Cak Imin 'Haramkan' Tepung Impor di Program Makan Gratis: Jangan Sekali-kali Pakai!

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Selasa, 09 Desember 2025 | 14:09 WIB
Cak Imin 'Haramkan' Tepung Impor di Program Makan Gratis: Jangan Sekali-kali Pakai!
Menko PMK Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Suara.com/Lilis)
  • Menko PM Muhaimin Iskandar melarang keras SPPG Program MBG menggunakan bahan baku impor untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan.
  • Instruksi ini disampaikan di Jakarta pada Selasa (20/12/2025) saat pemberian penghargaan kepada SPPG inovatif.
  • SPPG diwajibkan mengutamakan bahan pangan lokal seperti sagu dan singkong, dengan target tanpa bahan impor tahun depan.

Suara.com - Peringatan keras dilayangkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, kepada seluruh penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Air.

Ia secara tegas melarang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menggunakan bahan baku yang berasal dari impor.

Cak Imin menginstruksikan agar setiap dapur SPPG di seluruh pelosok Indonesia wajib mengutamakan dan memberdayakan bahan baku hasil produksi lokal, terutama yang dihasilkan oleh masyarakat di sekitar lokasi dapur itu sendiri.

Menurutnya, ini adalah langkah strategis untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan.

"Ini yang menjadi dorongan kita agar seluruh dapur-dapur MBG di seluruh tanah air, gunakan produktivitas di sekitar SPPG-nya. Jangan sekali-kali gunakan produksi MBG menggunakan bahan impor," tegas Cak Imin usai memberikan penghargaan kepada 20 SPPG inovatif di Jakarta, Selasa (20/12/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia blak-blakan mengungkap fakta bahwa masih banyak dapur program makan gratis yang bergantung pada bahan impor, salah satu yang paling disorot adalah tepung terigu.

Padahal, Indonesia memiliki kekayaan sumber karbohidrat lokal yang melimpah dengan nilai gizi yang setara.

"Masih banyak yang menggunakan tepung, mereka gak tahu kalau tepung itu impor. Karbohidrat bisa diciptakan dari produktivitas lokal masing-masing," ucapnya.

Sebagai bukti nyata, Cak Imin memuji beberapa daerah yang telah berhasil dan berkomitmen penuh memanfaatkan potensi pangan lokalnya, sehingga layak diganjar penghargaan. Inovasi ini, menurutnya, harus menjadi inspirasi nasional.

"Alhamdulillah tadi Papua menggunakan sagu, Maluku dari singkong, bahkan kebutuhan susu digunakan beberapa inivasi cepat melalui penciptaan inivasi makanan pengganti," katanya.

Lebih jauh, Cak Imin menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan baku lokal secara masif akan menjadi stimulus kuat bagi masyarakat sekitar untuk lebih produktif dalam bercocok tanam.

Efek dominonya diharapkan mampu menciptakan rantai pasok ekonomi baru yang lebih kokoh dan mandiri di tingkat akar rumput. Ia pun mendesak SPPG di daerah lain untuk segera mereplikasi keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh Papua dan Maluku.

"Buat yang belum melaksanakan itu, tolong contoh SPPG melakukan itu. Kalau setahun ini dianggap sebagai penyesuaian, oke. Tapi tolong tahun depan dirancang sedemikian rupa tidak ada satu pun bahan impor dalam produksi makanan bergizi gratis," pesannya dengan nada serius.

Cak Imin memastikan bahwa 20 SPPG yang menerima penghargaan tidak akan dilepas begitu saja. Pemerintah akan terus memberikan pendampingan untuk menciptakan ekosistem yang lebih besar.

Meskipun larangan penggunaan bahan impor saat ini masih bersifat imbauan untuk memberi waktu persiapan, ia menekankan pentingnya kesadaran dan komitmen dari semua pihak.

Ia mendorong para kepala daerah untuk turut memberikan apresiasi kepada dapur-dapur MBG yang berinovasi dan berkomitmen pada produk lokal.

"Memang butuh waktu, tapi tolong jangan sampai gak sadar kalau yang digunakan bahan impor," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Imin Sentil Menteri Keuangan: Anggaran Negara Harus Tepat Sasaran dan Dorong Produktivitas

Cak Imin Sentil Menteri Keuangan: Anggaran Negara Harus Tepat Sasaran dan Dorong Produktivitas

News | Senin, 08 Desember 2025 | 18:51 WIB

Pemerintah Tolak Bantuan Internasional untuk Sumatra, Cak Imin: Kita Masih Kuat Kok

Pemerintah Tolak Bantuan Internasional untuk Sumatra, Cak Imin: Kita Masih Kuat Kok

News | Senin, 08 Desember 2025 | 18:11 WIB

Viral Purbaya Usul MBG Diganti Uang, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Viral Purbaya Usul MBG Diganti Uang, Kemenkeu Pastikan Hoaks

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 12:19 WIB

Sudah Terima Insentif Rp 6 Juta per Hari, Wakil Kepala BGN Ingatkan Pekerja SPPG Tetap Profesional

Sudah Terima Insentif Rp 6 Juta per Hari, Wakil Kepala BGN Ingatkan Pekerja SPPG Tetap Profesional

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 21:03 WIB

Standar Dapur MBG Ditingkatkan, Insentif Fasilitas Harian Rp 6 Juta Kini Bisa Dioptimalkan

Standar Dapur MBG Ditingkatkan, Insentif Fasilitas Harian Rp 6 Juta Kini Bisa Dioptimalkan

News | Minggu, 07 Desember 2025 | 15:35 WIB

Bahlil dan Raja Juli Serang Balik Cak Imin Usai Suruh Taubat 3 Menteri, Pengamat: Dia Ngajak Perang!

Bahlil dan Raja Juli Serang Balik Cak Imin Usai Suruh Taubat 3 Menteri, Pengamat: Dia Ngajak Perang!

News | Sabtu, 06 Desember 2025 | 22:10 WIB

BGN Larang Ada Pemecatan Relawan di Dapur MBG Meski Jumlah Penerima Manfaat Berkurang

BGN Larang Ada Pemecatan Relawan di Dapur MBG Meski Jumlah Penerima Manfaat Berkurang

News | Jum'at, 05 Desember 2025 | 20:21 WIB

Terkini

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:53 WIB

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:50 WIB

Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan

Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:45 WIB

Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri

Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:41 WIB

Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya

Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:38 WIB

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:33 WIB

Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah

Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini

Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Disrupsi Teknologi: Kecerdasan Buatan Mulai Ambil Alih Pelatihan Korporasi Global

Disrupsi Teknologi: Kecerdasan Buatan Mulai Ambil Alih Pelatihan Korporasi Global

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:30 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:25 WIB