Kursi Melayang, Perut Ditendang: Ketua DPRD Soppeng Dipolisikan ASN Gegara Penempatan Sopir

Bangun Santoso

Senin, 05 Januari 2026 | 20:08 WIB
Kursi Melayang, Perut Ditendang: Ketua DPRD Soppeng Dipolisikan ASN Gegara Penempatan Sopir
Ilustrasi penganiayaan [Antaranews/Ist]
baca 10 detik
  • Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, dilaporkan polisi karena dugaan penganiayaan terhadap ASN bernama Rusman pada 28 Desember 2025.
  • Insiden bermula dari ketidakpuasan Farid mengenai penempatan PPPK Paruh Waktu, termasuk sopir pribadinya, di ruang kerja korban.
  • Partai Golkar Sulsel akan memproses internal ketua dewan tersebut jika laporan penganiayaan terbukti benar setelah klarifikasi dilakukan.

Suara.com - Arogansi pejabat dipertontonkan secara brutal di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan. Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid, kini harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Rusman.

Insiden penganiayaan ini diduga dipicu masalah sepele, yakni penempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, termasuk sopir pribadi sang ketua dewan.

Kasus yang mencoreng wajah parlemen daerah ini tak hanya bergulir di ranah hukum, tetapi juga berpotensi menjalar ke sanksi internal partai. Pimpinan Partai Golkar Sulawesi Selatan telah memberi sinyal akan memproses Andi Muhammad Farid jika terbukti melakukan tindakan tercela tersebut.

"Kalau ada laporan (penganiayaan), tentu kita proses dulu di internal partai. Kita lihat, kita panggil yang bersangkutan. Kita klarifikasi apakah benar atau tidak," ujar Plt DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhiddin Muhammad Said, saat dikonfirmasi wartawan di Makassar, Senin (5/1/2026).

Muhiddin mengaku telah mendengar kabar bahwa kadernya itu telah resmi dilaporkan ke polisi. Meski begitu, ia menegaskan partainya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu laporan resmi masuk ke internal partai sebelum mengambil tindakan lebih jauh.

"Tidak apa-apa kalau dilaporkan. Tapi saya belum bisa komentar, karena belum ada yang melapor langsung ke saya dan belum ada laporan ke saya," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Pihak partai untuk saat ini menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut kepada Andi Muhammad Farid.

"Tidak bisa seseorang begitu saja dituduh melakukan penganiayaan. Itu kan melanggar undang-undang. Silakan, kedua-duanya yang bersangkutan bisa melapor. Saya sendiri belum tahu persis masalahnya, karena yang dikenai juga belum melapor ke saya," ujar Muhiddin.

Kronologi Penganiayaan di Ruang Kabid

baca juga

Menurut pengakuan korban, Rusman, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKPSDM Kabupaten Soppeng, insiden penganiayaan terjadi pada sore hari, 24 Desember 2025, di ruang kerjanya.

Sekitar pukul 16.00 WITA, Andi Muhammad Farid datang bersama seorang rekannya. Ia langsung mempertanyakan dasar penempatan seorang ASN berinisial ABN dan delapan orang PPPK Paruh Waktu lainnya.

Amarah Ketua DPRD yang juga merupakan anak dari mantan Bupati Soppeng dua periode, Andi Kaswadi Razak, ini memuncak karena orang-orang dekatnya, termasuk sopir dan ajudannya, tidak ditempatkan di Sekretariat DPRD Soppeng sesuai keinginannya.

Rusman mencoba menjelaskan bahwa penempatan dan mutasi tersebut telah sesuai prosedur dan berdasarkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun, penjelasan itu tampaknya tidak diterima. Seketika, menurut Rusman, kursi melayang ke arahnya, diikuti tendangan yang mendarat dua kali di bagian perutnya sebelum sang ketua dewan pergi meninggalkannya.

Merasa diancam dan dianiaya, Rusman akhirnya mengambil langkah hukum dengan membuat laporan resmi ke Polres Soppeng empat hari setelah kejadian.

"Atas kejadian itu, saya sudah melaporkan peristiwa pengancaman dan penganiayaan ke Polres Soppeng pada 28 Desember 2025, atau Minggu sore. Saya melaporkan ini agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi pemberitaan beredar di masyarakat," katanya.

Laporan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Soppeng, AKBP Aditya Pradana, yang mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan yang dialami oleh pegawai BKPSDM tersebut dan akan segera menindaklanjutinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'

Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'

News | Kamis, 01 Januari 2026 | 18:37 WIB

Bahlil Lahadalia Jamu Cak Imin dan Zulhas Hingga Dasco di Kediamannya, Bahas Apa?

Bahlil Lahadalia Jamu Cak Imin dan Zulhas Hingga Dasco di Kediamannya, Bahas Apa?

News | Senin, 29 Desember 2025 | 21:49 WIB

Rapimnas I Partai Golkar, Kader Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia

Rapimnas I Partai Golkar, Kader Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia

News | Jum'at, 26 Desember 2025 | 15:47 WIB

Karir Ambyar! Brigadir YAAS Dipecat Polda Kepri Usai Aniaya Calon Istri yang Hamil

Karir Ambyar! Brigadir YAAS Dipecat Polda Kepri Usai Aniaya Calon Istri yang Hamil

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 23:05 WIB

Arief Rosyid Dukung Penuh Bahlil: Era Senior Atur Golkar Sudah Berakhir

Arief Rosyid Dukung Penuh Bahlil: Era Senior Atur Golkar Sudah Berakhir

News | Selasa, 23 Desember 2025 | 08:46 WIB

Lagi Fokus Bantu Warga Terdampak Bencana, Ijeck Mendadak Dicopot dari Golkar Sumut, Ada Apa?

Lagi Fokus Bantu Warga Terdampak Bencana, Ijeck Mendadak Dicopot dari Golkar Sumut, Ada Apa?

News | Sabtu, 20 Desember 2025 | 19:42 WIB

Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ketika Luka Menjadi Kekuatan!

Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, Ketika Luka Menjadi Kekuatan!

Video | Sabtu, 20 Desember 2025 | 11:00 WIB

Terkini

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

Peserta JKN Capai 284 Juta, Cak Imin Soroti Tantangan Layanan Kesehatan yang Setara

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:28 WIB

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Seram! Bayar Uang atau Keluarga Dibunuh, Kiper Ini Terpaksa Buat Timnya Kalah 0-6

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 15:27 WIB

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Amanda Rigby Blasteran Mana? Ternyata Statusnya WNA

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 15:22 WIB

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Dicopot dari Menkeu, Dirjen Bea Cukai Bantah Ada Konflik Internal dengan Purbaya

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:20 WIB

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Manfaatkan Potongan Harga Belanja Harian dari BRI JCB Platinum

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 15:19 WIB

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

Amerika Serikat Tunda Aturan Baru Pembatasan Visa Pelajar dan Jurnalis Asing

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:17 WIB

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Danantara Mau Genggam Saham BEI 40%, Keluarkan Dana Rp517,5 Miliar

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 15:16 WIB

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

9 Rekomendasi Mesin Cuci Front Loading Inverter Terbaik dan Murah

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 15:15 WIB

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

Respons Aduan Kekeringan, Pemprov DKI Kirim 5.000 Liter Air ke Pondok Labu

News | Selasa, 15 September 2026 | 15:14 WIB

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

'Seperti Batang Kayu', Orang Utan Kerap Muncul di Jalan Poros Kutai Timur

Kaltim | Selasa, 15 September 2026 | 15:13 WIB

×