BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan

Erick Tanjung | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 08 Januari 2026 | 11:48 WIB
BGN Optimistis Target 82,9 Juta Penerima MBG Tercapai 2026, Guru dan Santri Masuk Tambahan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang saat meninjau pemberian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). [Dok. BGN]
  • Pemerintah optimistis capai target 82,9 juta penerima program Makan Bergizi Gratis.
  • Program MBG akan diperluas untuk mencakup guru dan tenaga pendidik.
  • Santri di semua pondok pesantren, terdaftar atau tidak, juga akan mendapatkannya.

Suara.com - Pemerintah optimistis target 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana diminta Presiden Prabowo Subianto dapat tercapai tahun ini. 

Keyakinan itu disampaikan Wakil Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, seiring adanya tambahan kelompok penerima manfaat di luar skema awal.

“Dari sisi jumlah, insyaallah 82,9 juta (penerima) tercapai. Ini target awal,” kata Nanik saat meninjau pemberian MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut berpotensi bertambah karena adanya perluasan penerima MBG yang sebelumnya belum tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 115 Tahun 2025. Salah satu kelompok yang kini masuk dalam skema MBG adalah guru dan tenaga pendidik.

“Dulu di PP 115 tahun 2025 belum ada pak guru dan tenaga pendidik dapat (MBG). Nanti berarti 82,9 ditambah, ada guru, kemudian ada tenaga pendidik,” ujarnya.

Selain itu, BGN juga memasukkan santri pondok pesantren sebagai penerima manfaat MBG. Menurut Nanik, Presiden Prabowo menginginkan agar seluruh anak Indonesia, termasuk yang menempuh pendidikan di pesantren, mendapatkan hak yang sama.

“Ada juga nanti tambahan adalah dari pondok-pondok. Jadi yang mungkin selama ini tidak tercatat dari teman-teman itu, Pak Presiden ingin (santri juga dapat MBG) karena di sini hak anak Indonesia,” katanya.

Ia menegaskan, pemberian MBG tidak dibatasi oleh status pencatatan lembaga pendidikan. Santri di pondok pesantren yang tercatat maupun tidak tercatat tetap akan memperoleh MBG.

“Jadi di manapun hak anak Indonesia, baik yang di pondok-pondok, misalnya yang tercatat di Kementerian Agama, maupun tidak tercatat tetap memperoleh,” ucap Nanik.

Selain santri dan tenaga pendidik, murid Sekolah Rakyat juga akan mendapatkan tambahan penerima manfaat dalam program MBG.

“Murid sekolah rakyat juga akan memperoleh tambahan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal

Prabowo Komentari Podcast di Sosial Media: Banyak Pakar Bicara Asal

Video | Kamis, 08 Januari 2026 | 10:58 WIB

Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'

Prabowo Tolak Lihat Daftar Perusahaan Pelanggar: 'Takut Ada Teman Saya di Situ'

News | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:17 WIB

Kampanye Sekian Tahun, Prabowo Konsisten Fokus pada Swasembada Pangan

Kampanye Sekian Tahun, Prabowo Konsisten Fokus pada Swasembada Pangan

Video | Rabu, 07 Januari 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB