PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik

Bangun Santoso

Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:12 WIB
PDIP Pasang Badan untuk Pandji, Djarot: Negara Jangan Mudah Tersinggung Oleh Kritik
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • PDIP membela konten komedi "Mens Rea" Pandji Pragiwaksono sebagai ekspresi kritik sosial yang sah dalam demokrasi.
  • Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan ekspresi tersebut dilindungi UUD 1945 dan UU HAM.
  • PDIP mendesak aparat penegak hukum bersikap arif, menjadikan hukum pidana sebagai pilihan terakhir terhadap kritik.

Suara.com - Di tengah riuhnya perbincangan publik mengenai konten komedi Pandji Pragiwaksono yang bertajuk "Mens Rea", PDI Perjuangan (PDIP) secara mengejutkan pasang badan.

Partai berlambang banteng ini menilai apa yang disampaikan Pandji Pragiwaksono adalah bentuk ekspresi kritik dan refleksi sosial yang sah dalam koridor demokrasi.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa materi komedi tersebut harus dipahami dalam konteksnya sebagai sebuah satire dan pendapat pribadi.

Menurutnya, selama disampaikan tanpa ajakan kekerasan, ekspresi semacam itu adalah bagian vital dari percakapan publik yang sehat.

"Dalam negara demokratis, ekspresi semacam ini adalah bagian dari percakapan publik yang sah dan dilindungi oleh konstitusi. Penilaian hukum terhadap niat batin (mens rea) dalam ekspresi pendapat tidak boleh dilepaskan dari konteks, tujuan, dan dampaknya secara nyata di masyarakat," kata Djarot dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Djarot tidak hanya berbicara tanpa dasar. Ia memaparkan sejumlah fondasi hukum yang menjadi benteng pertahanan kebebasan berekspresi di Indonesia.

Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 secara eksplisit menjamin hak setiap warga negara untuk menyatakan pendapat.

Konstitusi sebagai hukum tertinggi memberikan hak kepada setiap orang untuk bebas mengeluarkan pikiran dan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan. Hak untuk berkomunikasi dan menyebarkan informasi melalui berbagai sarana juga dijamin penuh.

Bagi Djarot, jaminan ini adalah pilar utama demokrasi yang tidak boleh dikebiri oleh penafsiran hukum yang kaku dan represif.

baca juga

Perlindungan terhadap kebebasan berekspresi tidak berhenti di situ. Djarot juga merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM). UU ini secara spesifik mengakui hak setiap individu untuk memiliki, menyampaikan, dan menyebarluaskan pendapat sesuai dengan hati nuraninya.

Dalam pandangan PDIP, negara dan aparaturnya justru memiliki kewajiban untuk melindungi hak tersebut. Selama ekspresi itu dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak melanggar batasan konstitusional yang jelas, seperti hasutan untuk melakukan kekerasan atau menyebar kebencian, maka ia harus dilindungi.

Semangat Reformasi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum juga menjadi landasan argumen Djarot. UU ini menempatkan kebebasan berpendapat sebagai syarat mutlak bagi terwujudnya kehidupan demokrasi yang sehat.

Oleh karena itu, Djarot memperingatkan agar pendekatan pidana terhadap ekspresi kritik—terlebih yang dibalut dalam medium seni dan komedi—harus menjadi pilihan terakhir (ultimum remedium).

Penggunaan hukum pidana secara berlebihan dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menciptakan iklim ketakutan di tengah masyarakat, membungkam suara-suara kritis, dan pada akhirnya menurunkan kualitas demokrasi Indonesia.

“Demokrasi hidup dari perbedaan pandangan, kritik, dan kebebasan berpikir. Negara hukum yang demokratis tidak boleh tergelincir menjadi negara yang mudah tersinggung oleh ekspresi warganya sendiri,” ujar Djarot sebagaimana dilansir Antara.

DPP PDI Perjuangan secara resmi mendorong aparat penegak hukum untuk bersikap arif, proporsional, dan selalu berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia dalam menyikapi kontroversi ini. Penegakan hukum diharapkan menjunjung tinggi prinsip keadilan substantif dan berhati-hati dalam menilai unsur niat jahat.

PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk terus berdiri di atas nilai-nilai konstitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia, serta menolak segala bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi yang sah dalam negara demokratis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?

'Rezeki Anak Saleh' Sindiran Pandji Pragiwaksono soal Tambang yang Bikin NU dan Muhammadiyah Murka?

Entertainment | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:51 WIB

Menkum Buka Suara Soal Kasus Pandji Pragiwaksono: Cek Dulu KUHP Baru, Penuhi Unsur Gak?

Menkum Buka Suara Soal Kasus Pandji Pragiwaksono: Cek Dulu KUHP Baru, Penuhi Unsur Gak?

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 17:16 WIB

Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono

Kasus Mens Rea Berlanjut, Polisi Segera Klarifikasi Pandji Pragiwaksono

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 16:48 WIB

Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!

Duplik Laras Disambut Tepuk Tangan, Kuasa Hukum: Tak Ada Mens Rea, Ini Kriminalisasi!

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:52 WIB

Isi Flashdisk Penjerat Pandji Pragiwaksono Dibedah Polisi, Ada Rekaman Acara 'Mens Rea'

Isi Flashdisk Penjerat Pandji Pragiwaksono Dibedah Polisi, Ada Rekaman Acara 'Mens Rea'

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 15:00 WIB

Musim Bisu

Musim Bisu

Your Say | Jum'at, 09 Januari 2026 | 14:25 WIB

5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral

5 Sindiran Politik Tajam Pandji Pragiwaksono dalam 'Mens Rea' yang Viral

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:30 WIB

Terkini

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Gara-gara Lirik Lagu, Pria di Simalungun Tembak Tetangga

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Dari Pertemanan hingga Aksi Sosial, Perjalanan Anak Muda di Balik Nada Kasih

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Di Tengah Konflik Global, Andrea Bocelli Buktikan Musik Punya Kekuatan Menyatukan

Entertainment | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Konser Amal Nada Kasih Kumpulkan Donasi Rp414 Juta untuk Anak yang Membutuhkan Layanan Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Niat Menolong Rekan, Dua Penggali Sumur di Muara Enim Tewas Diduga Terpapar Gas Beracun

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:59 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum UMKM Lokal Perluas Pasar dan Dongkrak Pendapatan

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:45 WIB

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Dugaan Perundungan di Asrama Telkom University Viral, 2 Mahasiswa Dijatuhi Sanksi

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Bebas Kusam dan Noda Hitam! 4 Toner Alpha Arbutin untuk Meratakan Warna Kulit

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×