Gak Perlu Mahal, Megawati Usul Pemda Gunakan Kentongan untuk Alarm Bencana

Bella

Jum'at, 19 Desember 2025 | 22:36 WIB
Gak Perlu Mahal, Megawati Usul Pemda Gunakan Kentongan untuk Alarm Bencana
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri saat menghadiri seminar “Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban” yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025). (Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)
  • Ketua Umum PDIP, Megawati, menekankan pentingnya sistem peringatan dini bencana pada seminar di Jakarta Timur (19/12/2025).
  • Beliau meminta pemda tidak menggunakan keterbatasan anggaran sebagai alasan tidak membangun sistem alarm bencana.
  • Megawati menginstruksikan relawan Baguna segera menerapkan sistem peringatan dini tradisional seperti kentongan kepada masyarakat.

Suara.com - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, memberikan sorotan tajam terkait pentingnya sistem peringatan dini (early warning system) di daerah-daerah rawan bencana.

Ia meminta pemerintah daerah (pemda) tidak menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk tidak memiliki sistem alarm pendeteksi bencana.

Pesan ini disampaikan Megawati dalam seminar “Mitigasi Bencana dan Pertolongan Korban” yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP di Jakarta International Equestrian Park, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).

Ia menekankan bahwa sistem peringatan dini tidak selalu harus menggunakan teknologi mahal. Menurutnya, peralatan tradisional seperti kentongan bisa menjadi alternatif yang efektif untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

"Saya saja minta sama pemerintah daerah, mbok ya kamu kalau daerahnya itu sudah ada, mungkin kemungkinan ada bencana gitu, mbok pasang ini (kentongan)," kata Megawati.

Presiden ke-5 RI ini juga menginstruksikan para relawan Baguna untuk segera menerapkan dan menyosialisasikan sistem peringatan dini tersebut kepada masyarakat luas sebagai bagian dari skema penanggulangan bencana di lapangan.

"Jadi kalau tadi juga boleh saja dibaca, tapi kalau keadaan yang terjadi inilah yang Baguna harus lakukan segera. Sanggup apa tidak?" tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Megawati turut membagikan pengalaman pribadinya saat berada di Jepang. Ia menceritakan bagaimana sistem sirene bencana di sana bekerja dengan sangat teratur, bahkan ketika ia sedang bersantai bersama keluarganya.

“Saya itu pernah mengalami lagi makan Hoka-Hoka Bento sama anak-anak, tahu-tahu kok bunyi sirene pertama. Saya padahal sudah dibilangin teman saya orang Jepang. Kalau ada sirene itu kita mau enggak mau, harus segera pergi,” katanya.

Ia mengaku sempat merasa panik dan hendak menyelamatkan diri, namun kemudian belajar dari ketenangan warga lokal yang memahami tingkatan peringatan sirene tersebut.

“Saya pikir itu baru pertama tahu, saya sudah mau berdiri. Saya lihat orang Jepangnya masih makan, untung ada teman Jepang. Enggak, nanti dulu itu baru pertama. Yang harus kita tunggu yang kedua. Yang kedua bunyi nguing, nguing, nguing,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Ton Pakaian Bakal Disalurkan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh-Sumatra

5 Ton Pakaian Bakal Disalurkan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh-Sumatra

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 22:33 WIB

Bukan Alat Kampanye, Megawati Minta Dapur Umum PDIP untuk Semua Korban: Ini Urusan Kemanusiaan

Bukan Alat Kampanye, Megawati Minta Dapur Umum PDIP untuk Semua Korban: Ini Urusan Kemanusiaan

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 21:49 WIB

Tak Mau Hanya Beri Uang Tunai, Megawati Instruksikan Bantuan 'In Natura' untuk Korban Bencana

Tak Mau Hanya Beri Uang Tunai, Megawati Instruksikan Bantuan 'In Natura' untuk Korban Bencana

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 21:22 WIB

Seskab Teddy Jawab Tudingan Lamban: Perintah Prabowo Turun di Hari Pertama Banjir Sumatra

Seskab Teddy Jawab Tudingan Lamban: Perintah Prabowo Turun di Hari Pertama Banjir Sumatra

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:30 WIB

7 Fakta Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih yang Bikin Mendagri Minta Maaf

7 Fakta Warga Aceh Kibarkan Bendera Putih yang Bikin Mendagri Minta Maaf

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:23 WIB

Sumur Terakhir dan Bagaimana Mukhlis Mencari Tuhan Seusai Banjir Aceh

Sumur Terakhir dan Bagaimana Mukhlis Mencari Tuhan Seusai Banjir Aceh

Liks | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:04 WIB

Duka Sumut Kian Pekat, Korban Jiwa Bencana Alam Bertambah Jadi 369 Orang

Duka Sumut Kian Pekat, Korban Jiwa Bencana Alam Bertambah Jadi 369 Orang

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 20:00 WIB

Mendagri: Pemerintah Hadir Penuh Tangani Bencana di Sumatera

Mendagri: Pemerintah Hadir Penuh Tangani Bencana di Sumatera

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 19:24 WIB

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

Ancaman Bencana Kedua Sumatra: Saat Wabah Penyakit Mengintai di Tenda Pengungsian

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:40 WIB

Kemenhut Mulai Verifikasi Kayu Gelondongan Bencana Sumatera

Kemenhut Mulai Verifikasi Kayu Gelondongan Bencana Sumatera

Foto | Jum'at, 19 Desember 2025 | 18:28 WIB

Terkini

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

Banten Media Hub 2026: Ikhtiar Strategi Komunitas Media Lokal Bertahan di Era Digital

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 07:15 WIB

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB