Nasib 8 ABK di Ujung Tanduk, Kapal Terbakar di Lampung, Tim SAR Sisir Lautan

Bangun Santoso

Minggu, 21 Desember 2025 | 23:40 WIB
Nasib 8 ABK di Ujung Tanduk, Kapal Terbakar di Lampung, Tim SAR Sisir Lautan
Tim SAR gabungan saat mengarungi perairan Samudra Hindia, untuk melakukan pencarian terhadap delapan orang ABK KM Maulana 30 yang dinyatakan hilang saat berada di wilayah tersebut. ANTARA/HO/Basarnas Lampung
  • Operasi SAR gabungan mencari delapan ABK KM Maulana 30 yang hilang setelah kapalnya terbakar di perairan selatan Tanggamus, Lampung (20/12).
  • Pencarian hari kedua (21/12) belum membuahkan hasil, sementara area penyisiran diperluas hingga radius 42,2 kilometer.
  • Sebanyak 25 dari 33 ABK berhasil diselamatkan pasca kebakaran, melibatkan sinergi berbagai unsur instansi dan masyarakat.

Suara.com - Operasi pencarian besar-besaran terus dilakukan Tim Search And Rescue (SAR) gabungan untuk menemukan delapan anak buah kapal (ABK) KM Maulana 30 yang hilang ditelan ombak.

Nasib mereka masih menjadi misteri setelah kapal penangkap ikan yang mereka tumpangi ludes terbakar di perairan selatan Belimbing, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Sabtu (20/12).

Memasuki hari kedua pencarian pada Minggu (21/12), puluhan personel masih menyisir lautan luas, namun jejak kedelapan ABK tersebut belum juga ditemukan. Harapan kini bercampur dengan kecemasan yang mendalam bagi keluarga yang menanti kabar.

Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, mengonfirmasi bahwa upaya pencarian yang berlangsung hingga sore hari belum membuahkan hasil yang diharapkan.

"Hasil pencarian hari kedua sampai sore ini masih nihil. Kami berharap doa restu dari seluruh masyarakat agar kami dapat segera menemukan delapan ABK dan mengevakuasi dalam keadaan selamat,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Operasi SAR ini bukanlah pencarian buta. Tim di lapangan bergerak berdasarkan analisis dan data canggih dari Basarnas Command Center.

Sebuah peta pergerakan korban telah dibuat dengan memprediksi arah arus laut, menjadi panduan utama bagi tim untuk melacak kemungkinan posisi para ABK.

Skala pencarian pun tak main-main. Deden menjelaskan bahwa area penyisiran telah diperluas secara signifikan untuk memaksimalkan peluang penemuan.

“Pada hari kedua ini area pencarian mencapai radius 26,26 Nm atau sekitar 42,2 kilometer. Untuk mengoptimalkan pencarian, area dibagi menjadi dua sektor, yakni SRU 1 menggunakan KN SAR 224 Basudewa dan SRU 2 menggunakan KM Maulana VII, dengan pola pencarian laut terstruktur,” katanya.

Tak hanya di tengah lautan, penyisiran juga dilakukan di sepanjang garis pantai. Tim gabungan menyadari adanya kemungkinan korban terdampar ke daratan akibat terbawa arus.

“Selain penyisiran laut, unsur SAR gabungan juga melakukan pencarian di wilayah pesisir, termasuk penyisiran sepanjang pesisir Tambling dan perairan sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan kapal hiu fiber milik Tambling Wildlife Nature Conservation,” ucapnya.

Tragedi ini bermula ketika KM Maulana 30 bertolak dari Jakarta pada Selasa (16/12). Kapal yang mengangkut 33 ABK ini berlayar menuju Samudra Hindia untuk mencari ikan. Namun, saat tiba di salah satu titik tujuan di dekat perairan Tanggamus, petaka terjadi.

Api tiba-tiba berkobar dan dengan cepat melahap badan kapal, memaksa seluruh kru untuk membuat keputusan hidup-mati: terjun ke laut lepas.

Informasi kebakaran ini segera direspons oleh tim SAR gabungan yang langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Dalam proses evakuasi yang dramatis di tengah lautan, sebanyak 25 ABK berhasil ditemukan dan diselamatkan. Namun, delapan rekan mereka terpisah dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Operasi SAR ini melibatkan sinergi kuat dari berbagai unsur, mulai dari Basarnas, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Lampung, TNI Angkatan Laut, hingga partisipasi aktif dari masyarakat dan relawan setempat yang turut membantu pencarian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Lampung, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

Geledah Kantor dan Rumah Dinas Bupati Lampung, KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

News | Rabu, 17 Desember 2025 | 16:47 WIB

KPK 'Obok-obok' Tiga Lokasi, Buru Bukti Fee Proyek Bupati Lampung Tengah

KPK 'Obok-obok' Tiga Lokasi, Buru Bukti Fee Proyek Bupati Lampung Tengah

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 15:22 WIB

Bank Pemberi Pinjaman Eks Bupati Lampung Tengah Ikut Kena Getah

Bank Pemberi Pinjaman Eks Bupati Lampung Tengah Ikut Kena Getah

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:37 WIB

Dana Kampanye Jadi Celah Korupsi, Pakar Sebut Pilkada Tak Langsung Tak Efektif

Dana Kampanye Jadi Celah Korupsi, Pakar Sebut Pilkada Tak Langsung Tak Efektif

News | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:20 WIB

Temuan Awal KPK: Dana Suap Proyek Dipakai Bupati Lampung Tengah untuk Lunasi Utang Kampanye

Temuan Awal KPK: Dana Suap Proyek Dipakai Bupati Lampung Tengah untuk Lunasi Utang Kampanye

News | Senin, 15 Desember 2025 | 11:48 WIB

Kasus Bupati Lampung Tengah, KPK: Bukti Lemahnya Rekrutmen Parpol

Kasus Bupati Lampung Tengah, KPK: Bukti Lemahnya Rekrutmen Parpol

News | Minggu, 14 Desember 2025 | 12:10 WIB

Di Antara Ombak & Bukit Hijau, Harapan Way Haru Tak Pernah Tumbang

Di Antara Ombak & Bukit Hijau, Harapan Way Haru Tak Pernah Tumbang

Your Say | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:15 WIB

Terkini

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:54 WIB

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:53 WIB

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:44 WIB

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:29 WIB

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

DPR Restui TNI Buru Begal Jakarta, Tapi Ingatkan Aturan Main

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:11 WIB

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

Bukan Pesantren! Padepokan Padhang Ati Pekalongan Ternyata Bodong, Pimpinannya Cabuli Banyak Wanita

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:03 WIB

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:45 WIB

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:33 WIB

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:22 WIB