Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor

Bella

Jum'at, 02 Januari 2026 | 11:53 WIB
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor
Petugas mengukur kelembaban udara di Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Dan Geofisika (BMKG), Sleman, D.I Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/agr/nym/aa
baca 10 detik
  • BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi di DIY dapat terjadi beruntun hingga Maret 2026 karena faktor atmosfer.
  • DIY memasuki puncak musim hujan sejak Januari 2026, dengan curah hujan menengah hingga sangat tinggi berisiko banjir.
  • Penyebab tingginya potensi hujan adalah Monsun Asia, La Nina lemah, dan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat terjadi secara beruntun hingga Maret 2026, seiring aktifnya sejumlah faktor atmosfer global dan regional.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, mengatakan sebagian besar wilayah DIY telah memasuki puncak musim hujan sejak awal Januari 2026, dengan intensitas curah hujan yang diprakirakan berada pada kategori menengah hingga sangat tinggi.

“Awal Januari 2026 ini sebagian besar wilayah DIY masuk puncak musim hujan,” ujar Reni saat dikonfirmasi di Yogyakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat (2/1/2026).

BMKG memprakirakan curah hujan di DIY pada Januari 2026 berada pada kisaran 201 hingga lebih dari 500 milimeter per bulan dengan sifat hujan normal hingga atas normal. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir, tanah longsor, serta angin kencang di wilayah rawan.

Pada Februari 2026, curah hujan diprediksi masih berada di kisaran 201 hingga 500 milimeter per bulan dengan sifat hujan normal. Sementara pada Maret 2026, intensitas hujan diperkirakan sedikit menurun namun tetap berada pada kategori menengah hingga tinggi, yakni 201 hingga 400 milimeter per bulan.

Reni menjelaskan, tingginya potensi hujan dipengaruhi oleh aktifnya angin baratan atau Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia, termasuk DIY. Selain itu, fenomena La Nina lemah yang diperkirakan bertahan hingga awal 2026 turut memperkuat pembentukan awan hujan.

“Ditambah lagi, Madden Julian Oscillation atau MJO diprakirakan aktif di wilayah Indonesia bagian barat, sehingga meningkatkan peluang hujan lebat,” katanya.

BMKG juga mencatat kondisi suhu muka laut di Perairan Selatan DIY berada pada kategori netral, dengan kisaran suhu 28 hingga 30 derajat Celsius, yang masih mendukung suplai uap air ke atmosfer.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mendorong pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak hanya bersiaga saat hujan turun, tetapi melakukan langkah mitigasi sejak dini, terutama di wilayah rawan bencana.

baca juga

Langkah mitigasi yang disarankan antara lain membersihkan saluran drainase, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memastikan kekuatan baliho dan bangunan sementara di ruang publik.

“Mitigasi perlu dilakukan secara konsisten karena potensi hujan tidak hanya terjadi dalam waktu singkat, tetapi berkelanjutan hingga beberapa bulan ke depan,” kata Reni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur

Jakarta Diprediksi Hujan Sepanjang Hari Ini, Terutama Bagian Selatan dan Timur

News | Jum'at, 02 Januari 2026 | 09:12 WIB

CERPEN: Di Kala Terompet Tahun Baru Berkumandang

CERPEN: Di Kala Terompet Tahun Baru Berkumandang

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 07:29 WIB

BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu

BMKG Catat 1.556 Gempa Guncang Aceh Sepanjang 2025, Naik 39 Persen dari Tahun Lalu

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 15:10 WIB

Diguyur Hujan, Massa Tetap Padati Bundaran HI di Malam Tahun Baru 2026

Diguyur Hujan, Massa Tetap Padati Bundaran HI di Malam Tahun Baru 2026

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 22:15 WIB

Waspada Cuaca Ekstrem! Wamendag Pantau Pasokan Pangan dan Antisipasi Lonjakan Harga Cabai

Waspada Cuaca Ekstrem! Wamendag Pantau Pasokan Pangan dan Antisipasi Lonjakan Harga Cabai

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 18:24 WIB

Prediksi Cuaca Malam Tahun Baru untuk Semua Wilayah di Indonesia

Prediksi Cuaca Malam Tahun Baru untuk Semua Wilayah di Indonesia

News | Rabu, 31 Desember 2025 | 17:33 WIB

CERPEN: Sebuah Panduan Berburu Pelangi

CERPEN: Sebuah Panduan Berburu Pelangi

Your Say | Selasa, 30 Desember 2025 | 18:10 WIB

Tak Ada Toleransi, Polda DIY Cabut Seluruh Izin Pesta Kembang Api di Jogja

Tak Ada Toleransi, Polda DIY Cabut Seluruh Izin Pesta Kembang Api di Jogja

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 13:04 WIB

Kapolri Peringatkan 10 Ancaman Global Dekade Mendatang, Cuaca Ekstrem Paling Nyata Dampaknya

Kapolri Peringatkan 10 Ancaman Global Dekade Mendatang, Cuaca Ekstrem Paling Nyata Dampaknya

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 12:52 WIB

Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Lakukan Ini

Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Perayaan Malam Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Lakukan Ini

News | Selasa, 30 Desember 2025 | 08:04 WIB

Terkini

Puskesmas Pasar Minggu Viral: Pasien Diusir, Petugas Kepergok Makan Gelar Tikar di Ruang Poli

Puskesmas Pasar Minggu Viral: Pasien Diusir, Petugas Kepergok Makan Gelar Tikar di Ruang Poli

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:39 WIB

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:27 WIB

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Honda Siapkan Sederet Mobil Hybrid Baru Lawan Toyota: Ada CR-V

Honda Siapkan Sederet Mobil Hybrid Baru Lawan Toyota: Ada CR-V

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Sharp Dorong Teknologi Berkelanjutan, Ajak Anak Muda Lebih Bijak Gunakan Produk Elektronik

Sharp Dorong Teknologi Berkelanjutan, Ajak Anak Muda Lebih Bijak Gunakan Produk Elektronik

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:08 WIB

Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!

Terbukti Pungli dan Tipu Jemaah Badal Haji, Izin KBIHU Al-Fatah Dicabut!

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna, Wamensos Ajak Sukseskan Perlinsos

Pembukaan Bulan Bakti Karang Taruna, Wamensos Ajak Sukseskan Perlinsos

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:04 WIB

Canggih Bisa Ngecas Sambil Jalan! Honda Kenalkan Teknologi Wireless Charging pada Mobil Listrik

Canggih Bisa Ngecas Sambil Jalan! Honda Kenalkan Teknologi Wireless Charging pada Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:59 WIB

×