Dua Bibit Siklon Dekati Indonesia, Cek Daftar Daerah Berpotensi Terdampak

M Nurhadi

Selasa, 16 Desember 2025 | 08:30 WIB
Dua Bibit Siklon Dekati Indonesia, Cek Daftar Daerah Berpotensi Terdampak
Ilustrasi siklon [Unsplash/Ganesh Partheeban]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau pergerakan tiga sistem tekanan rendah di sekitar perairan Indonesia, yang terdiri dari dua bibit siklon tropis (92S dan 93S) dan satu Siklon Tropis yang telah terbentuk, yaitu Siklon Tropis Bakung.

Sistem-sistem ini dikonfirmasi memberikan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem dan kondisi perairan yang berbahaya di sejumlah wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Berikut adalah tiga fakta utama mengenai ancaman dua bibit siklon dan Siklon Tropis Bakung serta daerah yang perlu waspada:

1. Tiga Sistem Aktif dan Kekuatan Angin Siklon Bakung

Saat ini, terdapat tiga sistem cuaca signifikan yang dipantau aktif di sekitar Samudra Hindia dan perairan selatan Indonesia:

Siklon Tropis Bakung: Sistem ini tumbuh dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 12 Desember. Posisinya berada di sekitar 9,9 derajat Lintang Selatan (LS) dan 92,4 derajat Bujur Timur (BT), di Samudra Hindia sebelah Barat Daya Lampung.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum Bakung mencapai 60 knot (110 km/jam) dengan tekanan udara minimum 984 hPa. Meskipun diprediksi menurun intensitasnya dalam 24 jam ke depan, Bakung masih dikategorikan kuat dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah Barat Daya.

Bibit Siklon Tropis 92S: Terbentuk sejak 10 Desember, posisinya berada di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Bengkulu (4,4 derajat LS 91,7 derajat BT). Kecepatan angin maksimum sistem ini mencapai 15 knot (28 km/jam).

Bibit Siklon Tropis 93S: Mulai terbentuk pada 11 Desember, berada di Samudra Hindia sebelah Selatan Jawa Timur (13.0 derajat LS 112,5 BT). Kecepatan anginnya juga sekitar 15 knot (28 km/jam).

baca juga

BMKG menyebut bahwa peluang Bibit Siklon 92S dan 93S untuk menjadi siklon tropis pada 15 Desember-16 Desember masih tergolong rendah.

2. Tiga Provinsi Terdampak Hujan Sedang hingga Lebat

Meskipun Bakung diprediksi menjauhi Indonesia, Siklon Tropis Bakung dan Bibit Siklon Tropis 92S memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan. Warga di tiga provinsi harus mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat:

Bengkulu

Lampung

Sumatra Barat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada Banjir Rob, Pesisir Jakarta Terancam Sepekan ke Depan

Waspada Banjir Rob, Pesisir Jakarta Terancam Sepekan ke Depan

News | Senin, 15 Desember 2025 | 16:09 WIB

DPR Minta Pemerintah Jangan Remehkan Peringatan BMKG soal Bibit Siklon 93S

DPR Minta Pemerintah Jangan Remehkan Peringatan BMKG soal Bibit Siklon 93S

News | Senin, 15 Desember 2025 | 14:04 WIB

Alarm Keras DPR ke Pemerintah: Jangan Denial Soal Bibit Siklon 93S, Tragedi Sumatra Cukup

Alarm Keras DPR ke Pemerintah: Jangan Denial Soal Bibit Siklon 93S, Tragedi Sumatra Cukup

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 15:04 WIB

Terkini

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

Mediasi Sengketa Lahan 14 Hektare di Gunung Sindur Belum Menemukan Titik Terang, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Solusi Disrupsi AI, UGM dan Uni Eropa Dorong Kolaborasi di EHEF 2026

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:40 WIB

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Koleksi Mobil Ariyo Windutomo, Plt KSP Usai Listyo Sigit Dipecat

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 18:39 WIB

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

Kisah Koperasi Rimba Lestari: Terangi Dusun dengan Mikrohidro, Hidupi Warga Lewat Kopi

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Shampoo Bayam Mustika Ratu Apakah Non SLS? Cek Kandungan dan Manfaatnya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 18:37 WIB

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

KPK Tak Berhenti, Jaringan Bisnis Djarum Bakal Diusut Termasuk BCA?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 18:35 WIB

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Review Novel Resign, Ketika Angkat Kaki dari Kantor Jadi Bahan Taruhan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 18:30 WIB

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

Makin Panas Pemakzulan Gibran, Pendukung Bilang Gusti Allah Mboten Sare Netizen Balas Menohok

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:29 WIB

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Obat Diabetes Golongan SGLT2 Inhibitor Bisa Turunkan Berat Badan, Begini Cara Kerjanya

Health | Rabu, 04 November 2026 | 18:26 WIB

×