Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik

Bella

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:19 WIB
Pancaroba Picu Kewaspadaan Superflu di Kabupaten Tangerang, Dinkes Minta Warga Tidak Panik
Ilustrasi Superfu (Freepik)
baca 10 detik
  • Dinkes Kabupaten Tangerang waspada potensi lonjakan influenza musiman, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.
  • "Super flu" hanyalah istilah populer untuk influenza biasa, bukan virus baru dengan tingkat bahaya COVID-19.
  • Langkah antisipasi utama adalah menguatkan pola hidup bersih sehat dan menjaga daya tahan tubuh individu.

Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus influenza atau yang populer disebut super flu seiring perubahan cuaca pada masa pancaroba. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak berlebihan dalam menyikapi istilah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmizi mengatakan, langkah antisipasi dilakukan dengan memperkuat edukasi kepada masyarakat agar konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Jadi Dinas Kesehatan kita juga sudah mengimbau kepada masyarakat melalui camat-camat dan puskesmas. Kita mengingatkan agar tidak usah panik tentang super flu ini karena itu hanya flu biasa," ujarnya di Tangerang, seperti dikutip dari Antara, Sabtu.

Hendra menjelaskan, super flu bukan merupakan jenis virus baru, melainkan influenza yang sudah lama dikenal. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena gejalanya bisa terasa lebih berat dan proses penyembuhan cenderung lebih lama dibandingkan flu biasa.

"Untuk super flu itu sebenarnya hanya sesama flu biasa yang keadaannya saat ini lebih banyak jumlahnya dan kemudian juga lebih lama sembuhnya. Kemenkes menyatakan super flu itu, sebenarnya bukan istilah medis melainkan bahasa populer di masyarakat," ungkapnya.

Ia menegaskan, karakter super flu berbeda dengan COVID-19 yang merupakan virus baru dan memiliki tingkat bahaya lebih tinggi. Hingga kini, Dinkes Kabupaten Tangerang juga belum menemukan kasus super flu secara spesifik di wilayahnya.

"Kemudian terkait peningkatan flu di Kabupaten Tangerang, kita laporan dari puskesmas, dari rumah sakit, peningkatannya sama seperti flu-flu biasa, mungkin memang sembuhnya agak lama," tuturnya.

Menurut Hendra, kunci utama pencegahan tetap berada pada kondisi kesehatan individu. Selama daya tahan tubuh terjaga, influenza tidak akan menimbulkan dampak serius.

"Jadi itu yang paling penting. Kemudian banyak makan sayur dan buah untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta berolahraga agar tubuh tetap fit," katanya.

baca juga

Sebagai gambaran situasi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat pada Desember 2025 terdapat rata-rata 40 hingga 50 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di setiap kecamatan selama musim pancaroba.

"Kalau di Kabupaten Tangerang untuk bulan Desember 2025 kemarin yang terakhir itu masing-masing kecamatan itu rata-rata berkisar antara 40 sampai 50 kasus ISPA ditemukan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Borneo FC Tumbang dari Persita, Duel Klasik Persib vs Persija Penentu Juara Paruh Musim

Borneo FC Tumbang dari Persita, Duel Klasik Persib vs Persija Penentu Juara Paruh Musim

Bola | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:59 WIB

Hasil Persita vs Borneo FC 2-0: Pendekar Cisadane Tak Tertahankan Masuk Persaingan Papan Atas

Hasil Persita vs Borneo FC 2-0: Pendekar Cisadane Tak Tertahankan Masuk Persaingan Papan Atas

Bola | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza

Jakarta Waspada Superflu, Pramono Anung Persilakan Warga Suntik Vaksin Influenza

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:09 WIB

Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker

Cegah 'Superflu' Sekarang! Dinkes DKI Ajak Warga Jakarta Kembali Perketat Cuci Tangan dan Masker

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 11:49 WIB

Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel

Aksi Buang Sampah Warnai Protes di Kantor Wali Kota Tangsel

Foto | Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:00 WIB

Eks Gelandang Persija Ungkap Alasan Gabung Persita Tangerang

Eks Gelandang Persija Ungkap Alasan Gabung Persita Tangerang

Bola | Kamis, 08 Januari 2026 | 19:57 WIB

Prediksi Persita Tangerang vs Borneo FC di BRI Super League 9 Januari 2026

Prediksi Persita Tangerang vs Borneo FC di BRI Super League 9 Januari 2026

Bola | Jum'at, 09 Januari 2026 | 06:05 WIB

Gelandang Spanyol Ramon Bueno Resmi Reuni Dengan Carlos Pena di Persita Tangerang

Gelandang Spanyol Ramon Bueno Resmi Reuni Dengan Carlos Pena di Persita Tangerang

Bola | Kamis, 08 Januari 2026 | 14:39 WIB

Waspada Superflu H3N2, Vaksin Influenza Mulai Diburu Masyarakat

Waspada Superflu H3N2, Vaksin Influenza Mulai Diburu Masyarakat

Foto | Rabu, 07 Januari 2026 | 18:22 WIB

Apakah Vaksin Influenza Ampuh Cegah Superflu? Ini 4 Kelompok yang Jadi Prioritas

Apakah Vaksin Influenza Ampuh Cegah Superflu? Ini 4 Kelompok yang Jadi Prioritas

Lifestyle | Rabu, 07 Januari 2026 | 15:19 WIB

Terkini

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:48 WIB

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

Alam Dikeruk Nyawa Melayang, Ekonomi Ekstraktif Disebut Jadi Pemicu Konflik Berdarah di Papua

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Pulang ke Kampung Halaman, Rosyidah Sukses Kembangkan Usaha Hasil Laut Berkat Dukungan BRI

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

3 Sunscreen Korea Terbaik untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Termasuk Semifinal Kali Ini, Argentina Sudah 3 Kali Singkirkan Inggris dengan Menyakitkan!

Your Say | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:45 WIB

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Berbekal KUR BRI, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

Lampung | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:44 WIB

Panduan Lengkap Memahami Status Rekening Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant BRI

Panduan Lengkap Memahami Status Rekening Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant BRI

Bri | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:42 WIB

Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI

Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI

Jabar | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:40 WIB

Pukul, Tendang lalu Menyeret: Sadisnya Oknum Satpam Aniaya Karyawati di Bintan

Pukul, Tendang lalu Menyeret: Sadisnya Oknum Satpam Aniaya Karyawati di Bintan

Batam | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:40 WIB

Pulang dari Malaysia, Eks PMI Asal Indramayu Sukses Bangun UMKM Berkat Dukungan BRI

Pulang dari Malaysia, Eks PMI Asal Indramayu Sukses Bangun UMKM Berkat Dukungan BRI

Riau | Kamis, 16 Juli 2026 | 19:39 WIB

×