Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta

Erick Tanjung, Lilis Varwati

Senin, 12 Januari 2026 | 13:56 WIB
Fakta di Balik Siswa Sekolah Rakyat: 67 Persen dari Keluarga Berpenghasilan di Bawah Rp1 Juta
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat peresmian 166 titik Sekolah Rakyat secara nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). [Bidik layar/Lilis]
baca 10 detik
  • 67% siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga berpenghasilan di bawah Rp1 juta.
  • Sekolah ini menampung anak putus sekolah dan yang belum pernah sekolah.
  • Proses seleksi siswa dilakukan secara ketat untuk hindari praktik titip nama.

Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membeberkan potret sosial yang memprihatinkan dari para siswa yang mengenyam pendidikan di 166 titik Sekolah Rakyat. Menurutnya, mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi kemiskinan ekstrem.

Dari total 15.954 siswa, sebanyak 67 persen berasal dari keluarga dengan penghasilan di bawah Rp1 juta per bulan. Data ini disampaikan Gus Ipul saat peresmian 166 titik Sekolah Rakyat secara nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat berasal dari keluarga dengan kondisi yang sangat rentan,” kata Gus Ipul.

Potret Keluarga Siswa yang Memprihatinkan

Lebih lanjut, Gus Ipul merinci kondisi sosial ekonomi keluarga para siswa:

  • 60 persen orang tua bekerja di sektor informal dengan penghasilan tidak tetap, seperti buruh harian, pemulung, dan kuli bangunan.
  • 65 persen keluarga memiliki tanggungan lebih dari empat orang.
  • 454 siswa adalah anak-anak yang belum pernah bersekolah sama sekali.
  • 298 siswa merupakan anak putus sekolah.

“Sebagian dari mereka bahkan sudah bekerja di usia yang sangat muda,” ujarnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa proses seleksi siswa Sekolah Rakyat dilakukan secara ketat dan berlapis, melibatkan pendamping sosial, dinas sosial, hingga BPS. Hal ini untuk memastikan program tepat sasaran dan tidak ada praktik kecurangan.

“Menteri Sosial tidak bisa menitipkan siapa pun untuk bisa sekolah di Sekolah Rakyat. Arahan Presiden juga jelas, tidak boleh ada sogok-menyogok,” kata Gus Ipul.

Program Sekolah Rakyat sendiri telah beroperasi secara bertahap sejak Juli 2025. Kini, total terdapat 166 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 131 kabupaten/kota, dengan melibatkan 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiba di Banjarbaru, Prabowo Bakal Resmikan 166 Sekolah Rakyat

Tiba di Banjarbaru, Prabowo Bakal Resmikan 166 Sekolah Rakyat

News | Senin, 12 Januari 2026 | 11:13 WIB

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos, Sistem Dibuat Oleh Luhut Binsar Pandjaitan

Pemerintah Siapkan Digitalisasi Bansos, Sistem Dibuat Oleh Luhut Binsar Pandjaitan

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 19:15 WIB

Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat

Mensos Pastikan Dapur Umum di Aceh, Sumut, dan Sumbar Tetap Beroperasi Selama Tanggap Darurat

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 18:28 WIB

Terkini

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

×