Diduga Serang Petugas dan TNI, 15 WNA China Dilaporkan PT SRM ke Polda Kalbar

Bella

Rabu, 17 Desember 2025 | 12:19 WIB
Diduga Serang Petugas dan TNI, 15 WNA China Dilaporkan PT SRM ke Polda Kalbar
PT SRM melaporkan 15 WNA China yang diduga melakukan serangan terhadap TNI dan petugas keamanan. (PIFA/Lydia)
baca 10 detik
  • PT Sultan Rafli Mandiri melaporkan dugaan penyerangan oleh 15 WNA asal China ke Polda Kalimantan Barat atas insiden 14 Desember 2025.
  • Perselisihan terjadi saat keamanan mencurigai drone; WNA diduga menyerang petugas keamanan dan anggota TNI yang sedang latihan.
  • Perusahaan melaporkan kerusakan aset berupa mobil dan motor akibat penyerangan menggunakan batu, besi, kayu, serta senjata tajam.

Suara.com - PT Sultan Rafli Mandiri (SRM) Ketapang akhirnya membawa insiden penyerangan di kawasan tambang emasnya ke ranah hukum. Perusahaan tersebut resmi melaporkan dugaan aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh 15 warga negara asing (WNA) asal China ke Polda Kalimantan Barat.

Laporan itu berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada Minggu (14/12/25), di mana petugas keamanan internal perusahaan serta anggota TNI yang sedang berada di lokasi tambang diduga menjadi sasaran penyerangan.

Kuasa hukum PT SRM Ketapang, Muchamad Fadzri, membenarkan bahwa laporan telah diterima aparat kepolisian dan kini dalam proses penanganan lebih lanjut.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini dan menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan TNI atas insiden yang mengakibatkan anggota TNI menjadi korban akibat ulah warga negara asing,” kata Fadzri kepada awak media, Selasa (16/12/25).

Ia menegaskan, keberadaan anggota TNI di area tambang sama sekali tidak berkaitan dengan pengamanan perusahaan. Menurutnya, para personel TNI tersebut tengah menjalankan tugas negara berupa latihan dasar satuan (LDS).

Situasi mulai berkembang ketika pihak keamanan internal perusahaan mencurigai adanya aktivitas penerbangan drone di sekitar area operasional tambang. Pada saat bersamaan, anggota TNI yang berada di lokasi turut membantu upaya pendekatan secara persuasif.

“Karena ada drone yang diterbangkan di area operasional, kami melakukan langkah persuasif dan dibantu oleh rekan-rekan TNI yang saat itu sedang melaksanakan latihan. Namun, akibat miskomunikasi dengan WNA, terjadi perselisihan,” jelasnya.

Perselisihan tersebut, lanjut Fadzri, kemudian berujung pada dugaan aksi kekerasan. Sejumlah WNA diduga melakukan penyerangan dengan berbagai alat berbahaya serta merusak fasilitas milik perusahaan.

“Aset yang dirusak antara lain satu unit mobil dan satu unit sepeda motor. Penyerangan dilakukan dengan batu, besi, kayu, dan senjata tajam. Kami sangat menyayangkan tindakan anarkis tersebut,” tegasnya.

baca juga

Atas kejadian itu, manajemen PT SRM Ketapang menyatakan dukungan penuh terhadap proses penegakan hukum dan berharap aparat bertindak tegas terhadap para pelaku.

“Kita tidak boleh kalah di negara kita sendiri oleh bangsa asing,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Fadzri juga meluruskan isu yang berkembang terkait struktur manajemen perusahaan. Ia menyebut PT SRM Ketapang telah melakukan pergantian direksi dan komisaris sejak 4 Juli 2025 secara sah dan sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Direktur Utama sebelumnya warga negara China, kini telah digantikan oleh Pak Firman sebagai Direktur Utama, serta Pak Haji Muardi sebagai Direktur. Dewan Komisaris juga telah berganti,” jelasnya.

Sementara terkait keberadaan WNA di lingkungan perusahaan, Fadzri mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan pembatalan penjaminan ke Imigrasi sejak 17 Oktober 2025. Namun hingga kini, proses tersebut masih berjalan.

“Saat ini para WNA juga sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak imigrasi. Soal motif penerbangan drone, kami belum mengetahuinya dan masih dalam proses penyelidikan kepolisian,” pungkas Fadzri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Usai Insiden Penyerangan di Tambang Emas PT SRM

Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Usai Insiden Penyerangan di Tambang Emas PT SRM

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:02 WIB

Kasus Deforestasi PT Mayawana, Kepala Adat Dayak Penjaga Hutan di Kalbar Dijadikan Tersangka

Kasus Deforestasi PT Mayawana, Kepala Adat Dayak Penjaga Hutan di Kalbar Dijadikan Tersangka

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 22:23 WIB

15 WN China Serang TNI di Area Tambang Emas Ketapang: 5 Fakta dan Kondisi Terkini

15 WN China Serang TNI di Area Tambang Emas Ketapang: 5 Fakta dan Kondisi Terkini

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 19:03 WIB

Majelis Adat Budaya Tionghoa Buka Suara soal Penyerangan 15 WNA China di Kawasan Tambang Emas

Majelis Adat Budaya Tionghoa Buka Suara soal Penyerangan 15 WNA China di Kawasan Tambang Emas

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 12:30 WIB

Imigrasi Dalami Penyerangan 15 WNA China Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum di Tambang Emas Kalbar

Imigrasi Dalami Penyerangan 15 WNA China Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum di Tambang Emas Kalbar

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:22 WIB

Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum, 15 WNA China Serang TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang

Bersenjata Tajam hingga Alat Setrum, 15 WNA China Serang TNI di Kawasan Tambang Emas Ketapang

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 11:06 WIB

Prabowo Bongkar Keterlibatan Oknum TNI-Polri dalam Tambang Ilegal dan Penyelundupan

Prabowo Bongkar Keterlibatan Oknum TNI-Polri dalam Tambang Ilegal dan Penyelundupan

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:10 WIB

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Video | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:00 WIB

Revolusi Digital GM FKPPI: Kaderisasi Kini Berbasis AI, Fokus Cetak Kualitas

Revolusi Digital GM FKPPI: Kaderisasi Kini Berbasis AI, Fokus Cetak Kualitas

News | Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:08 WIB

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Kementerian ESDM Audit Tambang Emas Martabe yang Terafiliasi ASII, Diduga Perparah Banjir Sumatera

Bisnis | Jum'at, 12 Desember 2025 | 16:45 WIB

Terkini

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

GJLS: Berapi-Api, Aksi Pemadam Kebakaran Paling Konyol dan Menghibur!

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:00 WIB

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

Kebakaran Hebat di Kalimalang Bekasi: Lapak Palet Ludes, Api Merembet ke Bangunan Warga

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:52 WIB

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Keanu Reeves Kembali ke Semesta John Wick Lewat Prekuel Animasi Terbaru

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:45 WIB

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Nekat Serang Polisi Saat Disergap, Tiga Bandit di Tulang Bawang Didor: Terbongkar Terlibat 10 Kasus

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 16:41 WIB

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

Apakah CPNS 2026 Akan Dibuka? Catat Syarat, Dokumen, dan Bocoran Formasinya

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:38 WIB

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

LPS Tetapkan Syarat Ketat Perusahaan Peserta Penjaminan Polis Asuransi, Berlaku Juli 2027

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:36 WIB

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:30 WIB

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 16:27 WIB

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 16:25 WIB

×