Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Gunung Guruh Bogor Kian Masif, Isu Dugaan Beking Aparat Mencuat

Andi Ahmad S

Sabtu, 20 Desember 2025 | 22:56 WIB
Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Gunung Guruh Bogor Kian Masif, Isu Dugaan Beking Aparat Mencuat
Parkiran Kendaraan Diduga Milik Aparat di Lokasi Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Andi Ahmad S/Suara.com]
baca 10 detik

Aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Guruh, Cigudeg, semakin masif dan terorganisir. Praktik ini merusak daerah resapan air, memicu risiko longsor, serta mengancam keselamatan warga melalui pencemaran merkuri yang berbahaya.

 

Operasi tambang liar ini diduga kuat berjalan mulus karena adanya perlindungan dari oknum aparat. Keberadaan fasilitas pendukung seperti lahan parkir khusus menjadi bukti nyata bahwa ekosistem bisnis ilegal ini terstruktur.

Meskipun dilakukan secara terang-terangan dan merugikan negara, aktivitas gurandil terus berlangsung tanpa tindakan tegas. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai integritas pengawasan wilayah dan komitmen penegakan hukum di Bogor.

 

Suara.com - Kawasan Bogor Barat kembali menjadi sorotan tajam. Di balik rimbunnya perbukitan yang seharusnya menjadi daerah resapan air dan penyangga ekosistem, tersimpan aktivitas ilegal yang merusak alam dan berpotensi merugikan negara.

Praktik Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau yang akrab disebut Gurandil dilaporkan kembali menggeliat secara masif di wilayah Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan penelusuran tim redaksi dan laporan warga setempat, aktivitas ini bukan lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi dalam skala kecil, melainkan sudah terorganisir dengan cukup rapi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa eksploitasi perut bumi ini terus berjalan meskipun risiko kerusakan lingkungan seperti longsor dan pencemaran merkuri mengintai warga sekitar.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa area Gunung Guruh kini telah berubah wajah menjadi ladang perburuan emas liar.

Parkiran Kendaraan Diduga Milik Aparat di Lokasi Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Andi Ahmad S/Suara.com]
Parkiran Kendaraan Diduga Milik Aparat di Lokasi Gunung Guruh, Kampung Cirangsad, Desa Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat [Andi Ahmad S/Suara.com]

Para penambang liar membuat lubang-lubang tikus yang dalam tanpa standar keselamatan kerja (K3) yang memadai.

Bahkan menurut penelusuran, banyak lobang-lobang galian emas ilegal tersebut sudah melakukan produksi atau menghasilkan emas untuk dijual.

Hal ini mengindikasikan bahwa perputaran uang di lokasi tersebut cukup besar, yang tentunya memicu pertanyaan, mengapa aktivitas kasat mata ini bisa lolos dari pengawasan?

Isu klasik mengenai muncul dugaan beking atau pelindung di balik aktivitas ilegal kembali menyeruak.

baca juga

Keberanian para pelaku untuk membuka lahan dan beroperasi secara terang-terangan disinyalir karena adanya dugaan 'restu' dari oknum tertentu yang memiliki kekuasaan.

Seorang narasumber terpercaya yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan, memberikan kesaksian mengejutkan mengenai siapa yang bermain di balik layar.

"Di lokasi galian emas ilegal tersebut juga diduga dibekingi aparat," tegasnya, kepada Suara.com, belum lama ini.

Pernyataan ini tentu menjadi tamparan keras bagi upaya penegakan hukum di Indonesia. Jika benar penegak hukum justru menjadi pelindung pelanggar hukum, maka kerusakan ekologis di Bogor Barat hanya tinggal menunggu waktu untuk menjadi bencana besar.

Tim investigasi yang turun langsung ke lokasi menemukan bukti pendukung yang memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak-pihak tertentu.

Di sekitar area tambang, fasilitas pendukung operasional terlihat sudah tersedia, salah satunya adalah area parkir yang dikelola secara khusus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drone Misterius, Serdadu Diserang: Apa yang Terjadi di Area Tambang Emas Ketapang?

Drone Misterius, Serdadu Diserang: Apa yang Terjadi di Area Tambang Emas Ketapang?

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 19:14 WIB

Saham Entitas Grup Astra Anjlok 5,87% Sepekan, Terseret Sentimen Penutupan Tambang Emas Martabe

Saham Entitas Grup Astra Anjlok 5,87% Sepekan, Terseret Sentimen Penutupan Tambang Emas Martabe

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 18:05 WIB

Polemik Lahan Tambang Emas Ketapang Memanas: PT SRM Bantah Penyerangan, TNI Ungkap Kronologi Berbeda

Polemik Lahan Tambang Emas Ketapang Memanas: PT SRM Bantah Penyerangan, TNI Ungkap Kronologi Berbeda

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 14:06 WIB

Diduga Serang Petugas dan TNI, 15 WNA China Dilaporkan PT SRM ke Polda Kalbar

Diduga Serang Petugas dan TNI, 15 WNA China Dilaporkan PT SRM ke Polda Kalbar

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:19 WIB

Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Usai Insiden Penyerangan di Tambang Emas PT SRM

Imigrasi Ketapang Periksa 15 WNA China Usai Insiden Penyerangan di Tambang Emas PT SRM

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 12:02 WIB

Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Tekan Stunting di Tamansari Bogor

Makan Bergizi Gratis Jadi Andalan Tekan Stunting di Tamansari Bogor

Foto | Selasa, 16 Desember 2025 | 20:13 WIB

Terkini

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Kala Hati Mengajak Pulang: Perjalanan Nyoman Nadiana Membangun Desa Les

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:42 WIB

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

Takut Dibom Houthi, Kapal Tanker Arab Saudi Samarkan Rute Pelayaran ke Terusan Suez

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

Jelang HUT RI dan 5 Abad Jakarta, Pemkot Jaksel Sikat PKL hinga Parkir Liar di Kalibata City

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Perbedaan Sifat Gemini Mei dan Gemini Juni, Kamu Related?

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:33 WIB

Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern

Nyoman Nadiana: Sosok di Balik Kebangkitan Garam Tradisional Bali yang Tembus Pasar Modern

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:32 WIB

5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag

5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Spider-Man: Brand New Day, Petualangan Baru Peter Parker Setelah No Way Home

Spider-Man: Brand New Day, Petualangan Baru Peter Parker Setelah No Way Home

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:30 WIB

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

PSSI Pasang Badan, Minta Fans Tak Hujat Pemain Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:24 WIB

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

Anak 14 Tahun Pelaku Penembakan Sekolah Thailand 2 Tahun Belajar Pakai Pistol

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:18 WIB

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Siapa Mazaki Ahmad? Intip Profil dan Pekerjaan Suami Dea Annisa

Entertainment | Senin, 10 Agustus 2026 | 10:15 WIB

×