Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro

Bangun Santoso Suara.Com
Rabu, 07 Januari 2026 | 22:35 WIB
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
Ilustrasi Donald Trump tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Suara.com)
Baca 10 detik
  • Operasi militer AS pada 3 Januari menewaskan sekitar 75 orang saat mencoba menangkap Presiden Nicolas Maduro di Caracas.
  • Washington Post mengungkap operasi rahasia ini, yang mengakibatkan penangkapan dan pemindahan Maduro serta istrinya ke New York.
  • PBB didesak untuk rapat darurat; Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik menjadi presiden sementara Venezuela pada 5 Januari.

Pemerintah di Caracas, yang kini berada dalam kondisi darurat, segera mendesak diadakannya pertemuan darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membahas operasi militer AS yang dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan.

Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Mahkamah Agung Venezuela dengan cepat mengambil langkah konstitusional. Tugas kepala negara untuk sementara waktu diserahkan kepada Wakil Presiden Delcy Rodriguez, yang kemudian secara resmi dilantik sebagai presiden sementara di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Kecaman internasional pun datang bertubi-tubi. Sejumlah negara yang menjadi rival geopolitik Amerika Serikat, seperti Rusia, China, dan Korea Utara, menjadi yang paling vokal dalam mengecam keras tindakan Washington.

Kementerian Luar Negeri Rusia bahkan mengeluarkan pernyataan resmi yang tegas. Moskow menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Venezuela dan menyerukan pembebasan segera Maduro dan istrinya, serta menuntut pencegahan eskalasi lebih lanjut yang dapat membahayakan stabilitas kawasan.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI