pasca Banjir Sumatra, JPPI: Banyak Sekolah Terendam Lumpur Hingga Hilang Terbawa Arus

Pendidikan Pasca Banjir Sumatra, JPPI: Banyak Sekolah Terendam Lumpur Hingga Hilang Terbawa Arus

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 11:02 WIB

Gus Miftah Sebut Bencana Sumatra Layak Jadi Bencana Nasional, Ajak Introspeksi Massal

Gus Miftah Sebut Bencana Sumatra Layak Jadi Bencana Nasional, Ajak Introspeksi Massal

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 07:28 WIB

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

Pemda Tak Kuat Atasi Banjir Sumatra, DPR Dorong Pusat Ambil Alih Lewat Status Bencana Nasional

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 20:11 WIB

Kenapa Tak Tetapkan Bencana Nasional untuk Banjir Sumatra? Pemerintah Ungkap Alasannya

Kenapa Tak Tetapkan Bencana Nasional untuk Banjir Sumatra? Pemerintah Ungkap Alasannya

News | Rabu, 03 Desember 2025 | 18:22 WIB

Siapa yang Berwenang Menetapkan Status Bencana Nasional? Begini Aturan Resminya

Siapa yang Berwenang Menetapkan Status Bencana Nasional? Begini Aturan Resminya

Lifestyle | Rabu, 03 Desember 2025 | 15:09 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×